On 10 May 06, at 12:51, gokil wrote:

> Alloh SWT udah tau kok, buktinya dia berfirman dalam surah An-Nisa
> ayat 153 - 173 dalam ayat ini sudah jelas bahwa tidak ada manusia yg
> jadi tuhan, gak ada yg namanya tuhan itu ada 3
> 

    Ngibul... 

    Tidak ada bukti bahwa semua ini firman Allah... 


> [153] Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka
> sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta
> kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah
> Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena
> kelalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada
> mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang
> demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
> 
> [154] Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina
> untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan
> kami perintahkan kepada mereka: "Masukilah pintu gerbang itu sambil
> bersujud", dan Kami perintahkan (pula), kepada mereka: "Janganlah kamu
> melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil
> dari mereka perjanjian yang kokoh.
> 
> [155] Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan),
> disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran
> mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh
> nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami
> tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka
> karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali
> sebahagian kecil dari mereka.
> 
>  [156] Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka
> terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),
> 
> [157] dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al
> Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak
> membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh
> ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya
> orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa,
> benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak
> mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti
> persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh
> itu adalah Isa.
> 
> [158] Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
> Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
> 
> [159] Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman
> kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu
> akan menjadi saksi terhadap mereka.
> 
>  [160] Maka disebabkan kelaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan
>  atas
> mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan
> bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan
> Allah,
> 
> [161] dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka
> telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang
> dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang
> kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.
> 
>  [162] Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan
> orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan
> kepadamu (Al Qur'an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan
> orang-orang yang mendirikan salat, menunaikan zakat, dan yang beriman
> kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami
> berikan kepada mereka pahala yang besar.
> 
> [163] Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana
> Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya,
> dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak,
> Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami
> berikan Zabur kepada Daud.
> 
> [164] Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami
> kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak
> Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara
> kepada Musa dengan langsung.
> 
> [165] (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan
> pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah
> Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa
> lagi Maha Bijaksana.
> 
> [166] (Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi
> Allah mengakui Al Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah
> menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi
> (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.
> 
> [167] Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi
> (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.
> 
> [168] Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kelaliman,
> Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula)
> akan menunjukkan jalan kepada mereka,
> 
> [169] kecuali jalan ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya
> selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
> 
>  [170] Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu
> kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah
> kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka
> kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya
> apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah
> Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
> 
> [171] Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu,
> dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.
> Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan
> (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada
> Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada
> Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu)
> tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
> Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai
> anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah
> Allah sebagai Pemelihara.
> 
> [172] Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah dan
> tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah).
> Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri,
> nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
> 
> [173] Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka
> Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka
> sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan
> menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan
> yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka,
> pelindung dan penolong selain daripada Allah.
> 
> ---
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: item abu
> To: [email protected]
> Sent: Wednesday, May 10, 2006 12:40 PM
> Subject: [islamkristen] Respon Kristen atas The Da Vinci Code
> 
> 
> Kalo misalnya bener "fakta" di Da VInci Code, berarti si Auloh itu
> goblok, ga tau apa-apa ttg "fakta" itu.
> 
> Tp emang si Aloh itu goblok koq, mau Da Vinci Code bener apa ga, Auloh
> goblok itu sih udah fakta yg bener-bener fakta yg ga bisa dibantah
> lagi.
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "gokil" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "`krislamers`" <[email protected]>
> Sent: Wednesday, May 10, 2006 10:43 AM
> Subject: [islamkristen] Respon Kristen atas The Da Vinci Code
> 
> Respon Kristen atas The Da Vinci Code
> Oleh Adian Husaini, PhD
> candidate di ISTAC-IIUM Kuala Lumpur
> 
> Dr Darrell L. Bock, professor Perjanjian Baru di Dallas Theological
> Seminary, tidak dapat menyembunyikan rasa geramnya, setelah membaca
> The Da Vinci Code. Katanya, "No longer is The Da Vinci Code a mere
> piece of fiction. It is a novel clothed in claims of historical truth,
> critical of institutions and beliefs held by millions of people around
> the world." Jadi, kata professor ini, Da Vinci Code memang bukan
> sekadar novel fiksi biasa, tetapi sebuah novel yang diselubungi dengan
> klaim kebenaran historis dan kritik terhadap institusi dan kepercayaan
> agama Kristen. Maka, Bock mengerahkan kemampuannya untuk menulis
> bantahan terhadap novel ini. Melalui bukunya, Breaking the Da Vinci
> Code (Nashville: Nelson Books, 2004). Bock melakukan kajian historis
> untuk mengkritik berbagai fakta sejarah yang disajikan Brown. Bock
> hanyalah satu dari puluhan teolog Kristen yang tersengat The Da Vinci
> Code. Di toko-toko buku internasional,  kini berjejer puluhan buku
> yang menyanggah novel itu. Ya, The Da Vinci Code, memang hanya sebuah
> novel fiksi. Tetapi, novel itu telah menyengat dan menggoncang
> kepercayaan dalam tradisi Kristen yang telah berumur 2000 tahun. Maka,
> meski hanya sebuah novel, sebuah cerita fiksi, tetapi dihadapi dengan
> serius oleh kalangan teolog Kristen. Novel yang dibaca oleh puluhan
> juta orang di dunia ini bagaimana pun termasuk luar biasa dan digarap
> dengan riset yang serius. Brown mengklaim bahwa berbagai fakta sejarah
> seputar Yesus, Maria Magdalena, Opus Dei, The Priori of Sion, yang
> dipaparkan dalam novelnya adalah 100 persen benar. "Semua deskripsi
> tentang karya seni, arsitektur, dokumen, dan ritual rahasia yang
> dipaparkan dalam novel ini adalah akurat," tulis Brown dalam pembukaan
> novelnya. Mengapa novel ini begitu menyengat para teolog Kristen???
> Itu tidak lain, karena novel ini memaparkan fakta-fakta baru tentang
> Yesus yang membongkar dasar-dasar kepercayaan Kristen yang bertahan
> selama 2000 tahun. Dalam Kristen, dogma pokok dan paling inti adalah
> kepercayaan tentang kebangkitan Yesus (resurrection). Bahwa setelah
> mati di tiang salib, Yesus bangkit pada hari ketiga untuk menebus dosa
> umat manusia. Dalam Bible Perjanjian Baru disebutkan, bahwa saksi
> pertama kebangkitan Yesus - yang menyaksikan kubur Yesus kosong -
> adalah seorang wanita bernama Maria Magdalena. Anak Cucu Yesus Jika
> dasar kepercayaan ini dibongkar, maka runtuhlah agama Kristen. Paul
> Young, dalam bukunya, Christianity, menulis, bahwa tanpa resurrection,
> maka tidak ada "kekristenan". Ibarat potongan-potongan gambar
> (jigsaw), maka jika resurrection dibuang, jigsaw itu tidak akan
> membentuk apa yang disebut sebagai Christianity. "We can not remove a
> portion of the Christian jigsaw labelled "resurrection" and leave
> anything which is recognizable as Christian faith. Subtract the
> resurrection and you destroy the entire picture." (Paul Young,
> Christianity, London: Hodder Headline Ltd, 2003). Nah, the Da Vinci
> Code adalah sebuah novel yang memporak-porandakan sebuah susunan
> gambar yang bernama Kristen itu. Betapa tidak, dalam novel ini,
> misalnya digambarkan bahwa sebelum disalib Yesus sebenarnya sempat
> mengawini Maria Magdalena dan mewariskan gerejanya kepada Maria
> Magdalena, bukan kepada Santo Petrus yang kemudian melanjutkan
> pendirian Gereja di Roma. Bahkan, bukan hanya kawin, Yesus pun punya
> keturunan dari Maria Magdalena, yang karena takut dikejar-kejar
> murid-murid Yesus maka melarikan diri ke Perancis. Keturunan Yesus itu
> masih tetap ada hingga kini, dan selama ratusan tahun memelihara
> tradisi Gereja garis Maria Magdalena. Rahasia ini masih tetap
> dipegang, dan  disimpan dengan sangat ketat. Selama ratusan tahun itu
> pula, gereja Katolik berusaha memburu para penganut Gereja Maria
> Magdalena dan membantai anak keturunan Yesus yang dikhawatirkan
> mengancam kekuasaan Gereja Katolik dan Gereja-gereja yang menuhankan
> Yesus. Dalam novelnya, cerita dan fakta sejarah seputar Yesus
> dihadirkan melalui dialog tokoh-tokohnya, sehingga terkesan sebagai
> ungkapan realitas sejarah. Karena itu, dalam beberapa iklannya, buku
> ini digambarkan sebagai "memukau logika dan menggoyang iman." Bukan
> itu saja. Melalui The Da Vinci Code, Brown juga membangun citra buruk
> Vatikan dengan nyaris "sempurna". Bagaimana, misalnya, Paus mendukung
> aktivitas Opus Dei, sebuah kelompok Katolik yang tidak segan-segan
> melakukan pembunuhan dengan kejam dalam menjalankan misinya. Sebut
> misalnya, sebuah dialog antara agen Sophie Neveu, agen rahasia
> Perancis yang juga keturunan Maria Magdalena, dengan Leigh Teabing,
> seorang yang digambarkan sebagai bangsawan Inggris dan pakar sejarah
> Kristen. Sophie hanya terbengong-bengong mendapatkan berbagai fakta
> baru seputar Yesus dari Teabing. Ia sulit menolak bukti yang
> disodorkan Teabing dari Gnostic Bible, bahwa Yesus memang mengawini
> Mary Magdalena dan mempunyai keturunan. Di Gospel of Philip, misalnya
> tertulis :
>  "And the companion of the Saviour is Mary Magdalene. Christ loved her
>  more 
> than all the disciples and used to kiss her often on her mouth. The
> rest of the disciples were offended by it and expressed disapproval.
> They said to him, "Why do you love her more than all of us?" Jadi,
> kata Bible ini, Yesus mempunyai pasangan bernama Mary Magdalena dan
> terbiasa mencium Maria di bibirnya. Yesus mencintai Magdalena lebih
> dari pengikutnya yang lain, sehingga menyulut rasa iri hati. Itulah
> yang akhirnya memicu pelarian Mary Magdalena dari Yerusalem ke
> Perancis dengan bantuan orang-orang Yahudi. Dalam bahasa Aramaic, kata
> "companion" menurut Teabing, bisa diartikan sebagai "pasangan". Sophie
> yang membaca bagian-bagian berikutnya dari Bible Philip itu menemukan
> fakta betapa romantisnya hubungan Yesus dengan Maria Magdalena. Ia
> lalu mengingat masa silamnya, ketika para pendeta Perancis mendesak
> pemerintahnya untuk melarang peredaran film The Last Temptation of
> Christ; sebuah film garapan Martin Scorsese yang menggambarkan Yesus
> mengadakan hubungan seks dengan seorang wanita bernama Maria
> Magdalena. Dalam diskursus gender equality saat ini, wacana tentang
> pewarisan Gereja oleh Yesus kepada seorang wanita tentu saja sangat
> menarik. Sebab, hingga kini, gereja Katolik tetap tidak mengizinkan
> wanita menjadi pastor. Begitu juga dengan doktrin "larangan menikah
> bagi pastor" (celibacy), masih tetap dipertahankan, meskipun sekarang
> mulai banyak para teolog Katolik yang menggugat larangan kawin ini.
> Prof Hans Kung, misalnya, melalui bukunya, The Catholic Church : A
> short history (New York: Modern Library, 2003), menyebut doktrin
> celibacy bertentangan dengan Bible (Matius, 19:12, 1 Timotius, 3:2).
