Pada awal Maret 2006 Dr telah menjatuhkan vonis yang terakhir bagi 
saya, dimana ia menyatakan, bahwa hidup saya sebenarnya hanya 
tinggal hitungan hari atau minggu saja. Hal inilah yang membuat saya 
terguncang dan bingung sekali. Rasanya saya ingin berteriak minta 
tolong, tetapi kepada siapa? Saya sudah tidak memiliki siapa-siapa 
lagi, selain seorang ibu tua yang sudah sakit pula. Apakah saya 
harus menambah beban pikiran maupun penderitaannya dengan 
menceritakan bahwa masa hidup saya ini sebenarnya sudah tidak lama 
lagi. 
 
Oleh sebab itulah untuk melepaskan luapan isi hati ini, saya menulis 
dan mencurahkannya kepada mang Ucup, mungkin sebagai pelampiasan 
rasa kesal, capek, bingung tanpa bisa berbuat apa-apa maupun rasa 
sedih hati saya. 
 
Saya pribadi tidak pernah bertemu dengan mang Ucup dan mengenal 
beliaupun hanya melalui sentuhan tulisannya saja di www.mangucup.org 
yang sering menggugah hati dan membuat saya untuk turut 
merenungkannya. Dari segi usia pun, beliau hampir sebaya dengan ayah 
saya. Mungkin inilah jeritan isi hati saya yang terakhir, bersama 
air mata saya tuangkan melalui e-mail serasa ingin bersandar di 
pelukan seorang ayah yang bisa menguatkan hati saya.
 
Tadinya harapan saya dengan menjalankan terapi penyinaran atau 
chemoterapi ini, saya bisa memperpanjang usia saya. Bukannya untuk 
saya, melainkan untuk ibu saya. Saya merasa takut dan kasihan 
apabila harus meninggalkan ibu saya seorang diri, siapa yang 
nantinya bisa dan mau mengurus ibu saya, setelah saya tiada, karena 
saya adalah putri tunggal satu-satunya. 
 
Pada saat ini seharusnya sayalah yang mengurus dan merawat ibu saya, 
tetapi kenyataannya hal kebalikannya yang terjadi dimana ibu harus 
merawat dan menjaga saya siang dan malam. Tidak ada hal yang 
istimewa yang bisa ia berikan untuk membantu saya selain doa serta 
air matanya.
 
Tgl 19 April yang akan datang ini adalah hari ulang tahun saya yang 
ke 33. Apakah saya masih akan bisa mengalaminya? Entahlah! Tetapi 
yang sudah pasti ini adalah hari ulang tahun saya yang terakhir. 
 
Melalui chemoterapi rambut saya telah menjadi rontok semua. Bagi 
seorang perempuan rambut dan payudara adalah milik tubuhnya yang 
paling berharga, tetapi inipun sudah diambil dari saya. Saya telah 
kehilangan semua yang menjadi dambaan bagi kaum perempuan, masa 
depan, karier, pasangan hidup, payudara maupun rambut dan sekarang 
kenyataan pahit lainnya  yang harus saya terima ialah tidak lama 
lagi hidup sayapun bukan menjadi milik saya lagi. 
 
Kenyataan pahit yang harus saya terima, dimana milik saya yang 
terakhir inipun akan diambil juga dari saya. 
 
Terkadang kalau saya sudah tidak tahan lagi, tak kuasa menanggung 
beratnya beban ini hanya untuk sekedar menghibur diri, saya membuka 
kembali foto album sambil melihat foto-foto ketika saya masih 
sekolah, pada saat saya masih remaja dan juga ketika ayah saya masih 
hidup. Tanpa bisa ditahan lagi turunlah air mata saya berlinang, 
karena semua foto-foto tsb tidak lama hanya akan menjadi kenang-
kenangan yang tak bernilai lagi. 
 
Ketika saya masih sekolah saya mendambakan ingin punya keluarga yang 
bahagia dengan banyak anak dan juga mempunyai banyak cucu tetapi 
jangankan bisa punya anak, punya suami pun tak terkabulkan. Tak 
pernah terpikirkan oleh saya bahwa usia saya hanya bisa mencapai 33 
tahun saja.
 
Apa yang harus saya lakukan sambil menunggu kedatangan sang malaikat 
maut ini? Apakah malaikat maut ini yang nantinya akan menjadi tamu 
utama pada hari ulang tahun saya yang ke 33? Atau mungkin juga ia 
akan datang lebih awal lagi? Nasehat dan saran apa yang bisa 
diberikan kepada saya yang sudah tidak memiliki harapan maupun masa 
hidup lagi di dunia ini sekedar dalam penantian datangnya sang 
malaikat maut.  
 
Yang sudah pasti, ada saya ataupun tanpa saya, dunia akan tetap 
berputar. Di sinilah saya baru sadar, bahwa kelahiran maupun 
kehidupan saya di dunia ini sebenarnya tidak membawa arti ataupun 
perubahan apapun juga, hal inilah yang membuat saya menjadi bersedih 
hati, karena kehidupan saya ini tidak bermakna dan tidak bermanfaat 
sama sekali entah untuk siapapun juga. Saya harus mati seorang diri 
tanpa kasih dan tanpa ada orang yang mau peduli.
Salam Annie
 
Usulan dari mang Ucup: 
Bagi rekan-rekan dan para pembaca yang saya muliakan, bagi mereka 
yang merasa bersimpati kepada Annie, maukah Anda memberikan dukungan 
dan kepedulian dengan doa untuk Annie maupun dengan cara mengirimkan 
Kartu Ucapan Selamat Hari Ulang Tahun ataupun Potscard untuk Annie. 
Agar Annie dapat merasakan secara nyata bahwa ia tidak harus mati 
seorang diri tanpa adanya rasa kasih.  Kartu mohon dikirimkan ke 
alamat yang tercantum dibawah ini:
 
Ibu Annie
d/a Bpk Robertus Agus Waskito
Jl. Terbayan Selatan 156A
Ungaran 50511
Indonesia
 
Saya yakin bahwa masih banyak orang di dunia ini yang mengasihi 
Annie walaupun kita tidak mengenalnya secara pribadi sekalipun juga. 
Bagaimana dingin dan bagaimana komersilnya dunia ini, tetapi mang 
Ucup berkeyakinan penuh masih banyak orang yang mau berbagi kasih 
dengan Annie. Oleh sebab itulah kirimkanlah kartu HUT kepadanya. 
Terima kasih sebelumnya.

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke