Inilah kutipan wawancaranya:
"Semua yang mengatur fasilitasnya adalah orang-orang Sinode.
Bukan pemimpin agamanya atau GKST Sinode sebagai lembaga yang
terlibat, tapi orang-orang di dalamnya," kata Tibo.
On 17 Apr 06, at 15:50, gokil wrote:
> gw bilang juge ape, pasti gereje terlibat, kagak caye sih si juspig
> ... malah gw di bilang pitnah .... hahahahaha
>
> ---
>
> ----- Original Message -----
> From: PAREWA PAREWA
> To: [email protected]
> Sent: Monday, April 17, 2006 3:42 PM
> Subject: [islamkristen] Tibo: Kudu diselidiki pengakuannya
>
>
>
>
> Pengakuan Terbaru Tibo cs: Majelis Sinode GKST Terlibat Kerusuhan Poso
> Palu - Setelah berhasil meyakinkan Polisi untuk memeriksa 16 tokoh
> yang terlibat dalam kerusuhan Poso, terpidana mati Poso Fabianus Tibo,
> Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu kembali mengungkapkan
> keterlibatan pihak lain dalam kerusuhan Poso. Tak tanggung-tanggung,
> kali ini Tibo cs memberikan kesaksian mengejutkan, Tibo cs menyatakan
> bahwa Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) terlibat
> aktif dalam kerusuhan Poso kurun waktu Juni â Juli 2000.
>
> Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Tibo cs di Lembaga
> Pemasyarakatan Kelas 2 A Palu, Sulawesi Tengah. Lelaki kelahiran 60
> tahun lalu di Datukali, Flores, Nusa Tenggara Timur ini menegaskan
> keterlibatan GKST dalam serangkaian kerusuhan Suku, Agama, Ras dan
> Antargolongan (SARA) di Poso tahun 2000 silam.
>
> Dalam beberapa kali persidangan selama 2000-2001, Tibo cs sebenarnya
> sudah mengungkapkan keterlibatan Majelis Sinode GKST itu. Namun, entah
> kenapa pengakuan mereka seperti ditelan bumi. Bahkan Robert Bofe,
> salah seorang pengacara Tibo cs ketika itu, berkali-kali menyatakan
> agar Polisi memeriksa sejumlah tokoh GKST. Sayangnya, permintaan tak
> pernah dikabulkan Polisi.
>
> âMereka semua yang suruh kami menyerang dan menyelamatkan
> orang-orang di Poso dan sekitarnya. Karena kampung mereka katanya
> sudah diserang oleh perusuh. Setiap kami turun ke Poso, kami selalu
> didoakan di GKST,â aku Tibo.
>
> Tibo juga menyampaikan bahwa yang mestinya dihukum mati bukanlah
> mereka, tapi para panglima perang pasukan merah (sebutan untuk pasukan
> Kristen ketika Poso dilanda kerusuhanâred). Ia menyebut nama Paulus
> Tungkanan, Erick Rombot, Limpadeli, Angki Tungkanan sebagai
> panglimanya.
>
> Apa yang diungkapkan Tibo juga diakui oleh Dominggus da Silva. Bahkan
> Dominggus berani menunjuk nama Yahya Pattiro sebagai salah seorang
> dalang kerusuhan Poso, karena pernah memerintahkan Tungkanan
> menghalangi gerak maju pasukan Tentara Nasional Indonesia dari
> kesatuan Artileri Medan dari arah Palopo, Sulawesi Selatan yang
> ditugaskan mengamankan Poso.
>
> Dominggus mengaku pernah menerima telepon dari seorang lelaki yang
> mengaku bernama Yahya Pattiro dan mencari Tungkanan. Saat itu
> Dominggus tengah berada di GKST.
>
> âDia mengaku Yahya Pattiro dan menitip pesan kepada Tungkanan agar
> menahan pasukan TNI dari Palopo,â kata Dominggus.
>
> Sementara itu, sudah sepekan upaya Polisi memeriksa keterkaitan 16
> nama yang disebutkan Tibo cs sebagai dalang kerusuhan Poso belum
> membuahkan hasil berarti. Sejumlah tokoh yang telah dipanggil belum
> juga melaporkan diri kepada Polisi. Meski pula sudah diancam akan
> dipanggil paksa.***
>
>
> Pengakuan Tibo Cs, Orang-Orang Sinode GKST Terlibat Kasus Poso
>
> Penulis: Hafid
>
> PALU--MIOL: Salah satu terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus
> Tibo, 60, kembali memberikan kesaksian yang mengejutkan, Sabtu.
> Setelah membeberkan kesaksian mengejutkan terkait keterlibatan 16
> orang yang merupakan tokoh-tokoh utama di balik kerusuhan Poso, Tibo,
> lagi-lagi membeberkan fakta yang mengejutkan. Ditemui di lembaga
> permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Palu di Jalan Dewi Sartika Palu,
> Sabtu, pria kelahiran Flores yang akrab dipanggil Opa ini, mengatakan
> orang-orang Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di Tentena,
> ibukota Pamona Utara, terlibat dalam kasus Poso. "Semua yang mengatur
> fasilitasnya adalah orang-orang Sinode. Bukan pemimpin agamanya atau
> GKST Sinode sebagai lembaga yang terlibat, tapi orang-orang di
> dalamnya," kata Tibo. Menurut Tibo, dirinya bukanlah panglima perang
> saat kerusuhan Poso berkecamuk seperti yang selama ini disandangkan
> orang kepadanya. "Yang panglima perang itu Paulus Tongkanan
> (purnawirawan TNI) dan wakilnya adalah Rampadeli," katanya. Tibo
> mengaku sebenarnya pemerintah sudah mengetahui keterlibatan mereka,
> namun berkompromi dalam kejahatan. Karena itu, pemerintah tidak boleh
> tinggal diam dan mengusutnya hingga tuntas. "Jangan cuma kami yang
> dikorbankan," pinta Tibo. Senada dengan pengakuan Tibo, dua terpidana
> mati lainnya, Dominggus Da Silva alias Domi juga mengungkapkan
> pengakuannya. Menurut Dominggus, sebenarnya sejumlah oknum gereja
> terlibat dalam kerusuhan tersebut. "Bagaimana mereka tidak terlibat
> kalau mereka yang mendanai dan memimpin doa saat suruh kita pergi baku
> bunuh," aku Domi. "Saya akan tunjukkkan tempatnya kalau mereka
> menyangkal. Saya tidak mau karang-karang ini," katanya. Menurut
> Dominggus, tidak mungkin mereka bertiga bisa menyebabkan kerusuhan
> besar yang berakibat banyaknya jatuh korban jiwa. "Kami ini hanya
> orang kecil yang menjadi pendatang di Kabupaten Poso yang harus
> bertanggung jawab atas kerusuhan itu," kata Dominggus. Menurut
> Dominggus, salah satu penyebab kerusuhan Poso adalah terkait masalah
> perebutan jabatan bupati Poso saat itu, yang dilakukan Yahya Patiro,
> yang menjadi sekretaris daerah Poso saat itu. "Justru dia itu (Yahya
> Patiro red) yang mau cari jabatan hingga Poso jadi bagini," timpal
> Marinus Riwu, satu terpidana mati lainnya. Keterlibatan Yahya Patiro,
> lanjutnya, sangatlah jelas. Ketika kerusuhan berkecamuk, Dominggus
> mengaku pernah menerima telepon dari mantan Sekretaris Kabupaten Poso
> tersebut. Saat itu jelas Domi, Yahya hendak berbicara dengan Paulus
> Tungkanan. "Saya bilang Tungkanan keluar. Dia bilang, kalau Tungkanan
> sudah pulang, suruh dia suruh masyarakat palang jalan di dekat Pendolo
> (Ibukota Kecamatan Pamona Selatan). Dia suruh palang jalan untuk
> hadang perjalanan TNI yang mau lewat," paparnya. "Jelas itu Yahya
> Patiro karena dia sebut nama. Mana ada orang lain yang namanya Yahya
> Patiro di Tentena," katanya. Sementara itu, pelaksanaan eksekusi mati
> terhadap ketiga terpidana mati kasus kerusuhan poso itu hingga kini
> belum juga dilaksanakan. Hal ini terkait upaya Polda Sulteng yang
> sementara menindaklanjuti kesaksian Tibo cs seputar keberadaan 16
> orang yang menurutnya merupakan tokoh utama di balik kerusuhan Poso
> pada 2000 lalu. Sementara, polemik soal rencana dan penundaan eksekusi
> terhadap ketiga terpidana mati kasus Poso, Tibo Cs, pemerintah
> kabupaten (Pemkab) Poso mengimbau warganya untuk tetap tenang dan
> tidak terprovokasi pihak ketiga. Imbauan itu disebarluaskan melalui
> rumah-rumah ibadah dan media cetak dan elektronik setempat. Bupati
> Poso Piet Inkiriwang meminta warga Poso agar tetap tenang dan tidak
> terpancing provokasi pihak-pihak tertentu yang menginginkan Poso rusuh
> kembali dengan memanfaatkan polemik menjelang maupun penundaan
> eksekusi Tibo Cs.(HF/OL-03)
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Apakah Anda Yahoo!?
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>
>
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
> Visit your group "islamkristen" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/