Dengan orang Islam yang meledakkan bom dan rajin membakar gereja
serta punya hobby melakukan sweeping terhadap orang asing,
seperti terhadap orang Australia baru-baru ini, maka modal itu
akan terus pergi ke Vietnam atau Tiongkok atau India
misalnya...
Islam itu, saya ulang adalah laknatullah...
Yang menyengsarakan Indonesia itu adalah ajaran dan orang
Islam..
On 11 Apr 2006, at 22:03, Mielan Fatmawati wrote:
> Omong kosong semua dengan perkataan dari pejabat kita tentang iklim
> investasi. Saat ini indonesia sudah gawat sekali, investasi yang
> terjadi dalam skala yang kecil dan tidak ada yang besar. Justru biaya
> yang dikeluarkan oleh pejabat2 utk merayu dan mengemis2 sambil jalan2
> di luar negeri bisa lebih besar dari nilai investasinya. Daerah2,
> seperti Papua menyimpan banyak potensi, tp siapa yang berani investasi
> kalau masih banyak masalah. Harapan kita cuma bergantung pada investor
> lokal. Tp keliatan sekali, pengusaha skala besar juga semakin hati2
> menanamkan modal di indonesia. Kalau mau nawarin project, berikan
> gambaran yang jelas secara nyata keuntungannya, bahkan keuntungan ini
> bisa jauh menutup semua cost plus resiko, maka mungkin ada investor
> yang masuk. Seperti blok cepu misalnya.
>
> Tidak adanya kepastian hukum, golongan islam fundamentalis yang makin
> naik daun, cost yang semakin tinggi, dll membuat indonesia jauh2 kalah
> menarik dibanding negara2 lainnya.
>
> Dari segi kebijakan science dan economic juga tidak jelas arahnya.
> Presiden kita khan doktor dari IPB, apakah sudah disusun kebijakan
> ekonomi pertanian yang jelas. Mau kemana teknologi Indonesia? Tim
> ekonomi sibuk utk urusan gali lubang tutup lubang masalah2 yang sudah
> akut, sedangkan secara jangka panjang belon tertangani secara jelas.
> Pendidikan juga masih amburadul, mana itu dampak dari UU pendidikan,
> omong kosong semua.
>
> Jadi kesimpulan saya, secara makro comparative atau pun competitive
> advatages, indonesia sudah jauh ketinggalan daripada negara2 lain di
> Asia.
>
> On 4/11/06, awesomedong_2005 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > >
> > > Harian Media Indonesia , hari Selasa, 11 April 2006
> > >
> > > Belenggu Investasi
> > > Namun, sebulan lebih paket itu diluncurkan, seperti tidak ada
> > tanda-tanda
> > > investasi menggeliat. Kita tahu investasi memang bukan lampu
> > Aladdin, juga
> > > bukan seperti pintu yang tertutup oleh seribu kunci. Peluang itu
> > ada.
> > > Tetapi, hal-hal yang memberatkan pengusaha (tidak usah pengusaha
> > asing),
> > > para saudagar lokal pun masih merasa kesulitan.
> > >
> > > Bahkan, hampir semua daerah mengeluhkan praktik-praktik lama yang
> > masih
> > > terus terjadi dan seperti tidak ada jalan keluarnya. Praktik-
> > praktik itu
> > > antara lain perizinan yang berbelit, pungutan liar yang masih
> > merajalela,
> > > infrastruktur yang hancur, dan keamanan yang rendah.
> > >
> > > Infrastruktur jalan yang hancur di hampir seluruh Indonesia jelas
> > > menyebabkan biaya angkut menjadi naik dua kali lipat. Tidak jarang
> > > komoditas pertanian yang tidak tahan lama sering kali membusuk
> > dalam
> > > perjalanan. Dan, yang menjengkelkan di Republik ini kerusakan
> > jalan selalu
> > > dimanfaatkan sebagai ladang pemerasan oleh para preman.
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> Milis 3D (Yahoogroups, Forum Apakabar dan homepage Apakabar)
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/