Inilah Negeri bencana… Kita disuguhi menu-menu bencana massif hampir
  sepanjang  hari. Sudah terlalu biasa kita mendengar berita Tsunami,
  gempa, tanah longsor, banjir bandang, banjir lumpur hingga bencana
  kemanusiaan berbentuk kelaparan massal sepYahukimo Papua, berikut flu
  burung, malaria dan demam berdarah disentero Negeri… Bencana sudah
  jadi sarapan pagi kita saat tuts TV dinyalakan dan plot cerita demi
  cerita nestapa diuraikan para penyiar kita dgn tanpa perasaan apa-apa…
  Dan bencana Ekonomi-Sosial terbentang dihadapan mata saat bangsa ini
  diterpa bencana demi bencana yg bisa berimplikasi politik yaitu
  KETIDAK PERCAYAAN PADA KESANGGUPAN EKSEKUTIF NEGARA MENGELOLA NEGERI
  BENCANA…
  
  Kemarin kita mendapat cerita Banjir lumpur di Jember Jatim, Bukit
  longsor di Banjarnegara Jateng, longsor di Garut, Cianjur, banjir
  bandang di Indramayu Jabar, Padang Sumbar, Bencana Banjir Lombok NTT,
  Longsor di Taman nasional Gunung Leuser Aceh Tenggara, baru-baru ini
  bencana banjir tanah longsor di Menado Sulut, Pati Jawa Tengah,
  Cirebon Jawa barat, Jalur Pantura jawa yg kesemuanya memakan korban
  jiwa, harta benda dan rumah rata dgn tanah.. Sementara kalimantan
  telah dianggap sebagai langganan banjir bandang saat sungai Barito dan
    Kahayan meluap membanjiri sebagian wilayah Kalimantan.. Dan sekarang
  banjir berjaya dipelosok negeri. Sementara pelanggan setia banjir
  lainnya yaitu Ibukota Negara kita Metropolis City Jakarta Raya yg
  megah kemungkinan kedepan diproyeksikan jadi danau raksasa tempat
  berendam massal penduduknya yg kotor, degil, benci Pohon-tanaman dan
  hobby buang sampah semaunya..
  
  Sementara laju degradasi hutan sudah berada dititik nadir.. Luas hutan
  Aceh dikabarkan 3,3 juta Hektar, 1,87 juta Ha diantaranya telah botak
  gundul..  Di palembang 1,8 juta Ha dari total 2,5 juta Ha telah habis
  dicukur..Dikalimantan taman nasional Kutai dan Taman Hutan Raya Bukit
  Soeharto rusak parah dijarah cukong tukang cukur, termasuk kawasan
  lindung kabupaten pasir kaltim..  Sementara kerusakan hutan dipulau
  Jawa tercatat 432 ribu Ha dari thn 2002-2004 saja, dan 10,7 juta
  hektar telah hancur dan diprediksikan 2008 hutan alam Jawa akan punah
  dan tercatat ada 1500 titik lokasi rawan bencana khusus di Jawa saja..
  
  Ada apa dengan negeri ini?.. Kenapa bencana tak kunjung reda?.. kenapa
  alam tak ramah dgn kita?.. Apa yg telah kita lakukan selama ini? ..Apa
  kerjaan Institusi Negara kita?  Apa kebijakan yg mereka keluarkan?..
  Apa yg salah dgn kebijakan mereka? Dan apa kesalahan kita semua????
  Ini pertanyaan yg memusingkan sekaligus memuakkan.. kenapa kita terus
  menerus berkutat dgn pertanyaan semacam ini???
  
  Ada banyak hal yg perlu kita pikirkan bersama terutama disegi
  pengelolaan alam kita yg jelas-jelas adalah salah visi dan keliru
  dalam pengambilan kebijakan.. Saat ini alam telah beralih rupa menjadi
  subjek pelaku bukan lagi objek eksploitasi.. Kehendak alam dalam
  bentuk bencana alam telah merajalela dan menimbulkan marabahaya..
  banjir, tanah longsor, air bah penuh lumpur adalah kekuatan alam yg
  kita tidak bisa mengatasinya,tidak dapat menanggulanginya dan tidak
  akan bisa diajak kompromi, kecuali dgn BERSIKAP RAMAH PADA ALAM!!!
  
