Berbeda dgn jongos inlander tua tukang tipu dan tukang fitnah yg hatinya busuk 
tapi pengetahuannya dangkal, Prof. Bruinessen --ahli sosiologi dan politik 
Islam terkemuka itu-- mengatakan: "Di Belanda, ada satu kelompok yang tidak 
suka orang Muslim dan imigran. Kelompok ini, memakai setiap kesempatan untuk 
menuduh orang Islam tidak toleran, dan tidak memahami kebebasan pers yang ada 
di Eropa.“Pokoknya tidak cocok dengan masyarakat Eropa,” tandasnya".  
Selengkapnya baca dibawah.  Pendapat beliau ini dari dulu cukup berimbang dan 
objektif. 
   
  Jadi waspadalah menerima informasi, karena informasi bisa didistorsi!! Untung 
ada internet sehingga perkibulan oleh para "penguasa informasi" tdk semudah 
dulu lagi. 
   
   
  http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/heboh_karikatur_vb060216

Heboh Karikatur Direkayasa

Radio Nederland, Aboeprijadi Santoso, 16-02-2006

photo: Prof. Martin van Bruinessen

Heboh 12 karikatur Nabi Mohammad adalah isyu yang
dibuat-buat, terutama di kalangan pers, sementara
dunia di sekitarnya biasa-biasa saja. Demikian
pendapat Guru Besar Kajian Perbandingan Masyarakat
Muslim Modern dari Universitas Utrecht, Profesor
Martin van Bruinessen. 

Direkayasa

Keduabelas karikatur itu awalnya berangkat dari sebuah
niat baik seorang penulis Denmark yang ingin memupuk
toleransi beragama. Ternyata dia melambung bak balon
raksasa. Kegagalan memperoleh gambar Nabi Muhammad,
malah memancing perhatian Jyvland-Posten, koran sayap
kanan dan terlaku di Denmark.

Suratkabar ini lantas menggelar lomba kartun. Ke-12
hasilnya dimuat pada edisi 30 September lalu. Nah baru
sekarang, 4 bulan kemudian, kartun-kartun tersebut
bikin heboh. Sebelumnya, jelas van Bruinessen, “orang
yang tersinggung hampir-hampir tak ada”

Yang heboh adalah dunia pers. Sementara orang-orang di
sekitarnya, sebagian besar tampak tenang-tenang saja.
“Ini satu isyu yang dibuat-buat. Masalah ini
''dikipasi' untuk menjadi masalah politik, ketika Arab
Saudi dan Suriah mulai ambil peranan.”

Bukan isyu penting

Dalam konteks Indonesia, di beberapa tempat juga
terjadi demonstrasi, namun van Bruinessen melihat
jumlahnya sangat sedikit dibanding 200 juta penduduk
Indonesia.

“Yang saya lihat di TV yang berdemonstrasi hanya
beberapa ratus saja. Berarti ini bukan isyu besar.
Sebagian besar mungkin merasa tidak enak, dan merasa
terhina. Tetapi tidak harus dibalas dengan demo yang
agresif.”

Di Belanda reaksi terhadap heboh kartun tersebut
tenang dan seimbang. Para jurubicara demonstrasi,
lebih menitikberatkan agar pihak yang berwajib
melarang pemuatan kartun tersebut. “Tidak ada
perusakan kedutaan besar Denmark”

Dimanfaatkan

Martin van Bruinessen lebih melihat ada dua
kepentingan yang membuat masalah ini meluas. Di
Belanda, ada satu kelompok yang tidak suka orang
Muslim dan imigran. Kelompok ini, memakai setiap
kesempatan untuk menuduh orang Islam tidak toleran,
dan tidak memahami kebebasan pers yang ada di Eropa.
“Pokoknya tidak cocok dengan masyarakat Eropa,”
tandasnya.

Pihak lain adalah kelompok Islam radikal. Golongan ini
yang selalu mengatakan bahwa orang Barat tidak mau
menghargai orang Islam. Menghina Nabi Muhammad dan
Islam. “Bahwa menghina orang Islam boleh, tetapi
Yahudi tidak”. Kali ini, kedua pihak tidak berhasil
memancing reaksi keras dari masyarakat.  

Reaksi yang berlebihan terhadap 12 kartun Nabi
Muhammad ini, dalam bentuk kerusuhan, menurut van
Bruinessen hanya terjadi di Iran dan Suriah. Tetapi di
negara-negara ini, kerusuhan hanya mungkin terjadi
kalau dibiarkan atau disulut oleh pemerintah sendiri.

“Yang di Suriah itu disulut, yang di Iran mungkin
masih ada spontannya. Di Suriah tidak mungkin orang
berani bergerak tanpa sepengetahuan pemerintah. Itu
negara diktator. Dan Suriah punya masalah dengan AS,
yang mau menjatuhkan presidennya dengan tuduhan
terlibat pembunuhan PM Libanon. Maka mereka mencari
konfrontasi untuk mempersatukan bangsanya di sekitar
pemerintah. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk
maksud yang lain,” jelasnya.

Salman Rushdie

Dibandingkan dengan kasus Salman Rushdie, heboh 12
kartun ini, menurut van Bruinessen, tidaklah seberapa.
Kasus Salman Rushdie, 1989, adalah kasus pertama di
Eropa menyangkut Islam. Dampaknya cukup lama dalam
bentuk ketegangan hubungan antara orang Muslim dan
non-Muslim di Eropa. “ Tetapi dampak sebenarnya
relatif positif bagi umat Islam di Eropa, karena
setelah itu, orang-orang Islam merasa wajib memainkan
peranan dalam ruang publik Eropa”

Sejak itu, tambahnya, banyak orang Islam di Eropa
tampil sebagai Muslim yang menulis dan berbicara di
media massa. “Mereka melatih diri untuk menulis, dan
berbicara di media umum. Terutama di Inggris. Sekarang
banyak banyak orang Islam yang menjadi penulis tetap
di media massa.” Demikian Prof. Dr. Martin van
Bruinessen.

*Dirangkum oleh Lea Pamungkas


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke