Hubungan diplomatik Indonesia dan Australia dalam keadaan buruk saat ini. Mungkin bisa dikatakan terburuk setelah Australia mengirim pasukan ke Timor Timur. Hubungan diplomatik menjadi membaik setelah John Howard datang pada saat pelantikan Presiden SBY dan setelah itu keadaan menjadi semakin membaik setelah Australia mengirim tim forensik pada saat Bom Bali dan membantu korban tsunami sehingga keadaan semakin mulus.
Pemberian visa kepada 43 orang Papua baru-baru ini membuat Indonesia berang. Menurut versi Indonesia, hal ini merupakan pembenaran oleh Australia bahwa terjadi genocide di Papua dan juga, seperti tipikal bule, yang menerapkan standar ganda masalah visa pengungsi. Pengungsi dari Timur Tengah yang pemerintahnya jelas despotik kapalnya langsung dibakar tanpa banyak cingcong. Sementara, warga Indonesia asal Papua yang berasal dari negara demokratik diberikan visa. Para nasionalis di DPR berteriak untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Australia. Presiden SBY mengatakan tidak akan berdialog denganh PM Howard menyangkut masalah ini, sehingga Dubes Indonesia pun dipanggil pulang sebagai tindakan protes atas masalah ini. Apalagi dengan isu bahwa Australia akan mendukung kemerdekaan Papua seperti omongan anggota parlemen Australia. Tapi pemerintah Indonesia sudah menegaskan tidak akan ada pemutusan hubungan diplomatik dengan tetangga Australia. Pemutusan hubungan diplomatik hanya merupakan tindakan emosional dan tentu saja tidak akan menyelesaikan masalah. Kedua negara mempunyai karakteristik yang sangat berbeda, tidak seperti karakteristik negara Asean, yang mirip satu sama lain. Apalagi dalam hubungan kerja sama bisnis bilateral. Kedua negara saling tergantung satu sama lain, sehingga terlalu besar 'damage' yang akan terjadi bila ada pemutusan hubungan diplomatik. Kedua negara punya kedaulatannya masing-masing dan diharapkan keduanya mengerti tentang hal ini. Seperti kasus Corby dan pelaku narkotik dari Australia lainnya yang mendapat ganjaran hukuman berat oleh pengadilan Indonesia, lalu diprotes secara emosional di Australia. Saat ini kasus pemberian visa sebaiknya ditanggapi dengan kepala dingin dengan mementingkan kepentingan hidup bertetangga dan memahami karakter kedua negara Australia dan Indonesia. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
