REFLEKSI: Sesusi istilah majalah Far Eastern Economic Review dikatakan FTZ  
sebagai "foot loose industries", yang kalau diterjemahkan barangkali bisa 
dikatakan tidak berakar di masyarakat, atau sedikit sekali sumbangan kepada 
masyarakat. Sewaktu-waktu dia angkat kaki dan pergi ke tempat lain yang kondisi 
upah buruh lebih baik lagi atau lebih murah.  FTZ ini  sebagai enclave istimewa 
sangat populer pada tahun 1970-an. Propaganda terbaik dari FTZ ini ialah 
dikatakan mempermudah transfer teknologi dari negeri  maju ke negeri yang 
lemah, menambah perkembangan ekonomi, menampung tenaga kerja dsb. Untuk itu 
diberikan oleh pemerintah setempat kebebasan pajak untuk 5 tahun dengan 
kemungkinan diperpanjang, mendapat fasilitas listrik danair yang lebih murah 
dari harga pasaran, mempunyai status hukum tersendiri, tidak boleh ada 
organisasi buruh, bila terjadi disput antara buruh dan majikan mengenai upah 
dan/atau kondisi kerja dilarang para buruh melakukan  pemogokan dsb. Dari 
pengalaman mengenai apa yang disebut transfer teknologi tidak semudah seperti 
dikatakan karena barang-barang yang diprosuksi disitu industri garment atau 
hanya "pasang dan putar skrup saja", jadi tidak memerlukan kwalifikasi yang 
canggih dari para buruh. Apakah  FTZ yang dibuat oleh pemerintah SBY-Kalla 
berbeda dari bentuk klasik di Bataan [Filipina] Kaoshing [Taiwan] dsb? Apa 
keuntungan dan kerugiannya bagi masyarakat setempat dan negeri secaa 
keseluruhan.

 Bagi yang berminat dengan penyelidikan dan informasi bagi masyarakat 
diharapkan memberikan sumbangan, agar masyarakat tidak selalu dibodohi dengan 
kibulan kaum penguasa. Sumbangan Anda sekalipun kecil sekali, pasti  akan 
menambah pengetahuan umum dan visi untuk perubahan dan perbaikan hidup 
masyarakat. 



RIAU POS

      Dorodjatun: Pusat Perlu Prioritaskan FTZ Dumai 

           
      Rabu, 17 Mei 2006  
      Sofyan Wanandi: Perkuat Jaringan dengan Malaysia
      PEKANBARU (RP)- Mantan Menko Ekuin Prof Dr Dorodjatun Kuntjoro-Jakti 
mengatakan, pemerintah pusat layak memberi prioritas terwujudnya kawasan 
perdagangan bebas (Free Trade Zone) di Dumai. Menurutnya Dumai sangat layak 
mendapatkan status Free Trade Zone (FTZ). 

      Selain menjadi pusat hinterland-nya Sumatera, Dumai juga dekat dengan 
Selat Malaka yang merupakan alur laut tersibuk ke dua di dunia setelah alur 
laut Utara Amerika.

      Lokakarya Nasional, ''Dumai Menuju Free Trade Zone '' kemarin 
dilaksanakan di Hotel Aryaduta  dan dihadiri sejumlah narasumber yakni Dirjen 
Perhubungan Laut, Androgi, Staf Ahli Menteri Perdagangan, Subagio, Staf Ahli 
Menteri Perindustrian, Dr Agus Wahyudi, mewakili pengusaha tampil Sofyan 
Wanandi dan Wali Kota Dumai, Zulkifli AS. Lokakarya langsung dimoderatori oleh 
Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE. 

      Selain letak yang strategis itu, Dorojatun juga mengatakan bahwa di Dumai 
sejak awal telah terlihat kesiapan daerah itu karena jauh sebelum FTZ 
digaungkan, perusahaan kelas dunia seperti Chevron saja sudah sejak awal 
menggunakan pelabuhan di sana. Apalagi dalam perkembangannya hingga saat ini 
sejumlah kawasan industri pun sudah ada.

      Menanggapi apa langkah-langkah mewujudkannya, Dorojatun mengatakan bahwa 
Riau harus terus mengomunikasikannya dengan pemerintah pusat agar status itu 
segera didapatkan. 

      Namun menurutnya sementara ini tidak perlu menunggu karena buat Dumai itu 
menjadi 'gula' yang didatangi investor. ''Kalau hal itu berhasil maka status 
FTZ akan datang juga karena realitas tak bisa dibantah,'' ujarnya.

      Menurutnya, ada tiga poin penting suatu daerah mendapatkan FTZ. Pertama, 
daerah itu akan diberi batas (bisa pagar) yang di dalam batas itu aturan khusus 
diberlakukan dan tidak mengacu aturan umum yang biasanya. Kedua, mengapa perlu 
FTZ atau kawasan ekonomi khusus karena segala yang terbaik (infrastruktur) ada 
di kawasan itu agar transaksi ekonomi berjalan lancar.

      Ketiga, daerah yang dipilih untuk FTZ adalah daerah yang punya bakat 
untuk bangkit ekonominya. ''Dumai adalah daerah yang ke depannya sangat punya 
potensi untuk bangkit ekonominya, maka pilihan itu sudah tepat,'' ujarnya.

      Perkuat Jaringan dengan Malaysia
      Sementara itu pengusaha nasional Sofyan Wanandi mengatakan, Riau perlu 
memperkuat jaringan kerja sama dengan Malaysia. ''Bila jaringan kerja sama 
kuat, apalagi Malaysia ikut mempromosikan Dumai di tingkat regional dan 
internasional maka cepat atau lambat pemerintah pusat akan mengakui bahwa 
status FTZ itu memang layak buat Riau,'' ujarnya.

      Soalnya, kata Sofyan, dalam kasus di Sabang, status FTZ tidak otomatis 
membuat apa yang diharapkan berjalan hingga akhirnya status itu dicabut. ''Jadi 
status itu penting tetapi jauh lebih penting kita memperlihatkan bahwa produk 
apa yang jadi andalan kita sehingga investor berebut datang,'' ujarnya.

      Menurutnya Riau kaya dengan sawit tetapi selama ini yang diekspor ke luar 
baru bahan baku berupa CPO. ''Jika industri hilir yang memiliki nilai tambah 
dikembangkan di Riau, saya yakin investor justru akan banyak datang karena 
bahan bakunya tidak sulit di dapat,'' ujarnya lagi. Oleh karena itu ia mengajak 
agar Dumai mengembangkan investasi di bidang industri turunan sawit yang lebih 
memiliki nilai jual dari pada jadi pemasok bahan baku CPO saja ke negara-negara 
lain.

      Tim akan Presentasi ke Pemerintah Pusat
      Sementara itu Wali Kota Dumai, Zulkifli AS, mengatakan bahwa upaya 
memperjuangkan daerah khusus ekonomi terus dilakukan. ''Hasil lokakarya ini 
akan kita susun sebagai argumen dalam presentasi ke pemerintah pusat yang 
nantinya akan dipimpin langsung oleh Gubri,'' ujarnya.

      Zulkifli mengatakan bahwa realisasi FTZ adalah merupakan sinergi dari 
keinginan masyarakat yang didukung penuh oleh Pemko Dumai dan Pemprov Riau. 
''Jadi ini kepentingan Riau secara keseluruhan karena mempercayakan Dumai jadi 
FTZ dan perlu kita perjuangkan bersama,'' ujarnya lagi.(fiz/asm/new) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke