Tulisan mas Radityo yang mengutib diskusi dua orang Arab yang terkenal yang berbeda professinya sangatlah menarik untuk kita analysa dengan ketajaman budaya Indonesia. Yang satu adalah seorang Imam sedangkan yang lainnya adalah seorang Psikolog. Meskipun pada dasarnya keduanya sama2 beragama Islam, namun sang Psikolog cenderung menganggap dirinya sebagai sekuler. Sang Psikolog dituduh oleh Imam Islam (Dr.Ibrahim Al-Khouli) sebagai penghina Islam, namun sang Psikolog tidak merasa perlu menyangkalnya meskipun dia sama sekali tidak merasa menghina Islam.
Tulisan ini sangatlah penting untuk disebar luaskan di Indonesia terutama dikalangan kaum Muslimin dan Muslimat, karena dari diskusi inilah semua umat Islam seharusnya menyadari bahwa ajaran AGAMA ISLAM itu memang merupakan PEMENANG AGAMA TERBIADAB DIDUNIA ABAD MODERN INI. Hal ini diakui oleh kedua pihak yang berdiskusi meskipun mereka berbeda dalam hal2 latar belakang penyebabnya. Adalah sia2 bagi mereka yang menganggap dirinya Islam yang selalu mencaci maki tulisan2 saya selama ini dan menuduh bahwa tulisan saya tidak memiliki referensi yang akurat. Padahal, semua tulisan saya itu bukanlah memburukan Islam dengan Alquran-nya melainkan begitulah adanya ajaran Islam dan AlQurannya yang penuh kebiadaban2 dimasa modern ini. Karena AlQuran dan Islam itu bukan kitab atau agama referensi, maka isi tulisan saya bukanlah tidak ada dasarnya melainkan merupakan kesimpulan yang berdasarkan fakta2 yang bukan lagi dinamakan referensi. Banyak pembaca menganggap tulisan saya sebagai pendapat pribadi saya, namun kalo mereka membaca kutiban diskusi ini yang diambil dari TV Aljazera, barulah anda semua mengakui, bahwa semua tulisan2 saya itu sama sekali bukan monopoli pendapat saya melainkan memang sudah menjadi pengetahuan umum didunia Islam maupun non-Islam, kesalahannya hanya di Indonesia dimana berita selalu disensor sehingga masyarakatnya terkebelakang pengetahuannya terutama mereka yang Islam yang selalu dibohongi imam2nya karena ketakutan kehilangan umat. Silahkan dan SELAMAT MENGIKUTI DISKUSI DIBAWAH INI DAN TAK LUPA SAYA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA BAPAK RADITYO. Kemudian silahkan mengomentarinya !!!!!! ==================================================================== TV ALJAZERA MEMPERSEMBAHKAN DISKUSI DUA TOKOH ARAB TERKENAL YANG KEDUANYA BERAGAMA ISLAM: Wafa Sultan: Seorang Psikolog Arab kelahiran Amerika Dr.Ibrahim Al-Khouli: Imam Arab Al-Jazeera: Pertentangan antara Abad Pertengahan dengan Abad ke 21 A clash between the Middle Ages and the 21st Century - Pada 28 Februari 2006 lalu, stasiun TV Al-Jazeera mempertemukan Wafa Sultan, psikolog asal AS yang berdarah Arab dengan seorang imam bernama Dr. Ibrahim Al-Khouli yang juga berdarah Arab. Mereka berdebat secara terbuka tentang posisi agama Islam di Abad ke 21 ini. Dengan gigihnya Wafa menentang sang imam berjenggot itu, dan menangkis serangan imam itu dengan fakta-fakta yang tak terbantahkan. Seperti kita semua tahu, selama ini umat Islam 'digiring' untuk membenci segala sesuatu yang berbau Yahudi, Kristen dan kelompok non-muslim lainnya. Belakangan ini umat Islam 'digiring' untuk menentang pandangan-pandangan Barat. Pada kitab suci Al-Quran, orang Yahudi memang tercitrakan sebagai kaum yang berperilaku amat buruk sehingga pantas dijauhi, tak bisa dipercaya dan pantang dijadikan teman. Buat penganut Islam garis keras, Yahudi adalah musuh abadi hingga kiamat nanti. Buat penganut Islam moderat, tak ada salahnya berteman dengan Yahudi, bagaimanapun juga, orang Yahudi adalah manusia ciptaan Tuhan jua. Apa pendapat Wafa tentang hal ini? Berikut petikan dari perdebatan tersebut: [...] Wafa Sultan: Bentrokan yang kita saksikan di seluruh dunia ini bukan bentrokan antar agama atau budaya, melainkan bentrokan antara dua kubu yang saling bertentangan, antara dua era. Ini sebuah bentrokan antara mentalitas milik abad pertengahan dan satu lagi mentalitas abad ke 21. Ini sebuah bentrokan antara peradaban dan keterbelakangan, antara yang beradab dan yang primitif, antara kebiadaban dan rasionalitas. Ini bentrokan antara kebebasan dan opresi, antara demokrasi dan diktator. Ini bentrokan antara HAM dan pelanggaran HAM. Ini bentrokan antara mereka yang memperlakukan perempuan seperti hewan dan mereka yang memperlakukan perempuan sebagai manusia. Jadi yang kami saksikan sekarang bukanlah bentrokan peradaban. Peradaban bukannya saling bentrok, tetapi saling bersaing. Pertanyaan: Jadi maksud Anda, apa yang terjadi sekarang ini adalah bentrokan budaya antara Barat dan keterbelakangan dan kepicikan Muslim? Wafa Sultan: Ya, itu maksud saya. Pertanyaan: Siapa yang memulai dengan konsep bentrokan peradaban? Samuel Huntington? Jelas bukan Bin Laden. Boleh kami bahas ini? Wafa Sultan: Pihak Muslim-lah yang pertama-tama menggunakan ekspresi ini. Muslim-lah yang mulai dengan bentrokan peradaban ini. Nabi Islam mengatakan: "Saya diperintahkan untuk memerangi mereka sampai mereka percaya Allah dan rasulNya." Ketika Muslim membagi dunia antara Muslim dan non-Muslim, dan menyatakan perang kepada non-Muslim sampai mereka tunduk pada Allah, merekalah yang memulai bentrokan ini, mereka yang memulai perang ini. Untuk memulai perang ini, mereka mendapatkan dasar hukumnya dari buku-buku Islam yang penuh dengan seruan bagi takfir dan penaklukan kafir. [...] Lawan bicara saya ini mengatakan ia tidak pernah menghina kepercayaan orang lain. Peradaban mana di dunia ini yang memanggil non-muslim dengan kata-kata yang mereka sendiri tidak suka kalau diarahkan pada mereka? Sekali, ia memanggil non-muslim Ahl Al-Dhimma, tapi kemudian ia memanggil mereka "Ahlul Kitab," dan lalu ia membandingkan mereka dengan monyet dan babi, atau ia memanggil Kristen "mereka yang tidak diperkenankan Allah..lihat Surat Al-Fatihah." Siapa bilang mereka "Ahlul Kitab"? Mereka bukan Ahlul Kitab, mereka orang banyak kitab. Semua buku-buku sains yang berguna saat ini adalah milik mereka, buah hasil pemikiran bebas dan kreatif mereka. [...] Apa hak Anda menyebut mereka sebagai "orang-orang yang tidak diperkenankan Allah," ataupun "mereka yang keluar jalur," dan lalu datang kesini dan mengatakan bahwa agamamu melarangmu menghina kepercayaan orang lain? [...] Wafa Sultan: Saya bukan Kristen, bukan Muslim, bukan Yahudi. Saya manusia sekuler. Saya tidak percaya dalam hal-hal supranatural, tetapi saya menghormati hak orang untuk mempercayainya. Dr. Ibrahim Al-Khouli: Anda heretic.....penghina agama! Wafa Sultan: Anda boleh bilang apa saja terserah. Saya katakan saya manusia sekuler yang tidak mempercayai hal-hal supranatural... Dr. Ibrahim Al-Khouli: Kalau Anda penghina agama, tidak ada gunanya saya menantang Anda karena Anda telah menghina Islam, Rasul dan Quran... Wafa Sultan: Apa yang saya percaya bukan urusan Anda. [...] Wafa Sultan: Saudara, silakan Anda percaya pada batu, selama Anda tidak melemparkan batu itu pada saya. Anda bebas percaya apa saja, asal Anda tidak mengurusi kepercayaan orang lain. Apa urusan Anda kalau orang mau percaya bahwa sang Messiah adalah Tuhan, putera Mariam, atau bahwa setan adalah Tuhan, putera Mariam. Biarlah orang percaya apa yang mereka mau percaya. Mengapa anda harus sewot? [...] Wafa Sultan: Bangsa Yahudi mengalami tragedi Holocaust dan dunia menghormati mereka lewat sumbangan pengetahuan mereka, bukan lewat teror. Mereka bisa sukses lewat kerja keras mereka, bukan karena mereka menjerit-jerit dan berteriak-teriak. Dunia patut berterima kasih pada Yahudi atas penemuan dan kemajuan sains yang mereka capai pada abad ke 19 dan 20 ini. Sekira 15 juta orang Yahudi tersebar di seluruh dunia, bersatu dan memenangkan hak mereka lewat banting tulang dan memeras otak mereka. Kami belum pernah melihat satu orang Yahudi pun meledakkan diri di sebuah restoran Jerman. Kami belum pernah melihat satu orang Yahudi pun membakari gereja. Belum pernah ada satu pun Yahudi yang memprotes dengan cara membunuhi orang. Nah, setelah Muslim Taliban menghancur-leburkan 3 patung Buddha, belum pernah kami melihat satu orang Budhis pun menghancurkan masjid, membunuhi Muslim atau membakari kedutaan negara Muslim. Hanya Muslim yang membela agama mereka dengan cara bakar gereja, bakar kedutaan besar, dan bunuh orang. Tindakan itu tidak akan membuahkan hasil. Muslim harus bertanya pada diri sendiri: "Apa sumbangan mereka bagi umat dunia, sebelum mereka berani-beraninya menuntut dunia agar menghormati mereka..." sumber: zamanku Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