> Doktrin ini, katanya, juga menjadi salah satu sumber penyelewengan
> seksual di kalangan pastor. Pendukung novel Dan Brown tentu akan
> setuju dengan gagasan Prof Hans Kung dan ide bolehnya wanita menjadi
> pastor. Logikanya, jika Yesus saja kawin dan mewariskan gerejanya
> kepada wanita, maka mengapa pengikutnya dilarang kawin dan melarang
> wanita menjadi pastor. "Yesus Seminar" Sebenarnya gagasan Dan Brown
> bukanlah hal baru. Tahun 1982, terbit buku Holy Blood, Holy Grail,
> yang bercerita tentang perkawinan Yesus dengan Mary Magdalene dan
> punya anak keturunan. Bahkan, soal kebangkitan Yesus itu sendiri
> menjadi perdebatan yang panas di kalangan teolog. Apakah kebangkitan
> itu benar-benar terjadi, atau sekedar cerita; apakah kebangkitan itu
> bersifat objektif atau subjektif. Sejak tahun 1985, misalnya, sudah
> dimulai penyelidikan Yesus Sejarah yang lebih dikenal dengan nama
> 'Jesus Seminar' di Amerika Serikat. Mereka meragukan fakta historis,
> bahwa Yesus bangkit. Kelompok ini dimotori oleh John Dominic Crossan
> dan Robert W Funk yang disponsori oleh Westar Institute. Mereka
> mengadakan seminar-seminar di sejumlah kota di AS dan menerbitkan
> berbagai buku seperti The Five Gospel, The Acts of Jesus, dan The
> Gospel of Jesus. Sejak ratusan tahun lalu, perdebatan tentang Yesus
> memang tidak pernah berhenti. Masalahnya, tidak mudah menjelaskan
> dengan logika yang masuk akal, bahwa Yesus adalah Tuhan sekaligus
> manusia. Sejak awal-awal kekristenan, sudah muncul kelompok Arius yang
> menolak pendapat bahwa Yesus adalah Tuhan. Arius dan pengikutnya
> dikutuk Gereja. Dalam bukunya, Who Killed Jesus (New York : Harper
> Collins Publishers, 1995), John Dominic Crossan, menulis cerita
> tentang kubur Yesus yang kosong adalah "satu cerita tentang
> kebangkitan dan bukan kebangkitan itu sendiri." Cerita tentang Yesus
> seperti tertera dalam Bible, menurut Crossan, disusun sesuai dengan
> kepentingan misi Kristen ketika itu. Termasuk cerita seputar
> penyaliban dan kebangkitan Yesus. Perdebatan seputar Yesus bahkan
> pernah menyentuh aspek yang lebih jauh lagi, yakni mempertanyakan,
> apakah sosok Yesus itu benar-benar ada atau sekadar tokoh fiktif dan
> simbolik? Pendapat seperti ini pernah dikemukakan oleh Arthur Drews
> (1865-1935) dan seorang pengikutnya William Benjamin Smith
> (1850-1934). Bahkan, perdebatan seputar Yesus itu kadangkala sampai
> menyentuh moralitas Yesus sendiri dalam aspek seksual. Soal
> ketidakkawinan Yesus misalnya: karena tidak mampu, karena tidak ada
> wanita, atau karena homoseks. The Times, edisi 28 Juli 1967, mengutip
> ucapan Canon Hugh Montefiore, dalam konferensi tokoh-tokoh gereja di
> Oxford tahun 1967: "Women were his friends, but it is men he is said
> to have loved. The stricking fact was that he remained unmarried, and
> men who did not marry usually had one of three reasons: they could not
> afford it, there were no girls, or they were homosexual in nature."
> Jadi, wacana tentang Yesus dalam dunia akademis memang sudah
> bertebaran. Kelebihan Dan Brown adalah mampu mengangkat wacana itu ke
> dalam sebuah novel populer. "Ramuan yang tepat" antara fakta sejarah
> dan fiksi menjadikan novel ini memang berpotensi besar mengguncang
> kepercayaan iman Kristen. Apalagi, masyarakat Barat memang dikenal
> hobi dengan mitos dan legenda. Mereka tak henti-hentinya menciptakan
> berbagai fiksi dan mitos dalam kehidupan mereka : Superman, Batman,
> Spiderman, Rambo. Persis seperti nenek moyang mereka di Yunani Kuno.
> Kita tunggu saja, bagaimana kehebohan terjadi saat the Da Vinci Code
> muncul dalam bentuk film. Sumber : majalah Insan, April 2005
> 
> 
> Yahoo! Mail goes everywhere you do. Get it on your phone.
> 
> 
> YAHOO! GROUPS LINKS
> 
>  Visit your group "islamkristen" on the web.
> 
>  To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
> 
>  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 
> 
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke