REFLEKSI: Kalau Mui menginap di redakis Playboy bisa duluan melihat gambar-gambar istimewa dan semoga iman tambah kuat dan semoga juga berkat dilimpahkan . Suatu kesempatan yang patut tidak diabaikan :-))
http://www.suaramerdeka.com/harian/0602/19/nas09.htm Playboy Tetap Terbit, MUI Akan Menginap di Redaksi JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merasa perlu memberi deadline penyusunan RUU Pornografi dan Pornoaksi. ''Kami minta penyelesaian RUU tersebut jangan sampai lewat dari bulan Juni 2006. Kan prosesnya sudah melalui rapat dengar pendapat dengan intern dan masyarakat umum. Sudah mendatangkan pakar, artis, dan sebagainya, jadi jangan ditunda-tunda lagi,'' tegas Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma'ruf Amien, dalam konferensi pers di MUI kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kemarin. MUI menilai, ancaman pornografi sudah begitu besar terhadap masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, dalam pembahasan RUU tersebut, norma-normanya harus diarahkan kepada jaminan perlindungan masyarakat dari praktik pornografi dan pornoaksi. Untuk mengawal pemprosesan aturan tersebut, MUI dan ormas-ormas Islam telah sepakat untuk membuat desk pengawalan RUU Pornografi dan Pornoaksi. ''Desk itu tugasnya mulai dari memantau, mengadvokasi, sampai memberi dorongan moral kepada pemerintah dalam menggolkan RUU tersebut menjadi undang-undang,'' kata Ma'ruf Amin. Kedok Playboy Ketua MUI, Amidhan, mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan pernyataan Playboy yang akan menjadikan majalahnya versi Indonesia berbeda dari AS. ''Tidak bisa tidak, Playboy itu adalah ikon pornografi internasional. Jadi, harus dicegah. MUI dan ormas Islam sepakat untuk menghentikan penerbitan itu. Kalau perlu kami akan ramai-ramai ''nginep'' di kantor redaksi Playboy untuk mendesak aparat agar menghentikan penerbitan tersebut,'' kata Amidhan. Untuk memperjelas alasan penolakan tersebut, Amidhan menganalogikan Playboy dengan restoran cepat saji McDonald. ''Tidak mungkin kan McDonald's Indonesia menjajakan gudeg. Walaupun memang ada sedikit sekali yang berusaha di Indonesiakan. Tapi, tidak mengalihkan citra McDonald. Begitu juga Playboy, saya tidak yakin dia akan mengubah ikonnya dengan alasan versi Indonesia. Karena itu, harus ditolak. Hal itu perlu ketegasan aparat,'' tandasnya. (F4-60h) [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