  Sudahkah kita beramah tamah dgn alam??? ..Jelas Belum!!! Saya amati
  kita adalah pemangsa-pemangsa alam demi mental kapitalist kita, mental
  ambil untung demi syahwat materialisme tak berbatas… Alam dipandang
  sebagai materi dan bahan mentah saja, bukan subjek pertumbuhan yg
  diajak bekerja sama sebagaimana petunjuk dari David Hume si Inggris
  anglo saxon yg filosof empirisme abad ke 17M bahwa alam perlu
  dieksplorasi dan dieksploitasi bagi kepentingan manusia hingga alam
  bersedia mengeluarkan rahasianya dgn segala faedah yg terkandung
  didalamnya.. Dan si anglo saxon type lain yaitu John Locke si filosof
  penggagas era Industri Inggris dan ramuan dari Wealth of nation-nya
  Adam Smith si filosof kapitalis menjadikan alam adalah alat
  eksploitasi demi kepuasan optimal dan produksi maksimal dalam rangka
  hedonisme materi yg sebesar-besarnya… Ini faktor penyebab nomer satu..
  
  Penyebab berikutnya adalah KEKELIRUAN DAN KEDUNGUAN APARATUR NEGARA
  DALAM HAL PENGELOLAAN ASSET-ASSET HUTAN.. Negara telah melakukan
  kedogolan dan kebodohan yg teramat sangat demi pencapaian angka-angka
  peningkatan pendapatan negara.. Alam Indonesia kita dalam pandangan
  Pemerintah adalah alat perolehan pendapatan yg sebesar-besarnya dalam
  rangka penyehatan keuangan Nasional… Pemerintah larut dalam perangkap
  Global.. Eksport perkayuan adalah andalan utama dalam perolehan
  Devisa… Jebakan Hutang yg lumayan besar yaitu 1270an milyar Dollar
  menjadi alasan utama eksploitasi hutan kita …
  
  Kedunguan berikutnya adalah bahwa pemerintah dgn alat Keamanan negara
  yg hampir-hampir 500ribu personel pengamanan mulai dari TNI, Polri,
  Penjaga Perbatasan, Polisi hutan, pamongpraja dst tidak mampu berperan
  selaku Penjaga asset-asset berharga hutan kita.. malahan aparat-aparat
  negara kita turut larut dalam penjarahan Hutan dan sebaliknya malahan
  menjadi beking dan pelindung bagi maling, pembalak dan cukong-cukong
  tukang cukur Hutan… Dan Pejabat-pejabat militer kita pura-pura blo'on
  dan memble tidak mau tahu dgn apa yg dilakukan orang-orang internnya,
  sementara sebagian aparat kita telah beralih jadi Oknum-oknum yg turut
  bermain dalam pembalakan liar!!!
  
  Kebodohan lainnya adalah Pemerintah dalam hal ini Dep Perindustrian
  juga Dep Perdagangan tunduk dan patuh taat setia pada mekanisme pasar
  sebagaimana  nasehat dari A Big Boss yg ada di IMF and World bank
  termasuk Paris Club, bukannya berperan selaku pengatur utama
  (regulator) arus perkayuan.. Kebutuhan akan kayu yg meningkat diiringi
  dgn supply tentu akan makin menyuburkan praktek pembalakan liar
  illegal logging.. Sesuai dgn hukum Ekonomi sistem kapitalisme
  Neoliberal bahwa Demand(permintaan) akan diiringi (suppy)penawaran..
  Maka kayu yg makin dibutuhkan negara-Negara kapitalist, dunia
  Industri, dunia eksport-import, Properti, rumah rakyat, Perdagangan,
  perikanan, pasar dll akan memunculkan kegilaan ( maddnes) dalam
  menjarah hutan lebih gila lagi… Ini hukum pasar!
  
  Ketololan fatal selanjutnya yaitu: Pemerintah tidak mampu menegakkan
  Hukum, impoten dan mengalami disfungsi ereksi dalam proses Peradilan…
  Malah Pemerintah berlaku sebagai mediasi bagi cukong-cukong tukang
  cukur hutan termasuk eksportir produk-produk dari kayu olahan yg malah
    diberi angin … Dan disinyalir telah muncul apa yg dinamakan " MAFIA
  PERKAYUAN"  yg susunan pengurusnya adalah Orang-orang pemerintahan
  sendiri yg adalah oknum-oknum Pejabat pusat dan Pemda, Oknum Peradilan
  mulai dari MA, Kehakiman, Kejaksaan, termasuk pengacara nakal, Orang
  dalam Dep kehutanan, Dep Perindustrian, Dep Perdagangan dan Oknum Bea
  Cukai termasuk disini oknum-oknum TNI dan Polri selaku beking
  dibelakang, sementara Perangkat Peradilan kita dipengaruhi oleh raja-
  raja illegal Logging dgn kucuran duit … Apalagi ketika lembaran-
  lembaran uang digoyang secara erotis and menggiurkan dipuncak hidung
  mereka para oknum, goyahlah iman mereka dan uang tsb dielus, diremas
  dan masuk kantong.. terjadilah hal jahannam itu yaitu suap dan  sogok
  Sementara oknum pejabat terkait cukup dgn transaksi antar rekening
  Bank, siapa yg bisa tahu???     Hebat sekali MAFIA PERKAYUAN tsb,
  bahkan lebih, lebih dan lebih luar biasa dibanding Mafia peradilan…
  Jadi tugas Aparatur Negara adalah memperlancar arus perdagangan bagi
  aliran-aliran kayu baik yg legal maupun yg illegal.. Semuanya dalam
  rangka globalisasi pasar bebas.. Realy a fool Govenmnent!!!!!
  
  Dan Kepandiran berikutnya bahwa kayu-kayu telah menjadi primadona
  berbagai produk, sementara pemerintah selaku otorita negara tidak
  punya tata aturan yg tegas apa yg boleh dan tidak boleh lagi dijadikan
  selaku bahan produk kayu.. pemerintah kita tersebab terlalu patuhnya
  pada mekanisme pasar, maka segala produk-produk dari kayu boleh, bebas
  dan silahkan untuk dijadikan apa saja.. semua demi peningkatan arus
  perdagangan dalam negeri.. Toh kita bangsa ini sedang kelebihan
  tukang-tukang kayu, pengukir kayu, pematung, pemahat dan ahli oleh
  kayu..apalagi di Indonesia penikmat dan perindu perkayuan berjumlah
  230 juta jiwa, mulai dari mainan bayi hingga kursi goyang nenek-nenek.
  .. belum lagi yg 5 milyar lebih pemakai diberbagai belahan dunia yg
  doyan akan produk olahan kayu alam Indonesia  … Silahkan saja olah
  segala model olahan kayu asal bayar retribusi and pajak plus uang
  tutup mulut . monggoooo….
  
  Maka oleh sebab itulah, tersebab kedunguan, kepandiran, kedogolan,
  ketololan, kebodohan, kepandiran, kebegoan daaaaaaannn kekeliruan-
  kesalahan fatal Aparatur negara dalam pengelolaan Hutan kita, dgn ini
  saya rakyat yg punya hak suara mengajukan solusi-solusi bagi Hutan-
  hutan kita:
  
  SOLUSI YG PERTAMA: ROBAH PARADIGMA… Cara pandang terhadap hutan dan
  segala flora fauna adalah hal yg amat sangat besar pengaruhnya bagi
  kelangsungan hidup .. Perlu dibangun sudut pandang baru dalam memahami
  alam dan mekanismenya.. Pada dasarnya Hutan adalah kehidupan kita,
  adalah gudang air kita, adalah supply oksigen kita, adalah suaka
  margasatwa kita, adalah udara kita, dan adalah NYAWA KITA!!!… Maka
  Perlu perobahan pola pandang dalam melihat alam kita, sebab Hutan
  adalah ekosistem yg kait berkait dgn Iklim dunia, dgn kelestarian
  hidup kita manusia dan dgn kecukupan energi hidup yaitu oksigen..
  Hutan perlu dilestarikan atau pilihan lain manusia punah seiring
  punahnya oksigen murni,punahnya supply mata air dan hancurnya
  keseimbangan alam... Hutan bukan lagi bahan eksploitasi tetapi adalah
  partner manusia dalam pelestarian kehidupan..
  
  SOLUSI YG KEDUA:  GANTI SISTEM… Hutan kita bukanlah wahana Penerapan
  sistem kapitalisme Global, juga tidak arena mencetak skor keuntungan,
  juga bukan penerapan efektifitas dan efisiensi dalam kompetisi siapa
  yg paling sukses mencukur kayu Hutan dan bukan sumber pemenuhan hasrat
  konsumtif Pasar.. Kehancuran hutan adalah akibat ekspoloitasi tidak
  terbatas demi hasrat konsumtif syahwat dunia.. Hal inilah salah satu
  biang kerok kerusakan dahsyat hutan dgn isinya.. Pohon, tanaman dan
  segala makhluk hidup seisi hutan telah jadi objek dan materi bagi
  dunia industri kapitalist dalam rangka  perburuan keuntungan…
  Unlimited profits keuntungan tak terbatas adalah tujuan utama ..Sebab
  itu asset hutan begitu menggiurkan dimata industrial tanpa kesadaran
  ekologi.. Dan ketololan Pemerintah kita malahan menjadi agen bagi
  kapitalist investor untuk memenuhi syahwat benefits ndak kenal batas
  ini.. Pemerintah bukannya selaku Regulator yg mengatur arus hasil
  hutan, malahan adalah agen utama pemberi izin HPH (Hak Pengusahaan
  Hutan) dgn harapan pajak, izin usaha,Bea Cukai dan deviden mengalir ke
  kas negara dalam upaya pelunasan hutang jebakan.. Kedunguan ini
  diperparah oleh keinginan untuk menjadikan Indonesia selaku pemain
  utama dibidang Industri olahan kayu, Industri kayu lapis plywood, dan
  segala bentuk Industri kerajinan perkayuan terutama mebel .. Dilema
  ini semakin diperburuk lagi oleh Rencana keputusan kontroversial
  Menteri Kehutanan yg memberi izin perambahan Hutan pada 3000 HPH dgn
  peningkatan Produksi kayu gelondongan dgn harapan gelondongan
  keuntungan mengalir deras ke kas Dep Kehutanan dan Dep Keuangan,
  sambil mengelabui bangsa dgn upaya penghijauan dan reboisasi sana-sini
  dgn ekspose dari pers.. Pemerintah kita betul-betul dalam jebakan
  NeoLiberalisme kapitalisme sekaligus melakukan penipuan terhadap
  bangsa ini... Maka perlu putar arah dan Negara adalah selaku penentu
  Utama bukan melakukan deregulasi serahkan pada pasar tok ..
  
  SOLUSI YG KETIGA.. TURUNKAN TINGKAT KONSUMSI.. Demand and Supply atau
  permintaan dan penawaran adalah mekanisme pasar yg perlu dikendalikan
  segera.. Ketaatan pada pasar telah membikin Hutan kita nyaris habis
  dicukur cukong-cukong tukang gundul hutan berikut kaki tangannya
  penduduk setempat dgn oknum-oknum TNI-Polri selaku bodyguard setia..
  Pemerintah dalam hal ini Dep Perindustrian, Dep Perdagangan perlu
  membatasi konsumsi segala produk berbahan dasar kayu.. Permintaan yg
  meningkat-lah salah satu biang kerok dari kehancuran ekosistem..
  keinginan memenuhi permintaan membikin semua orang yg terlibat menjadi
  gila untuk segera memenuhi order.. apalagi kayu hasil alam kita adalah
  salah satu yg paling berkwalitas didunia, dan uberan terhadap kayu
  Indonesia begitu dahsyat sehingga laju perambahan Hutan menjadi
  dahsyat juga efeknya.. Maka tugas utama negara dgn aparaturnya adalah:
  Turunkan atau minimalkan kebutuhan akan segala produk olahan kayu,
  otomatis incaran akan kayu hutan menjadi turun dan normal.. Ndak perlu
  kita jadi jawara produsen kayu gelondongan dunia, ndak perlu kita
  juara produk kayu lapis,.. tidak perlu tunduk pada logika Pasar bebas…
  
  SOLUSI YG KEEMPAT: KURANGI PRODUK DARI BAHAN KAYU… Kita sadari
  turunnya Permintaan berimbas pada produksi dan usaha Industri..
  Industri kayu adalah yg paling terpukul jika produk kayu Indonesia
  dibatasi.. Apalagi seandainya Pemerintah terkhusus Dep Perdagangan
  mengeluarkan tata Niaga ttg apa yg boleh dijadikan bahan dasar kayu,
  mana yg tidak.. Dan peraturan itu dikuatkan dgn Proses Hukum yg ketat
  bagi siapa saja yg melanggar.. memang perlu waktu minimal beberapa
  tahun kedepan dalam sosialisasinya, supaya Industri kayu dgn segala
  Produk olahan dan output segera robah haluan ke bidang Industri olahan
  lain.. Apalagi pekerja juga butuh penyesuaian dari kebiasaan jadi
  pengrajin kayu, menjadi pengrajin produk lain.. Tetapi jika tidak
  dimulai dari sekarang, APA KITA PERLU MENGHABISKAN SEGALA KAYU HUTAN
  KITA, BARU KITA ROBAH HALUAN???… Tolol dan bodoh teramat sangat kalau
  hal ini dilakukan… Hutan yg hancur berujung bencana, anak kecil juga
  tahu.. APA PERLU BENCANA MAKIN DAHSYAT KEDEPAN, BARU KITA CARI UPAYA
  LAIN??? Very Stupid kalau ini jadi rencana… yg terbaik adalah kita
  perlu turunkan permintaan akan bahan kayu dan produksi segala bahan
  hidup yg TIDAK LAGI BERBAHAN DASAR KAYU.. Wajib  dibatasi dan
  dikurangi produk-produk dari kayu, sep Kursi kayu, meja kayu, lemari
  kayu, kaca kayu, tempat tidur kayu, juga minimalkan produk etalase
  kayu, pintu kayu, jendela kayu, kusen kayu, Fentilasi kayu termasuk
  tonggak kayu, rumah kayu, fondasi kayu,bangunan kayu, juga kurangi
  pengepakan dari kayu terutama pasar komersial dgn tempat simpanan
  kayu, pengepakan kayu, tong kayu bahkan kalau perlu ganti gagang pacul
  petani dari bahan dasar kayu jadi bahan dasar lain
  
  SOLUSI YG KELIMA: OLAH PRODUK SUBSTITUSI.. Jika kayu tidak lagi
  menjadi materi dasar, yg terbaik sebagai pengganti adalah produk
  berbahan dasar plastik dgn hasil olahan dari karet yg bisa saja
  dicampur atau diramu dgn materi logam.. karet dapat dihasilkan oleh
  alam… karet adalah Renewable Resources, atau produk yg dapat
  diperbaharui, artinya Plastik asal dari karet bisa menjadi substitusi
  pengganti produk berbahan dasar kayu.. Plastik yg diperkokoh dgn logam
  bisa dijadikan primadona produk-produk Industri masa depan Indonesia..
  Kita bisa membuat apa saja produk berbahan dasar karet, mulai dari
  kursi, meja, lemari, pengepakan, pengemasan, atap rumah, dinding
  rumah, fentilasi, pintu, jendela, ban mobil, karesori otomatif,
  bangunan dan segala perabotan rumah tangga.. Dan pengrajin kayu kita
  bisa beralih profesi menjadi pengrajin produk-produk berbahan dasar
  karet dgn plastik logam olahan..
  
  SOLUSI YG KEENAM:SOSIALISASI.. Perlu sosialisasi bahwa kayu bukan
  segala-galanya.. Pemerintah terkhusus Departemen Komunikasi dan
  Informasi perlu melakukan upaya secara kontinue dan bertahap sesuai
  kesanggupan dunia Industri dan UKM menyediakan produk-produk non kayu.
  . Dan hal ini pada tahap awal selaku start yg baik menpera (Menteri
  Perumahan Rakyat) dapat saja mengambil keputusan untuk menihilkan
  pemakaian bahan-bahan kayu dalam pembikinan rumah Sederhana (RS)dan
  RSS Rumah Sangat Sederhana termasuk Segala Proyek pemerintah dapat
  meminimalkan konsumsi produk kayu… Ini wajib dilakukan, atau rakyat
  tidak percaya pada segala Informasi Pemerintah terkait substitusi
  kayu…
  
  SOLUSI KE TUJUH: REBOISASI DGN POHON KARET..Penghijauan atau reboisasi
  bisa dilakukan dgn penanaman massal dan menyeluruh tanaman karet
  terhadap Hutan-hutan gundul Indonesia.. Rehabilitasi atau perbaikan
  dapat dilakukan dgn rencana penanaman massal benih pohon karet alam…
  Pohon karet bisa mencengkram tanah begitu kokoh dgn akarnya, berumur
  panjang dan bencana longsor bisa dikurangi.. Pohon karet termasuk yg
  tahan segala cuaca baik kering maupun hujan dan sudah pasti adalah
  penyuplay oksigen yg baik tersebab rimbunnya daun pohon karet.. Kita
  dapat menjadikan Pohon karet selaku upaya reboisasi yg sukses
  sekaligus menghasilkan, sementara Industri kayu dapat melakukan
  penyesuaian menjadi industri karet olahan dgn segala produk outputnya.
  . Dan peluang kita untuk menjadi juara dunia produsen terbesar
  dibidang perkaretan amat sangat besar tersebab iklim Indonesia yg
  tropis dan mengandung hujan sehingga karet dapat tumbuh subur
  menghasilkan getah bermutu tinggi.. Kita dgn ini dapat menjadi
  produsen utama segala produk berbahan dasar karet, tentunya dgn
  penelitian gencar oleh ITB, BPPT, IPB,LIPI dan Lembaga Penelitian
  Independent dalam rangka menciptakan dan mengkreasikan olahan Karet
  terbaik bagi dunia Industri. Kita Indonesia berpeluang menjadi
  Produsen Utama Dunia  dgn produk ban Mobil, Produk mebel Plastik,
  Produk alat rumah tangga plastik, produk dinding Plastik, dll..dst....
  Sementara Jepang juara Dunia dibidang otomotif dan elektronik, Taiwan
  dgn IT, Thailand dgn beras murah, China dgn mebel kayu selundupan,
  tekstil ilegal dan produk bajakan ( emang ahli orang cina selaku
  penyelundup dan pembajak karya), maka Indonesia dapat menjadi yg nomer
  satu dibidang Tekhnologi Karet dan barangkali juga Bioenergi pengganti
  energi minyak.. Ini seandainya karet menjadi primadona industri
  Indonesia termasuk disini  tanaman holtikultura penghasil energi
  menjadi fokus penelitian continue dan terus menerus oleh peneliti dan
  saintist Indonesia…
  
  Dan dgn ini kita bisa meminimalisir kejadian-kejadian bencana alam yg
  marak belakangan ini, yaitu dgn perobahan total dan revolusioner atas
  cara kita memperlakukan hutan dan alam… Tetapi seandainya pemerintah
  kita terkhusus Departemen kehutanan dgn bintang pilemnya MS Ka'ban
  masih juga menjadikan kayu hutan adalah asset yg perlu digelondongkan
  kekas negara dan terus menerus bekerja sama dibelakang layar dgn
  oknum-oknum perambah hutan, sambil mengelabui bangsa dgn ekspose ttg
  penghijauan dan penangkapan semu.. Saya sarankan sebaiknya turun
  panggung saja dari action-nya dan urus saja partainya PBB yg sekarang
  perolehan suara Politik-nya menurun, sebab penonton sudah muntah..
  muntah darah akibat bencana, bukan lagi muak dgn segala permainan ini.
  . Dan Departemen Perdagangan dgn artis kita yg manis Mari Elka
  Pangestu tidak melakukan improvisasi dan alih produk dari perdagangan
  produk kayu ke produk lain, sebaiknya mengundurkan diri saja, sebab
  Bencana akibat kehancuran hutan otomatis memacetkan arus perdagangan
  sekaligus mengurangi kemampuan ekonomi sebuah daerah bencana dan itu
  berarti pemiskinan secara sengaja bangsa yg telah jatuh miskin..  juga
  seandainya Departemen Perindustrian dgn aktor barunya yaitu Fahmi
  Idris yg orang sekampung saya, tidak melakukan upaya pengalihan
  Indusri perkayuan ke Industri lain, sebaiknya dgn sukarela berikan
  peran itu pada orang yg lebih Revolusioner dibidang Industri.. Dan
  bagi Kementrian Riset  dan Tekhnologi juga BPPT tidak menggencarkan
  melakukan pencarian produk substitusi dari berbahan dasar kayu,
  sebaiknya bubarkan saja Departemen ini dan Institusi terkait dan
  rumahkan ahli nongkrong mereka yg pelahap gaji buta tanpa prestasi
  penelitian apa-apa bagi kemajuan inovasi produk Indonesia.. Toh
  Departemen ini hanya menghabiskan anggaran Negara tanpa hasil apa-apa.
  .
  
  Dan seandainya tidak juga ada perobahan yg signifikan bagi kelestarian
  kehidupan manusia-manusia Indonesia untuk selamat dari bencana, tidak
  ada lagi yg dapat saya sampaikan kecuali dgn pilu hanya dapat berucap:
  RATAPI LEBIH KERAS LAGI BENCANA BERIKUTNYA WAHAI RAKYAT DAN MATILAH
  INDONESIA…
  
  Maka dgn itu otomatis akan muncul SOLUSI YG KEDELAPAN  yaitu:
  REVOLUSI!!!
  
  Bubarkan Indonesia.
  Bubarkan Nusantara.
  Bentuk Negara Kelima!
  
  Itulah provokasi Es Ito dalam Novel  fiksi historis-nya : NEGARA
  KELIMA!!!
  
  
  Sang
  A man From Minangkabau
  
  Pemerhati Hutan Rimba merangkap pengamat Kedunguan dan kebodohan
  pemerintah!
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
   
   
                
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke