Berita hari ini adalah Polisi mengejar empat orang penembak mahasiswa
UNCEN yang dikatakannya sebagai penembak gelap, padahal tiga hari yang
lalu pemerintah memprotes Australia yang dituduh menyebarkan berita
bohong tentang jatuhnya korban2 mahasiswa Uncen akibat penembakan
terang2an.

Enggak lucu khan, disatu pihak pemerintah sebelumnya menyangkal adanya
penembakan sehingga banyak mahasiswa melarikan diri ke gunung2 dan
sebagian minta perlindungan suaka politik kepada LSM Australia. 
Mereka mengatakan Australia double standard, padahal Indonesia itulah
berbohong bukan double standard.  Fitnah2 disebarkan kepada Australia
oleh umat Allah yang menuduh bahwa Australia membayar mahasiswa2 itu
untuk men-jelek2an Indonesia.  Untuk apa Auistralia mengeluarkan dana
untuk men-jelek2an sesuatu yang sudah ketahuan jelek ???  Kita semua
orang Indonesia juga sudah tahu koq kalo pemerintah RI itu pembohong,
pemfitnah, bahkan sering antar mereka saling memfitnah dimuka
rakyatnya dimana kedua pihak sama2 tidak tahu malu.

Tuduhan yang aneh lagi adalah dikatakan Australia intervensi urusan
dalam negeri Indonesia, padahal sebaliknyalah yang terjadi, masuknya
immigran gelap ke Australia dari Indonesia itulah yang merupakan
pelanggaran yang kemudian RI turut campur mengintervensi kebijaksanaan
keimigrasian Australia yang memberi suaka politik kepada pendatang2
dari Indonesia ini.  Dalam hal ini jelas2 yang intervensi itu adalah
RI, koq bisa2nya dibalik memfitnah Australia yang mengintervensi ???

Kalo memang pemerintah RI itu jujur dan benar, kenapa tidak langsung
berhadapan di forum Internasional dalam diskusi terbuka ????  Dan
kenapa takut memutuskan hubungan diplomatik ???  Kalo dutabesar
sendiri sudah ditarik, kenapa takut mengusir dutabesar Australia ??? 
Jelasnya disini ada ketidak jujuran !!!

Saya junjung, dukung, mengakui dan menghargai perjuangan rakyat Papua
untuk mencapai kemerdekaannya.  Memang benar, ras Papua itu sama
sekali beda dengan ras Melayu dan mereka berhak atas hak asasi mereka
yang sah dalam mendirikan negaranya sendiri.  PNG itulah saudara2
mereka satu ras yang syah bukan melayu penipu yang cuma benalu pemeras
dan penghisap darah bangsa yang dianggapnya lebih rendah dari dirinya.

Viva Australia, terima kasih saya ucapkan kepada bangsa anda yang
begitu sensitive tersentuh rasa kemanusiaan yang manusiawi kepada
bangsa Indonesia yang tidak tahu diri ini.  Australia harus melindungi
yang lemah dari kebrutalan yang kuat yang sangat rasialistist. 
Australia mengemban tanggung jawab hukum Internasional dalam
penegakkan HAM terutama menghadapi kecurangan, keculasan, dan
kejahatan tetangganya yang Melayu ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke