http://www.beritasore.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3694&Itemid=36
Polisi Diminta Bertindak Tegas Terhadap Penyebar Atribut Komunis
Ditulis oleh Redaksi
Wednesday, 19 April 2006
Jakarta ( Berita ) : Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul
Sembiring meminta aparat kepolisian untuk menyelidiki dan mengambil tindakan
tegs terhadap oknum-oknum yang berupaya memprovokasi dengan menyebarkan atribut
"palu arit" sebagai simbol ajaran komunis.
"Polisi harus menyelidiki kasus di Bogor itu dan menindak tegas pelaku
penyebaran atribut komunis tersebut," kata Tifatul di Jakarta, Rabu (19/04),
yang dimintai komentarnya terkait penemuan atribut "palu arit" pada Senin
(17/4) malam di sebuah jalan di depan Istana Bogor.
Menurut dia, aksi yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab itu
kemungkinan merupakan bentuk kekecewaan penganut paham ideologi komunis akibat
pertemuan yang mereka lakukan di Blitar Jawa Timur, beberapa waktu lalu,
dibubarkan oleh masyarakat dan aparat kepolisian.
Untuk mencegah berkembangnya kembali ajaran komunis di Indonesia,
katanya, pemerintah dan masyarakat perlu membentengi diri dari berbagai sisi.
"Misalnya dari segi pendidikan, perlu ditanamkan kepada para siswa bahwa
ajaran komunis sangat berbahaya," katanya.
Bangsa Indonesia, lanjutnya, punya pengalaman buruk pada tahun 1948 dan
1965 terkait dengan apa yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Karena itu, ia mengusulkan adanya aturan yang lebih mendasar mengenai
larangan berkembangnya ajaran komunis di Indonesia.
"TAP MPRS No.XXV/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan mengembangkan
ajaran komunis sudah banyak mendapat kritikan. Alangkah baiknya jika aturan itu
dibuat dalam bentuk perundangan yang lebih tinggi, kalau perlu dimasukkan dalam
UUD," katanya.
Tifatul menambahkan, salah satu dampak negatif dari era globalisasi
adalah masuknya berbagai macam paham dan ideologi termasuk juga soal pornografi
dan pornoaksi, sehingga perlu ada aturan hukum untuk membentengi masyarakat
dari pengaruh buruk paham tersebut.
Mengenai perkembangan ajaran komunis, Tifatul mengatakan, pada saat ini
ajaran tersebut nampaknya hanya tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat
miskin berpendapatan rendah yang mudah terprovokasi, sedangkan di kalangan
intelektual ajaran tersebut kurang berkembang.
"Apalagi di Indonesia, ajaran komunis terkendala dengan adanya pengalaman
negatif oleh PKI pada tahun 1965 yang sangat membekas," katanya.
Di dunia Internasional pun, setelah Uni Soviet runtuh, praktis
perkembangan ajaran komunis tidak berkembang. Bahkan Cina meskipun menganut
sistem sosial komunis tetapi sistem ekonominya adalah kapitalis. "Demikian pula
Vietnam, lebih dominan sistem kapitalisnya," katanya.
Namun demikian, Tifatul mengingatkan agar ajaran berkembangnya komunis
tetap diwaspadai karena ajaran itu bisa masuk melalui masyarakat bawah seperti
buruh karena bukan tidak mungkin penganut ideologi komunis berupaya
"menunggangi" aksi unjukrasa yang dilakukan para buruh. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/