Kompas Minggu, 05 Maret 2006 Tiga Warga Israel Serang Basilika
NAZARETH, Sabtu - Ratusan warga, Sabtu (4/3) di Nazareth, melakukan pawai untuk memprotes serangan terhadap Basilika Kabar Gembira (Basilica of the Anunciation) di kota itu. Mereka yang turut dalam pawai tersebut antara lain warga Arab Israel dan Kristen. Nama Basilika Kabar Gembira merujuk pada kabar gembira yang disampaikan Malaikat Gabriel kepada Perawan Bunda Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak, yang kemudian dinamai Yesus. Warga Arab Israel, sembari membawa bendera Palestina, juga membawa poster bertuliskan "Israel memicu kebencian" dan poster lain bertuliskan " Mereka menuduh kami soal terorisme, tetapi mereka sendiri melakukan terorisme". Pawai itu terjadi setelah seorang warga Yahudi Israel, beserta istri dan putrinya, memasuki basilika dan tiba-tiba menyalakan kembang api. Serangan terjadi pada Jumat malam. Polisi Israel mengatakan serangan itu dilakukan warga yang depresi. Salah satu pejabat Katolik di Nazareth, Uskup Michel Sabbah, dan anggota parlemen dari keturunan Arab Israel turut dalam pawai tersebut. Uskup itu menyerukan perlindungan terhadap warga Kristen serta situs-situs suci di Nazareth. Namun, di jalan-jalan di kota itu, tempat Yesus menghabiskan masa kecilnya, tidak terlihat kehadiran polisi Israel. Polisi memutuskan untuk menghindar dengan alasan mengurangi ketegangan sektarian. Nazareth terletak di utara Israel. Kota tersebut didominasi warga Arab Israel. Pemeluk Kristen tergolong minoritas di kota itu. Warga Arab Israel merupakan keturunan dari etnis Arab yang memutuskan untuk bertahan pada 1948. Saat itu banyak keturunan Arab yang memutuskan hengkang saat berdirinya negara Israel. Keturunan Arab juga mengeluhkan diskriminasi dari pemerintahan walau pejabat Israel membantahnya. Ditangkap Polisi Israel menyatakan telah menangkap tiga warga Israel tersebut dan mereka telah ditanyai. Setelah serangan yang dilakukan tiga orang itu, kemudian terjadi bentrokan sekitar dua jam dan 13 orang mengalami cedera ringan. Tidak disebutkan siapa saja yang terlibat bentrokan. Para pejabat Israel segera bertindak sigap dengan mengatakan akan meningkatkan pengamanan di masjid-masjid serta gereja-gereja yang ada di Nazareth. Dikatakan juga bahwa serangan itu dilakukan semata-mata karena kebencian tiga orang tersebut terhadap Pemerintah Israel. "Ini bukan serangan teroris dan tidak ada niat khusus di balik serangan itu yang bertujuan merusak basilika," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Gideon Ezra kepada Radio Israel Radio dari Nazareth. Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni telah berbicara kepada Vatikan untuk menjelaskan kejadian itu dan mengatakan keadaan telah terkendali. Polisi langsung mengerahkan unit antiteroris ke basilika. Televisi Israel, Saluran 2, memberitakan, penyerang adalah warga Jerusalem keturunan Yahudi yang beristrikan seorang wanita Kristen. Nazareth juga rawan aksi-aksi sektarian, tetapi relatif dapat diatasi selama ini. (REUTERS/AP/AFP/MON) Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
