http://www.indomedia.com/bpost/052006/10/opini/opini3.htm

Maaf Buat Pak Harto

INGAT Jasa Soeharto. Pernyataan mantan Presiden ke-3 RI KH Abdurrahman Wahid 
(Gus Dur) ini (BPost, Selasa 9 Mei 2006), secara tidak langsung mengarahkan 
ingatan kita pada keberhasilan Soeharto selama 33 tahun memimpin republik ini.

Misalnya saja, sebagai seorang anggota TNI, Pak Harto berhasil memberantas 
Partai Komunis Indonesia (PKI). Keberhasilan ini boleh dibilang sebagai 
prestasi sangat bersejarah bagi Bangsa Indoensia, karena Pak Harto juga 
berhasil menyelamatkan, menegakkan dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 baik 
dalam kehidupan kenegaraan maupun kemasyarakatan.

Sebagai Mandataris MPR, Pak Harto mampu menjalankan amanat bangsa. Lewat 
pembangunan ekonomi yang terencana dan terarah dalam Pelita demi Pelita, 
masyarakat menjadi maju dan sejahtera, lahir dan batin.

Sebagai pemimpin, Pak Harto berhasil mempersatukan Nusantara. Dengan 
keberhasilan membangun sistem komunikasi satelit domestik, jarak antara Aceh 
dan Papua sudah tidak ada lagi. Hubungan antarpulau sangat lancar dan bergerak 
sangat cepat. 

Sejujurnya, masih banyak lagi tinta emas yang ditorehkan Pak Harto selama 
berkuasa. Dengan secuil memaparkan keberhasilan Pak Harto tersebut, sangat pas 
kalau kita mengakui Pak Harto sangat berjasa bagi kelangsungan hidup republik 
ini. Dan, sangat 'berdosa' kalau kita melupakan semua jasa Pak Harto tersebut.

Saat ini, Pak Harto dalam usianya yang uzur (85 tahun), bertarung melawan 
sakit, bahkan maut. Alat pacu jantung masih terpasang di tubuhnya. Demikian 
pula alat transfusi darah yang terus mengalirkan darah. 

Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif yang notabene adalah wakil Rakyat Indonesia, 
sangat prihatin pada kondisi kesehatan Pak Harto. Bahkan usai menjenguk, Zaenal 
meminta kepada semua komponen memaafkan Pak Harto dan rencana pemeriksaan 
terhadapnya dihentikan. Dengan demikian, ketika Pak Harto 'dipanggil' Tuhan 
dirinya tidak menyesal.

Kata maaf ini sebenarnya sudah lama dilontarkan. Begitu lengser, keluarga Pak 
Harto dan orang dekat keluarga Cendana juga mengucapkan hal serupa. Tapi semua 
komponen bangsa tidak mengabulkannya. Dengan semangat menegakkan keadilan dan 
hukum, Pak Harto harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di muka hukum.

Tekad itu sangat pas kalau Pak Harto dalam keadaan masih sehat wal apiat. Tapi 
dalam kondisinya sekarang, apakah tekad itu masih layak untuk diperjuangkan? 
Terlebih sekarang, kasus Pak Harto ini menjadi komoditas politik oleh orang 
tertentu. 

Sebagai bangsa yang beragama, tentu tidak sulit untuk memberikan maaf kepada 
Pak Harto. Sekali lagi hanya kepada Pak Harto. Kalau kroni-kroninya, ya tidak. 
Terlebih lagi pihak atau masyarakat yang dendam dan sakit hati terhadap Pak 
Harto, sudah tidak mempermasalahkanya lagi. Gus Dur, misalnya, secara tegas 
mengatakan Soeharto harus diberi pengampunan. 

Makanya dalam kondisinya yang demikian, tidak salahnya kita memberikan maaf 
kepada Pak Harto. Kita bisa dicap sebagai bangsa yang tidak menghargai jasa 
pahlawannya, kalau Pak Harto meninggal dalam keadaan masih bersalah.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke