Sekjen Formappi bilang kalau anggota DPR itu benar2 melukai hati rakyat dan 
tidak bertanggung jawab terhadap kostituen-nya.
   
  Aku koq ngak ngerti kenapa orang tidak mengerti ya. Sudah sejak pemilu yang 
terachir aku sudah mengendus bau busuk. Walaupun delegasi dari LN yang ikut 
memantau pemilu ini bilang kalau pemilu kali ini di Indonesia dilakukan dengan 
tertib, aman, transparan , tapi mereka (pihak LN) tidak mengendus bau busuknya 
peranan duit di pemilu. Bahkan KPU-nya sendiri kena "musibah" korupsi, apalagi 
"calon2 wakil rakyat" itu semuanya terpilih selain mewakili partai yang bobrok 
,deldel duwel juga individunya memang semuanya babak bundas wataknya.
   
   Nah inilah akibatnya kalau dapat wakil yang kelihatan dipilih tapi caranya 
pemilihan itu sendiri yang deldel duwel.
   
  Jadi di lihat dari pojok manapun soal DPR dan anggota2nya ya akan mementaskan 
adegan yang deldel duwel, lha wong caranya milih mereka itu juga babak bundas. 
Jadi ngak perlu heran kalau anggota2 "wakil rakyat" ini cuman kerjanya jalan2, 
berkat pemilu yang berdasrkan duit. Simple as that!
   
  Harry Adinegara
  

  
DPR Hamburkan Rp16 Miliar

a.. Hendak jalan-jalan ke luar negeri lagi 


Jakarta, BPost
Di tengah kondisi rakyat yang belum pulih dari krisis ekonomi, para wakil 
rakyat di DPR justru bersiap menghabiskan uang negara Rp16 miliar. Uang 
sebanyak itu disiapkan untuk membayar ongkos plesiran ke 14 negara. Programnya 
dinamai pengiriman delegasi muhibah dan delegasi teknis DPR berdasarkan 
undangan dari parlemen luar negeri. 

Mengantipasi gejolak, Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Abdillah Toha 
bahkan meminta pers dan masyarakat supaya menyikapinya dengan bijak dan tidak 
dibesar-besarkan. Kader PAN ini menjelaskan, pengiriman delegasi kerja sama 
bilateral DPR ini baru terealisasi ke Jerman. 

"Sementara 13 negara yang belum dikunjungi itu adalah Suriah, Korea Utara, 
Cili, Yordania, Cina, Rusia, Italia, Prancis, Jepang, Venezuela, Slovakia, 
Belgia dan Korea Selatan," kata Abdillah Thoha dalam keterangannya di Gedung 
DPR, Jakarta, kemarin. 

Selain itu, kata Abdillah, ada juga kunjungan muhibah yang direncanakan ke 
delapan negara. Dari rencana itu dua yang terealisasi, Iran dan Kamboja. 

"Sedangkan enam negara lainnya belum. Yaitu Malaysia, Brunei, Korea Selatan, 
Aljazair, Libya, Arab Saudi, dan Portugal," ungkapnya. 

Menanggapi ini, Sekjen Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) 
Sebastian Salang menyesalkan hal tersebut. 

"Ini gila. Kalau itu benar, maka sama saja mereka telah melukai hati rakyat 
yang makin terjepit karena berbagai masalah di Tanah Air. Mereka wakil rakyat, 
masa melukai hati konstituennya sendiri," sesalnya. 

Apalagi, lanjut Salang, selama ini agenda anggota parlemen ke luar negeri dan 
hasil-hasilnya tidak pernah dirasakan rakyat. 

"Karenanya, kalau bisa ditinjau lagi, apalagi ini menyangkut anggaran yang 
mereka naikkan dua kali lipat dibanding tahun lalu," tandasnya. 

Namun Abdillah menampik kunjungan ke luar negeri tak ada manfaatnya. "Kunjungan 
ke luar negeri itu sangat bermanfaat untuk membangun hubungan antar parlemen 
dan menambah wawasan," jawabnya. 

Menurut ketua DPP PAN ini, BKSAP adalah alat kelengkapan DPR yang resmi 
menangani urusan luar negeri untuk menjalin dan membina hubungan persahabatan 
DPR dengan parlemen negara lain, baik secara bilateral maupun multilateral. 

Guna mencapai hasil yang optimal, untuk periode 2006-2007, BKSAP membagi 
lingkup kerjanya ke dalam 4 desk. Pertama, desk IPU dan organisasi 
international. Kedua, desk IPO, Asia Pasific dan Organisasi Regional. Ketiga, 
desk bilateral Asia Pasific, Amerika dan PBB. Dan keempat, desk bilateral 
Eropa, Afrika, Timur Tengah dan OKI. 

Untuk mengefektifkan peningkatan mutu hubungan kerja sama bilateral, BKSAP 
membentuk grup kerja sama bilateral yang sejak 1993 telah menjalin 35 bentuk 
kerjasama yang telah terbentuk. 

Selain melakukan kunjungan, tahun ini, BKSAP juga menerima kunjungan delegasi 
parlemen dari negara-negara lain. Sementara mengenai kunjungan ke Australia, 
Abdillah mengatakan, BSKAP tidak akan melakukan kunjungan negara Kanguru ini. 
rmc


[Non-text portions of this message have been removed]



                
---------------------------------
On Yahoo!7 
  Answers: Real people ask and answer questions on any topic. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke