Inilah Negeri bencana
Kita disuguhi menu-menu bencana massif hampir
sepanjang hari. Sudah terlalu biasa kita mendengar berita Tsunami,
gempa, tanah longsor, banjir bandang, banjir lumpur hingga bencana
kemanusiaan berbentuk kelaparan massal sepYahukimo Papua, berikut flu
burung, malaria dan demam berdarah disentero Negeri
Bencana sudah
jadi sarapan pagi kita saat tuts TV dinyalakan dan plot cerita demi
cerita nestapa diuraikan para penyiar kita dgn tanpa perasaan apa-apa
Dan bencana Ekonomi-Sosial terbentang dihadapan mata saat bangsa ini
diterpa bencana demi bencana yg bisa berimplikasi politik yaitu
KETIDAK PERCAYAAN PADA KESANGGUPAN EKSEKUTIF NEGARA MENGELOLA NEGERI
BENCANA
Kemarin kita mendapat cerita Banjir lumpur di Jember Jatim, Bukit
longsor di Banjarnegara Jateng, longsor di Garut, Cianjur, banjir
bandang di Indramayu Jabar, Padang Sumbar, Bencana Banjir Lombok NTT,
Longsor di Taman nasional Gunung Leuser Aceh Tenggara, baru-baru ini
bencana banjir tanah longsor di Menado Sulut, Pati Jawa Tengah,
Cirebon Jawa barat, Jalur Pantura jawa yg kesemuanya memakan korban
jiwa, harta benda dan rumah rata dgn tanah.. Sementara kalimantan
telah dianggap sebagai langganan banjir bandang saat sungai Barito dan
Kahayan meluap membanjiri sebagian wilayah Kalimantan.. Dan sekarang
banjir berjaya dipelosok negeri. Sementara pelanggan setia banjir
lainnya yaitu Ibukota Negara kita Metropolis City Jakarta Raya yg
megah kemungkinan kedepan diproyeksikan jadi danau raksasa tempat
berendam massal penduduknya yg kotor, degil, benci Pohon-tanaman dan
hobby buang sampah semaunya..
Sementara laju degradasi hutan sudah berada dititik nadir.. Luas hutan
Aceh dikabarkan 3,3 juta Hektar, 1,87 juta Ha diantaranya telah botak
gundul.. Di palembang 1,8 juta Ha dari total 2,5 juta Ha telah habis
dicukur..Dikalimantan taman nasional Kutai dan Taman Hutan Raya Bukit
Soeharto rusak parah dijarah cukong tukang cukur, termasuk kawasan
lindung kabupaten pasir kaltim.. Sementara kerusakan hutan dipulau
Jawa tercatat 432 ribu Ha dari thn 2002-2004 saja, dan 10,7 juta
hektar telah hancur dan diprediksikan 2008 hutan alam Jawa akan punah
dan tercatat ada 1500 titik lokasi rawan bencana khusus di Jawa saja..
Ada apa dengan negeri ini?.. Kenapa bencana tak kunjung reda?.. kenapa
alam tak ramah dgn kita?.. Apa yg telah kita lakukan selama ini? ..Apa
kerjaan Institusi Negara kita? Apa kebijakan yg mereka keluarkan?..
Apa yg salah dgn kebijakan mereka? Dan apa kesalahan kita semua????
Ini pertanyaan yg memusingkan sekaligus memuakkan.. kenapa kita terus
menerus berkutat dgn pertanyaan semacam ini???
Ada banyak hal yg perlu kita pikirkan bersama terutama disegi
pengelolaan alam kita yg jelas-jelas adalah salah visi dan keliru
dalam pengambilan kebijakan.. Saat ini alam telah beralih rupa menjadi
subjek pelaku bukan lagi objek eksploitasi.. Kehendak alam dalam
bentuk bencana alam telah merajalela dan menimbulkan marabahaya..
banjir, tanah longsor, air bah penuh lumpur adalah kekuatan alam yg
kita tidak bisa mengatasinya,tidak dapat menanggulanginya dan tidak
akan bisa diajak kompromi, kecuali dgn BERSIKAP RAMAH PADA ALAM!!!
Sudahkah kita beramah tamah dgn alam??? ..Jelas Belum!!! Saya amati
kita adalah pemangsa-pemangsa alam demi mental kapitalist kita, mental
ambil untung demi syahwat materialisme tak berbatas
Alam dipandang
sebagai materi dan bahan mentah saja, bukan subjek pertumbuhan yg
diajak bekerja sama sebagaimana petunjuk dari David Hume si Inggris
anglo saxon yg filosof empirisme abad ke 17M bahwa alam perlu
dieksplorasi dan dieksploitasi bagi kepentingan manusia hingga alam
bersedia mengeluarkan rahasianya dgn segala faedah yg terkandung
didalamnya.. Dan si anglo saxon type lain yaitu John Locke si filosof
penggagas era Industri Inggris dan ramuan dari Wealth of nation-nya
Adam Smith si filosof kapitalis menjadikan alam adalah alat
eksploitasi demi kepuasan optimal dan produksi maksimal dalam rangka
hedonisme materi yg sebesar-besarnya
Ini faktor penyebab nomer satu..
Penyebab berikutnya adalah KEKELIRUAN DAN KEDUNGUAN APARATUR NEGARA
DALAM HAL PENGELOLAAN ASSET-ASSET HUTAN.. Negara telah melakukan
kedogolan dan kebodohan yg teramat sangat demi pencapaian angka-angka
peningkatan pendapatan negara.. Alam Indonesia kita dalam pandangan
Pemerintah adalah alat perolehan pendapatan yg sebesar-besarnya dalam
rangka penyehatan keuangan Nasional
Pemerintah larut dalam perangkap
Global.. Eksport perkayuan adalah andalan utama dalam perolehan
Devisa
Jebakan Hutang yg lumayan besar yaitu 1270an milyar Dollar
menjadi alasan utama eksploitasi hutan kita
Kedunguan berikutnya adalah bahwa pemerintah dgn alat Keamanan negara
yg hampir-hampir 500ribu personel pengamanan mulai dari TNI, Polri,
Penjaga Perbatasan, Polisi hutan, pamongpraja dst tidak mampu berperan
selaku Penjaga asset-asset berharga hutan kita.. malahan aparat-aparat
negara kita turut larut dalam penjarahan Hutan dan sebaliknya malahan
menjadi beking dan pelindung bagi maling, pembalak dan cukong-cukong
tukang cukur Hutan
Dan Pejabat-pejabat militer kita pura-pura blo'on
dan memble tidak mau tahu dgn apa yg dilakukan orang-orang internnya,
sementara sebagian aparat kita telah beralih jadi Oknum-oknum yg turut
bermain dalam pembalakan liar!!!
Kebodohan lainnya adalah Pemerintah dalam hal ini Dep Perindustrian
juga Dep Perdagangan tunduk dan patuh taat setia pada mekanisme pasar
sebagaimana nasehat dari A Big Boss yg ada di IMF and World bank
termasuk Paris Club, bukannya berperan selaku pengatur utama
(regulator) arus perkayuan.. Kebutuhan akan kayu yg meningkat diiringi
dgn supply tentu akan makin menyuburkan praktek pembalakan liar
illegal logging.. Sesuai dgn hukum Ekonomi sistem kapitalisme
Neoliberal bahwa Demand(permintaan) akan diiringi (suppy)penawaran..
Maka kayu yg makin dibutuhkan negara-Negara kapitalist, dunia
Industri, dunia eksport-import, Properti, rumah rakyat, Perdagangan,
perikanan, pasar dll akan memunculkan kegilaan ( maddnes) dalam
menjarah hutan lebih gila lagi
Ini hukum pasar!
Ketololan fatal selanjutnya yaitu: Pemerintah tidak mampu menegakkan
Hukum, impoten dan mengalami disfungsi ereksi dalam proses Peradilan
Malah Pemerintah berlaku sebagai mediasi bagi cukong-cukong tukang
cukur hutan termasuk eksportir produk-produk dari kayu olahan yg malah
diberi angin
Dan disinyalir telah muncul apa yg dinamakan " MAFIA
PERKAYUAN" yg susunan pengurusnya adalah Orang-orang pemerintahan
sendiri yg adalah oknum-oknum Pejabat pusat dan Pemda, Oknum Peradilan
mulai dari MA, Kehakiman, Kejaksaan, termasuk pengacara nakal, Orang
dalam Dep kehutanan, Dep Perindustrian, Dep Perdagangan dan Oknum Bea
Cukai termasuk disini oknum-oknum TNI dan Polri selaku beking
dibelakang, sementara Perangkat Peradilan kita dipengaruhi oleh raja-
raja illegal Logging dgn kucuran duit
Apalagi ketika lembaran-
lembaran uang digoyang secara erotis and menggiurkan dipuncak hidung
mereka para oknum, goyahlah iman mereka dan uang tsb dielus, diremas
dan masuk kantong.. terjadilah hal jahannam itu yaitu suap dan sogok
Sementara oknum pejabat terkait cukup dgn transaksi antar rekening
Bank, siapa yg bisa tahu??? Hebat sekali MAFIA PERKAYUAN tsb,
bahkan lebih, lebih dan lebih luar biasa dibanding Mafia peradilan
Jadi tugas Aparatur Negara adalah memperlancar arus perdagangan bagi
aliran-aliran kayu baik yg legal maupun yg illegal.. Semuanya dalam
rangka globalisasi pasar bebas.. Realy a fool Govenmnent!!!!!
Dan Kepandiran berikutnya bahwa kayu-kayu telah menjadi primadona
berbagai produk, sementara pemerintah selaku otorita negara tidak
punya tata aturan yg tegas apa yg boleh dan tidak boleh lagi dijadikan
selaku bahan produk kayu.. pemerintah kita tersebab terlalu patuhnya
pada mekanisme pasar, maka segala produk-produk dari kayu boleh, bebas
dan silahkan untuk dijadikan apa saja.. semua demi peningkatan arus
perdagangan dalam negeri.. Toh kita bangsa ini sedang kelebihan
tukang-tukang kayu, pengukir kayu, pematung, pemahat dan ahli oleh
kayu..apalagi di Indonesia penikmat dan perindu perkayuan berjumlah
230 juta jiwa, mulai dari mainan bayi hingga kursi goyang nenek-nenek.
.. belum lagi yg 5 milyar lebih pemakai diberbagai belahan dunia yg
doyan akan produk olahan kayu alam Indonesia
Silahkan saja olah
segala model olahan kayu asal bayar retribusi and pajak plus uang
tutup mulut . monggoooo
.
Maka oleh sebab itulah, tersebab kedunguan, kepandiran, kedogolan,
ketololan, kebodohan, kepandiran, kebegoan daaaaaaannn kekeliruan-
kesalahan fatal Aparatur negara dalam pengelolaan Hutan kita, dgn ini
saya rakyat yg punya hak suara mengajukan solusi-solusi bagi Hutan-
hutan kita:
SOLUSI YG PERTAMA: ROBAH PARADIGMA
Cara pandang terhadap hutan dan
segala flora fauna adalah hal yg amat sangat besar pengaruhnya bagi
kelangsungan hidup .. Perlu dibangun sudut pandang baru dalam memahami
alam dan mekanismenya.. Pada dasarnya Hutan adalah kehidupan kita,
adalah gudang air kita, adalah supply oksigen kita, adalah suaka
margasatwa kita, adalah udara kita, dan adalah NYAWA KITA!!!
Maka
Perlu perobahan pola pandang dalam melihat alam kita, sebab Hutan
adalah ekosistem yg kait berkait dgn Iklim dunia, dgn kelestarian
hidup kita manusia dan dgn kecukupan energi hidup yaitu oksigen..
Hutan perlu dilestarikan atau pilihan lain manusia punah seiring
punahnya oksigen murni,punahnya supply mata air dan hancurnya
keseimbangan alam... Hutan bukan lagi bahan eksploitasi tetapi adalah
partner manusia dalam pelestarian kehidupan..
SOLUSI YG KEDUA: GANTI SISTEM
Hutan kita bukanlah wahana Penerapan
sistem kapitalisme Global, juga tidak arena mencetak skor keuntungan,
juga bukan penerapan efektifitas dan efisiensi dalam kompetisi siapa
yg paling sukses mencukur kayu Hutan dan bukan sumber pemenuhan hasrat
konsumtif Pasar.. Kehancuran hutan adalah akibat ekspoloitasi tidak
terbatas demi hasrat konsumtif syahwat dunia.. Hal inilah salah satu
biang kerok kerusakan dahsyat hutan dgn isinya.. Pohon, tanaman dan
segala makhluk hidup seisi hutan telah jadi objek dan materi bagi
dunia industri kapitalist dalam rangka perburuan keuntungan
Unlimited profits keuntungan tak terbatas adalah tujuan utama ..Sebab
itu asset hutan begitu menggiurkan dimata industrial tanpa kesadaran
ekologi.. Dan ketololan Pemerintah kita malahan menjadi agen bagi
kapitalist investor untuk memenuhi syahwat benefits ndak kenal batas
ini.. Pemerintah bukannya selaku Regulator yg mengatur arus hasil
hutan, malahan adalah agen utama pemberi izin HPH (Hak Pengusahaan
Hutan) dgn harapan pajak, izin usaha,Bea Cukai dan deviden mengalir ke
kas negara dalam upaya pelunasan hutang jebakan.. Kedunguan ini
diperparah oleh keinginan untuk menjadikan Indonesia selaku pemain
utama dibidang Industri olahan kayu, Industri kayu lapis plywood, dan
segala bentuk Industri kerajinan perkayuan terutama mebel .. Dilema
ini semakin diperburuk lagi oleh Rencana keputusan kontroversial
Menteri Kehutanan yg memberi izin perambahan Hutan pada 3000 HPH dgn
peningkatan Produksi kayu gelondongan dgn harapan gelondongan
keuntungan mengalir deras ke kas Dep Kehutanan dan Dep Keuangan,
sambil mengelabui bangsa dgn upaya penghijauan dan reboisasi sana-sini
dgn ekspose dari pers.. Pemerintah kita betul-betul dalam jebakan
NeoLiberalisme kapitalisme sekaligus melakukan penipuan terhadap
bangsa ini... Maka perlu putar arah dan Negara adalah selaku penentu
Utama bukan melakukan deregulasi serahkan pada pasar tok ..
SOLUSI YG KETIGA.. TURUNKAN TINGKAT KONSUMSI.. Demand and Supply atau
permintaan dan penawaran adalah mekanisme pasar yg perlu dikendalikan
segera.. Ketaatan pada pasar telah membikin Hutan kita nyaris habis
dicukur cukong-cukong tukang gundul hutan berikut kaki tangannya
penduduk setempat dgn oknum-oknum TNI-Polri selaku bodyguard setia..
Pemerintah dalam hal ini Dep Perindustrian, Dep Perdagangan perlu
membatasi konsumsi segala produk berbahan dasar kayu.. Permintaan yg
meningkat-lah salah satu biang kerok dari kehancuran ekosistem..
keinginan memenuhi permintaan membikin semua orang yg terlibat menjadi
gila untuk segera memenuhi order.. apalagi kayu hasil alam kita adalah
salah satu yg paling berkwalitas didunia, dan uberan terhadap kayu
Indonesia begitu dahsyat sehingga laju perambahan Hutan menjadi
dahsyat juga efeknya.. Maka tugas utama negara dgn aparaturnya adalah:
Turunkan atau minimalkan kebutuhan akan segala produk olahan kayu,
otomatis incaran akan kayu hutan menjadi turun dan normal.. Ndak perlu
kita jadi jawara produsen kayu gelondongan dunia, ndak perlu kita
juara produk kayu lapis,.. tidak perlu tunduk pada logika Pasar bebas
SOLUSI YG KEEMPAT: KURANGI PRODUK DARI BAHAN KAYU
Kita sadari
turunnya Permintaan berimbas pada produksi dan usaha Industri..
Industri kayu adalah yg paling terpukul jika produk kayu Indonesia
dibatasi.. Apalagi seandainya Pemerintah terkhusus Dep Perdagangan
mengeluarkan tata Niaga ttg apa yg boleh dijadikan bahan dasar kayu,
mana yg tidak.. Dan peraturan itu dikuatkan dgn Proses Hukum yg ketat
bagi siapa saja yg melanggar.. memang perlu waktu minimal beberapa
tahun kedepan dalam sosialisasinya, supaya Industri kayu dgn segala
Produk olahan dan output segera robah haluan ke bidang Industri olahan
lain.. Apalagi pekerja juga butuh penyesuaian dari kebiasaan jadi
pengrajin kayu, menjadi pengrajin produk lain.. Tetapi jika tidak
dimulai dari sekarang, APA KITA PERLU MENGHABISKAN SEGALA KAYU HUTAN
KITA, BARU KITA ROBAH HALUAN???
Tolol dan bodoh teramat sangat kalau
hal ini dilakukan
Hutan yg hancur berujung bencana, anak kecil juga
tahu.. APA PERLU BENCANA MAKIN DAHSYAT KEDEPAN, BARU KITA CARI UPAYA
LAIN??? Very Stupid kalau ini jadi rencana
yg terbaik adalah kita
perlu turunkan permintaan akan bahan kayu dan produksi segala bahan
hidup yg TIDAK LAGI BERBAHAN DASAR KAYU.. Wajib dibatasi dan
dikurangi produk-produk dari kayu, sep Kursi kayu, meja kayu, lemari
kayu, kaca kayu, tempat tidur kayu, juga minimalkan produk etalase
kayu, pintu kayu, jendela kayu, kusen kayu, Fentilasi kayu termasuk
tonggak kayu, rumah kayu, fondasi kayu,bangunan kayu, juga kurangi
pengepakan dari kayu terutama pasar komersial dgn tempat simpanan
kayu, pengepakan kayu, tong kayu bahkan kalau perlu ganti gagang pacul
petani dari bahan dasar kayu jadi bahan dasar lain
SOLUSI YG KELIMA: OLAH PRODUK SUBSTITUSI.. Jika kayu tidak lagi
menjadi materi dasar, yg terbaik sebagai pengganti adalah produk
berbahan dasar plastik dgn hasil olahan dari karet yg bisa saja
dicampur atau diramu dgn materi logam.. karet dapat dihasilkan oleh
alam
karet adalah Renewable Resources, atau produk yg dapat
diperbaharui, artinya Plastik asal dari karet bisa menjadi substitusi
pengganti produk berbahan dasar kayu.. Plastik yg diperkokoh dgn logam
bisa dijadikan primadona produk-produk Industri masa depan Indonesia..
Kita bisa membuat apa saja produk berbahan dasar karet, mulai dari
kursi, meja, lemari, pengepakan, pengemasan, atap rumah, dinding
rumah, fentilasi, pintu, jendela, ban mobil, karesori otomatif,
bangunan dan segala perabotan rumah tangga.. Dan pengrajin kayu kita
bisa beralih profesi menjadi pengrajin produk-produk berbahan dasar
karet dgn plastik logam olahan..
SOLUSI YG KEENAM:SOSIALISASI.. Perlu sosialisasi bahwa kayu bukan
segala-galanya.. Pemerintah terkhusus Departemen Komunikasi dan
Informasi perlu melakukan upaya secara kontinue dan bertahap sesuai
kesanggupan dunia Industri dan UKM menyediakan produk-produk non kayu.
. Dan hal ini pada tahap awal selaku start yg baik menpera (Menteri
Perumahan Rakyat) dapat saja mengambil keputusan untuk menihilkan
pemakaian bahan-bahan kayu dalam pembikinan rumah Sederhana (RS)dan
RSS Rumah Sangat Sederhana termasuk Segala Proyek pemerintah dapat
meminimalkan konsumsi produk kayu
Ini wajib dilakukan, atau rakyat
tidak percaya pada segala Informasi Pemerintah terkait substitusi
kayu
SOLUSI KE TUJUH: REBOISASI DGN POHON KARET..Penghijauan atau reboisasi
bisa dilakukan dgn penanaman massal dan menyeluruh tanaman karet
terhadap Hutan-hutan gundul Indonesia.. Rehabilitasi atau perbaikan
dapat dilakukan dgn rencana penanaman massal benih pohon karet alam
Pohon karet bisa mencengkram tanah begitu kokoh dgn akarnya, berumur
panjang dan bencana longsor bisa dikurangi.. Pohon karet termasuk yg
tahan segala cuaca baik kering maupun hujan dan sudah pasti adalah
penyuplay oksigen yg baik tersebab rimbunnya daun pohon karet.. Kita
dapat menjadikan Pohon karet selaku upaya reboisasi yg sukses
sekaligus menghasilkan, sementara Industri kayu dapat melakukan
penyesuaian menjadi industri karet olahan dgn segala produk outputnya.
