Saya komentari yang ini saja:
"Memang ada dalam Al-Qur'an, tapi JA memiliki kitab suci
sendiri, Tadzkirah, yang tidak sama dengan Al-Qur'an, kalo kitab
sucinya tidak sama itu berarti bukan Islam"
Dan inilah komentar saya:
Terlepas dari masaalah Tadzkirah (saya serahkan kepada anggota
Jemmaah Ahmadi untuk menjawabnya) saya katakan dan saya ulang:
TIDAK ada bukti bahwa al-Mushaf yang dijadikan kitab suci oleh
orang Islam sekarang ini berisi wahyu Allah.
Biar jelas baiklah saya kutip kembali (butir) huruf BA dari
tulisan pendek saya yang berjudul ALIF BA TA...
"BA.
Tapi apakah al-Mushaf itu memang berisi wahyu Allah?
Nggak ada bukti bahwa al-Mushaf itu memang berisi wahyu Allah.
Dengan menurutkan cerita orang Arab selama ini yang berkata
bahwa:
1. Al-Mushaf itu usmaniyah dan
2. 'Catatan aslinya' sudah dihancurkan atas perintah Usman
maka kita TIDAK bisa berkata bahwa al-Mushaf itu memang berisi
wahyu Allah.
Bagi yang belum paham:
1. kita tidak punya bukti bahwa al-Mushaf itu sesuai isinya
dengan "catatan asli'nya
2. kita tidak tahu apakah "catatan asli" itu memang berisi wahyu
Allah.
3. Kita tidak punya bukti bahwa "catatan asli" itu memang pernah
ada.
Dan jangan lupa - karena ini amat penting -: PUIN mengingatkan
kita bahwa TIDAK ada bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa
al-Mushaf itu memang usmaniyah.
Semua ini hanyalah cerita orang Arab yang tidak disertai bukti. "
Dan dibalik itu, ini juga penting, - dan amat penting - hasil
kajian orientalis yang mutaakhir (Lüling, Wansbrough, Luxenberg
dll.) yang hingga sekarang TIDAK dibantah secara serius,
menyimpulkan, in a nut shell, bahwa al-Mushaf itu asal usulnya
(Ur-Koran menurut istilah Lüling) adalah satu bentuk Bible juga
(atau hymne)...
Agar jelas: menjadikan ataau TIDAK menjadikan al-Mushaf itu
sebagai kitab suci BUKAN kriteria untuk menentukan Islam atau
bukannya seseorang itu.
On 17 Feb 2006, at 1:58, Adam Kamil wrote:
> Anton : bung adam .. anda mengatakan menyimpang tapi tidak menyebutkan
> menyimpangnya dimana .. Ma_suryaman dan banyak orang ahmadiyah sudah bilang
> bahwa mereka mengakui ke-esaan Allah dan mengakui Nabi Muhammad SAW .. apa
> menyimpang ?
> ========================
> Tentu mengakui ke-esaan Allah dan mengakui Muhammad adalah rasulNya bukan
> suatu penyimpangan, tetapi dalam ajaran JA adanya Mirza Ghulam Ahmad sebagai
> Nabi setalah Muhammad SAW dan kitab suci mereka yang bernama Tadzkirah itulah
> yang dinamakan menyimpang
> ========================
>
> Anton : wrong .. Allah dalam Qur-an mengatakan Islam adalah agama
untuk semua orang .. entah itu ulama , tukang becak atau pengemis
sekalipun . Surga itu buat semua umat manusia dan bukan cuma ulama
atau cendekiawan . Juga jangan lupa bahwa ulama atau cendekiawan
tidak dilahirkan sebagai cendekiawan atau ulama ..dia menjadi ulama bisa
dengan banyak cara , belajar , mengakui diri sendiri sebagai ulama ,
mencari dukungan ornag lain untuk dibodohi sehingga mendukung dirinya
sebagai ulama .. ada banyak cara ..
((....)
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/