--- <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Intinya, anda tidak mengenal islam, dan dalam ketidak tahuan anda itu anda berani mengambil kesimpulan yg menyudutkan islam hanya berdasarkan komentar orang lain, yg kebenarannya sendiri masih dipertanyakan. Dan alasan anda untuk mempercayai pendapat orang itu hanya karena dia jadi salah seorang pembicara di acara dialog resmi di TV, bukan begitu? > > Syahrasi > >
Komentar Ny. Muslim binti Muskitawati : Siapakah yang berhak memberi legitimasi bahwa anda lebih mengenal Islam daripada yang lain ???? Anda pikir sangat sukar untuk mempelajari Islam, anda pikir susah belajar agama Islam ???? Itulah pikiran dungu, picik, dan kayak katak dalam tempurung. Bahkan untuk mencetak Alquran saja, mesin2 cetaknya diciptakan bukan oleh umat Islam, baik editing maupun penciptaan font2 huruf2 Arab untuk percetakan atau untuk pencetakan AlQuran sekalipun dilakukan oleh orang2 yang tidak percaya agama Islam namun sangat tinggi pengetahuan Islamnya sehingga bisa menyusunya dengan akurasi yang sangat baik. Sekolah2 IAIN di Indonesia bukanlah study agama Islam, melainkan beribadah mempertinggi keyakinan tanpa perlu pendalaman pengetahuan tentang Islam. Berbeda dengan Universitas2 di Amerika disini, semuanya memang merupakan study Islam yang benar2 sangat mendalam dan sangatlah luas karena setiap mahasiswa yang ingin menjadi ahli bidang agama Islam tidak ditentukan harus beragama Islam, tidak perlu beriman Islam, tidak perlu shalat 5 waktu, tak perlu menunaikan rukun Islam, karena pengetahuan tentang Islam bisa anda dalami hingga mendapatkan titel PhD tanpa mempercayai agamanya sedikitpun. PENGETAHUAN ITU BUKANLAH KEPERCAYAAN, PENGETAHUAN ITU BUKANLAH KEIMANAN, DAN PENGETAHUAN ITU BUKANLAH IBADAH. Sangat berbeda kalo anda kuliah di IAIN, syarat masuk yang pertama adalah beriman kepada Islam, percaya rukun Islam, dan kesemuanya itu bukanlah ilmu pengetahuan melainkan pengembangan kepercayaan. Ilmu pengetahuan merupakan hasil study yang merupakan realitas, dan kepercayaan merupakan angan2 yang sama sekali tidak ada realitasnya sehingga yang kita angan2 bukanlah study. Adalah sudah menjadi kenyataan, makin tinggi kepercayaan Islam, maka makin rendah pengetahuannya tentang Islam. Hal ini bisa kita buktikan, bahwa dalam mengambil kebijaksanaan luar negeri Amerika Serikat, seorang Presiden selalu dibantu oleh Menteri Luar Negeri yang membawahi ahli2 khusus untuk semua bidang yang menyangkut Luar Negerinya. Untuk urusan China, ada ahli khusus yang mendalami bidang study China tanpa harus orang China. Untuk urusan kebijakan Amerika terhadap Russia, ada ahli khusus yang mendalami bidang study Russia yang tidak perlu harus orang keturunan Russia. Tidak beda, untuk kebijaksanaan Amerika terhadap negara2 Islam dalam mengatasi terorisme Islam, maka Presiden Amerika sangat bergantung kepada hasil konsultasi ahli2nya dibidang study agama Islam yang kebetulan dijabat oleh ahli2 atau PhD2 bidang study agama Islam yang kesemuanya tidak ada yang beragama Islam atau tidak ada yang percaya Islam dan tidak satupun yang menyembah Allah. Dan tidak bisa disangkal, ahli2 yang mendampingi Presiden Amerika inilah yang menjadi penyebab utama kesuksesan Amerika menjadi negara yang paling Super Power diseluruh dunia, yang membuktikan bahwa keberhasilan ini dilandasi pengetahuan yang mendalam yang melatar belakangi keputusan2 para ahli2 tsb. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