. Dan peluang kita untuk menjadi juara dunia produsen terbesar
dibidang perkaretan amat sangat besar tersebab iklim Indonesia yg
tropis dan mengandung hujan sehingga karet dapat tumbuh subur
menghasilkan getah bermutu tinggi.. Kita dgn ini dapat menjadi
produsen utama segala produk berbahan dasar karet, tentunya dgn
penelitian gencar oleh ITB, BPPT, IPB,LIPI dan Lembaga Penelitian
Independent dalam rangka menciptakan dan mengkreasikan olahan Karet
terbaik bagi dunia Industri. Kita Indonesia berpeluang menjadi
Produsen Utama Dunia dgn produk ban Mobil, Produk mebel Plastik,
Produk alat rumah tangga plastik, produk dinding Plastik, dll..dst....
Sementara Jepang juara Dunia dibidang otomotif dan elektronik, Taiwan
dgn IT, Thailand dgn beras murah, China dgn mebel kayu selundupan,
tekstil ilegal dan produk bajakan ( emang ahli orang cina selaku
penyelundup dan pembajak karya), maka Indonesia dapat menjadi yg nomer
satu dibidang Tekhnologi Karet dan barangkali juga Bioenergi pengganti
energi minyak.. Ini seandainya karet menjadi primadona industri
Indonesia termasuk disini tanaman holtikultura penghasil energi
menjadi fokus penelitian continue dan terus menerus oleh peneliti dan
saintist Indonesia
Dan dgn ini kita bisa meminimalisir kejadian-kejadian bencana alam yg
marak belakangan ini, yaitu dgn perobahan total dan revolusioner atas
cara kita memperlakukan hutan dan alam
Tetapi seandainya pemerintah
kita terkhusus Departemen kehutanan dgn bintang pilemnya MS Ka'ban
masih juga menjadikan kayu hutan adalah asset yg perlu digelondongkan
kekas negara dan terus menerus bekerja sama dibelakang layar dgn
oknum-oknum perambah hutan, sambil mengelabui bangsa dgn ekspose ttg
penghijauan dan penangkapan semu.. Saya sarankan sebaiknya turun
panggung saja dari action-nya dan urus saja partainya PBB yg sekarang
perolehan suara Politik-nya menurun, sebab penonton sudah muntah..
muntah darah akibat bencana, bukan lagi muak dgn segala permainan ini.
. Dan Departemen Perdagangan dgn artis kita yg manis Mari Elka
Pangestu tidak melakukan improvisasi dan alih produk dari perdagangan
produk kayu ke produk lain, sebaiknya mengundurkan diri saja, sebab
Bencana akibat kehancuran hutan otomatis memacetkan arus perdagangan
sekaligus mengurangi kemampuan ekonomi sebuah daerah bencana dan itu
berarti pemiskinan secara sengaja bangsa yg telah jatuh miskin.. juga
seandainya Departemen Perindustrian dgn aktor barunya yaitu Fahmi
Idris yg orang sekampung saya, tidak melakukan upaya pengalihan
Indusri perkayuan ke Industri lain, sebaiknya dgn sukarela berikan
peran itu pada orang yg lebih Revolusioner dibidang Industri.. Dan
bagi Kementrian Riset dan Tekhnologi juga BPPT tidak menggencarkan
melakukan pencarian produk substitusi dari berbahan dasar kayu,
sebaiknya bubarkan saja Departemen ini dan Institusi terkait dan
rumahkan ahli nongkrong mereka yg pelahap gaji buta tanpa prestasi
penelitian apa-apa bagi kemajuan inovasi produk Indonesia.. Toh
Departemen ini hanya menghabiskan anggaran Negara tanpa hasil apa-apa.
.
Dan seandainya tidak juga ada perobahan yg signifikan bagi kelestarian
kehidupan manusia-manusia Indonesia untuk selamat dari bencana, tidak
ada lagi yg dapat saya sampaikan kecuali dgn pilu hanya dapat berucap:
RATAPI LEBIH KERAS LAGI BENCANA BERIKUTNYA WAHAI RAKYAT DAN MATILAH
INDONESIA
Maka dgn itu otomatis akan muncul SOLUSI YG KEDELAPAN yaitu:
REVOLUSI!!!
Bubarkan Indonesia.
Bubarkan Nusantara.
Bentuk Negara Kelima!
Itulah provokasi Es Ito dalam Novel fiksi historis-nya : NEGARA
KELIMA!!!
Sang
A man From Minangkabau
Pemerhati Hutan Rimba merangkap pengamat Kedunguan dan kebodohan
pemerintah!
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail makes sharing a breeze.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/