SOEHARTO DAN BAYANG-BAYANG “KESAKITAN” MASYARAKAT ( II-Akhir )
   
  Mungkin terlalu subyektif jika kita hanya menjadikan pemerintah sebagai 
tumpuan dari “kesakitan” masyarakat, tetapi hal itu merupakan bagian dari suatu 
keharusan sejarah, ketika pemerintah selalu “berdiri” di atas masyarakat bahkan 
meninggalkan (mengabaikan) masyarakatnya yang dalam kondisi “kesakitan”. Karena 
pemerintah merupakan faktor utama dalam merekonstruksi masyarakat yang 
dikuasainya, maka apa yang dianggap sebagai suatu kesubyektifitasan terhadap 
pemerintah tentunya berdasarkan pada relasi aksi-reaksi pada bingkai raksasa 
masyarakat dengan negara, itulah yang obyektif! Bahkan pertimbangan “manusiawi” 
yang ditawarkan oleh pemerintah karena kondisi sakit dan lemahnya Soeharto, tak 
lain hanyalah suatu praksis subyektifitas pemerintah kepada Soeharto. 
Subyektifitas pemerintah itulah yang dilembagakan dalam kebijakan-kebijakannya 
yang kontroversial, polemis, bias makna, dan berparadoks dengan apa yang 
disebut “keadilan”. Pemerintah “memaksakan” beberapa faktor
 subyektifnya kepada ruang publik, tetapi pemerintah selalu “meludahi” keadilan 
obyektif dengan bermacam praktik manipulasi yang dilegalisasi berdasarkan 
hukum-hukum eks-kolonialnya, dan itu merupakan realita subyektifitas 
pemerintahan SBY-MJK. 
   
  “Kesakitan” masyarakat terhadap Soeharto yang disubyektifikasi dan masyarakat 
yang terobyektifikasi oleh pemerintah, realita yang tidak hanya sekadar 
membandingkan antar subyek-obyek secara subyektif, tetapi ini merupakan suatu 
obyektivitas dalam memvisualisasi realitas tentang sejarah perlakuan kepada 
manusia yang telah diabsurdkan nilai-nilainya oleh pemerintah. Perdebatan pada 
lingkar HAM yang membandingkan antara Soeharto dan seluruh masyarakat 
Indonesia, tentu akan menjadi bias, ketika perdebatan itu sendiri telah 
mengabaikan realitas tentang kelas dan sejarahnya. Pemerintahan SBY-MJK dengan 
over-produktifnya terhadap realita sakit Soeharto, tentu telah mengabaikan 
nilai-nilai tentang keadilannya. Karena sangat paradoks jika dibandingkan 
dengan yang telah dipraksiskan oleh pemerintah terhadap masyarakatnya. 
Masyarakat yang disia-siakan, adalah salah satu bentuk “pengurangan” beban 
pemerintah dalam mengatur masyarakatnya. Tetapi pemerintah selalu tampil dengan
 kepicikannya yang kerap mengeksploitasi nilai-nilai, atau apa yang disebut 
tentang “keluhuran budi”, dengan mempublikasikan secara bombastik perlakuan 
“baik” pemerintah terhadap Soeharto yang sakit dan lemah. Tentu sama halnya 
ketika ada kunjungan resmi menjenguk masyarakat korban bencana ataupun pasien 
yang tengah dirawat karena “penyakit” tertentu, pemerintah dan para elitnya 
seakan mencitrakan diri sebagai “agen humanisme” melalui propaganda 
sporadisnya. Ini hanya merupakan “potongan” kecil pada bagian “kesakitan” 
masyarakat.
   
  “Kesakitan” masyarakat yang dicitrakan sebagai kehancuran ruang sosialita dan 
kemanusiaannya, dan relasinya terhadap kehidupan dalam suatu negara; ternyata 
hal tersebut telah dimulai sejak tahun 1965 —bahkan pada waktu mundur sebelum 
tahun 1965, saat militer eks KNIL dan PETA memulai eksistensinya di ruang 
politik praktis— yang merupakan realita penghancuran tahap awal terhadap 
nilai-nilai kemanusiaan di bumi Indonesia. Dan selama 32 tahun Soeharto 
berkuasa, maka “kesakitan” masyarakat merupakan keniscayaan pada hampir seluruh 
sektor yang mempengaruhi kehidupannya; terlebih dari itu, ketika ruang yang 
dianggap paling bebas yaitu alam berpikir manusia itu sendiri telah dihancurkan 
dalam bentuk indoktrinasi permanen tentang Pancasila beserta dengan 
perangkat-perangkat kekuasaan Soeharto lainnya. Sakit yang paling menyakitkan 
adalah ketika “sakit” itu tidak dapat diungkapkan oleh bahasanya lagi, dan 
itulah realita yang paling menyakitkan masyarakat.*** (selesai)
   
  Mei 2006, Leonowens SP

                
---------------------------------
Feel free to call! Free PC-to-PC calls. Low rates on PC-to-Phone.  Get Yahoo! 
Messenger with Voice

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke