Sampai2 burung Garuda yang terdiri dari besi dan diisi tehnik canggihpun di 
negara kita ini bisa kena / terserang flu burung. Flu burungnya...... virusnya 
bukan datang/ asal  dari luaran, nanti kalau dari luaran,.. wah pemerintah bisa 
ngamuk2 lagi. Bisa2 dibilang ada intervensi dari luar seperti perkara larinya 
bangsa dewek asal Papua yang sudah kapok manggon di tanah air sendiri.
   
  Flu/virus ini asalnya dari tubuh burung Garuda sendiri. Ini namanya dalam 
tubuh burung Garuda itu ternyata kedapatan adanya DNA yang membawa atau 
mengandung virus ini secara inherent. Virus salah ngatur (mismanagement) dan 
terutama virus korupsi itu yang membikin burung Garuda sakit keras sekarang. 
Sakitnya sudah mencapai komatoos dan ajalnya sudah senen kemis. Orang2 pinter 
di Indonesia bilang kalau sakit macam begini perlu disuntik dan dokternya 
namanya Dr Pemjak (pemerintah-jakarta) bilang ini perlu mengambil obat serumnya 
dari APBN. Hopo tumon .
   
  Memang bisa sembuh sebentaran saja, tapi sakit ini akan kambuh lagi karena 
obat serumnya salah, obatnya ini malahan menjadikan virus dalam tubuh burung 
Garuda makin ganas . Lha terang saja kan, lha wong virus itu selain tukang 
korupsi juga virus mismanagement yang membikin burung Garuda ngak akan bakalan 
sembuh2.
   
  Kenapa Indonesia-ku ini selalu memberi aku berita kalang kabut semacam ini. 
Sekali-kali berilah aku kabar gembira.
   
  Harry Adinegara
  

    
 Analisis Ekonomi
 Duh Garuda
 Didik J Rachbini
  
 GARUDA akan disuntik APBN? Jawabnya ya dan tidak. Yang pertama karena
 alasan agar tetap hidup sebagai pembawa bendera bangsa. Yang kedua tidak
 karena menguras APBN sama dengan mengambil uang rakyat untuk kesalahan
 kolektif di perusahaan dan KKN.
 Pertanyaan ini menggelitik tidak hanya secara korporasi tetapi juga 
secara
 politik. Dan, masih terus ada pertanyaan lanjutan, jika ada keputusan
 politik disuntik dengan APBN, apakah bisa sehat atau tidak?
 Pertanyaan tidak berhenti di sini, tetapi juga ada gugatan bahwa secara
 ekonomi politik suntikan dana APBN tersebut tidak feasible secara 
politik.
 Sebab, keputusan politik tersebut tidak tidak dapat dipertanggungjawabkan
 rasionalitasnya.

 Anggaran pendidikan yang terbatas, anggaran kesehatan, anggaran untuk
 kemiskinan, dan sejenisnya tidak bisa dengan gampang diambil untuk 
menomboki
 kebangkrutan BUMN. Kita tidak bisa membiayai kebangkrutan Garuda dengan 
dana
 APBN, yang dikumpulkan dari pajak rakyat.
 Berapa banyak dana APBN harus dikuras untuk menomboki kerugian Garuda?
 Jumlah utang BUMN ini sangat fantastis, yang merupakan cerminan besarnya
 masalah yang dihadapi BUMN tersebut. Sementara itu, proses perbaikan 
intern
 tidak kelihatan nyata. Manajemen Garuda berjalan seperti biasa. Hal itu
 menandakan bahwa kepedulian terhadap krisis intern jauh dari memadai.



                
---------------------------------
On Yahoo!7
  Messenger: Make free PC-to-PC calls to your friends overseas. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke