http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/05/21/brk,20060521-77799,id.html

GAM Seluruh Dunia Berkumpul Bahas Strategi politik
Minggu, 21 Mei 2006 | 21:46 WIB 



TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Seratusan tokoh GAM mulai berdatangan ke Gedung 
Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, sejak pukul 08:00 Wib, 
Minggu (21/05). Sebuah hajatan besar mereka gelar, pertemuan seluruh tokoh GAM 
luar dan dalam negeri.

Beberapa mantan TNA GAM bertugas menjaga acara itu. Sebagian di luar sebagian 
menunggu di pintu masuk sebuah ruangan di lantai tiga gedung itu. Lalu tampak 
datang tokoh-tokoh GAM yang masih kewarga-negaraan asing, Perdana Mentri Malek 
Mahmud, Zaini Abdullah, Munawar Liza Zein, Bakhtiar Abdullah dan tokoh lainnya.

Tokoh GAM di Aceh juga tampak Irwandi Yusuf, Muchsalmina, Sofyan Dawood sampai 
Bekas Panglima GAM, Muzakkkir Manaf. Selain itu juga para pimpinan GAM di 
wilayah seluruh Aceh serta perwakilan komponan masyarakat di Aceh. "Pertemuan 
ini akan diadakan dua hari dan bersifat tertutup," sebut Juru Bicara Komite 
Peralihan Aceh (KPA) Sofyan Dawood, jelang pertemuan dimulai.

Menurutnya, hampir seluruh tokoh GAM luar negeri datang dalam acara tersebut. 
Mereka ada yang datang dari Swedia, Denmark, Norweygia, Amerika Serikat, 
Australia dan Malaysia. Tujuan mengadakan pertemuan akbar tersebut adalah untuk 
memperkuat gerakan sipil mereka di Aceh. Tokoh-tokoh GAM itu akan saling 
memberikan pandangan untuk menyusun strategi politik yang kuat, bahkan mereka 
yang selama ini bermukim di luar negeri, membawa konsep-konsep pilitik di 
negara Eropa maupun Amerika.

Beberapa agenda besar yang akan dibahas adalah sosialisasi MoU, persiapan 
pembentukan partai, pengawalan Rancangan Undang-undang Pemerintahan Aceh 
(RUU-PA), sampai strategi politik menjelang pilkada Aceh. "Kita akan membuat 
sebuah kekuatan untuk berpolitik sesuai dengan MoU," sebut Sofyan.

Tujuan pertemuan juga tak lepas dari keinginan GAM untuk membentuk sebuah 
partai lokal setelah RUU-PA rampung disahkan oleh parlemen di Jakarta. Untuk 
itu, maksud GAM mengundang beberapa perwakilan masyarakat Aceh, sebagai bukti 
bahwa pembentukan partai lokal nantinya, bukanlah punya GAM tapi juga kepunyaan 
seluruh masyarakat Aceh.

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh, menurut Sofyan, juga akan 
dibahas secara khusus dalam pertemuan tokoh-tokoh GAM itu. Selain itu, "apa 
yang kita bicarakan nanti menyangkut semua bentuk mekanisme-mekanisme untuk 
menyukseskan perdamaian ini," jelas bekas Juru Bicara TNA GAM itu.

Tentang kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 
Sofyan membantah berita tersebut. GAM nantinya akan masuk ke pilkada melalui 
calon independen. "Kalau itu tidak terbuka, kita mungkin tidak terjun ke arena 
itu. Kita tidak bergabung dengan partai-partai yang lain," tegasnya.

Dia menjelaskan, GAM tidak berlindung kepada partai yang lain. Mereka akan 
berdiri sendiri. Khusus kepada masyarakat ditegaskan, bahwa GAM akan membentuk 
satu partai, juga calon independent untuk ikut dalam pilkada nantinya.

Juru Bicara KPA GAM itu juga membantah wacana penempatan Hasbi Abdullah sebagai 
tokoh GAM dengan Humam Hamid dari PPP, untuk maju sebagai calon kepala daerah 
dalam pilkada Aceh, yang kemungkinan diadakan Oktober mendatang.

Tentang siapa calon independen dari GAM, Sofyan menyebutkan belum diputuskan. 
Kemungkinan besar akan diumumkan setelah pertemuan itu berlangsung. Tapi yang 
paling penting, itu juga tergantung kepada RUU-PA. "Kalau itu sudah jelas dan 
disahkan, kita langsung terjun untuk persiapan dalam pilkada."

Sumber Tempo di kalangan GAM menyebutkan, kemungkinan calon yang akan diusung 
GAM dalam pilkada melalui calon independen adalah Hasbi Abdullah, adik Menteri 
Luar GAM, Zaini Abdullah. Dengan siapa dia digandengkan, "info belum pasti, 
nanti kita lihat saja," sebut sumber itu.

Sementara itu Irwandi Yusuf, perwakilan GAM di AMM kepada Tempo beberapa waktu 
lalu menyebutkan, GAM belum menunjuk siapa wakil mereka untuk pilkada 
mendatang. Dia mengakui, isu koalisi GAM-PPP baru sebatas wacana.

Dia juga membenarkan kemungkian besar GAM akan mencoba masuk melalui calon 
independen, "calon belum diputuskan, karena bagi GAM itu mudah," sebutnya.

Menurutnya, apapun yang dilakukan GAM punya tujuan untuk menjaga damai dan 
memberikan yang terbaik bagi warga Aceh. GAM saat ini terus menyusun strategi 
politik untuk mempersiapkan partai lokal dan calon independen untuk ambil 
bagian dalam pilkada, "kesimpulannya secara detail kita bicarakan nanti, kita 
tunggu RUU-PA dulu," sebutnya kepada Tempo.

GAM punya potensi dan kekuatan untuk memenangkan event politik di Aceh, 
setidaknya begitu pandangan yang disampaikan oleh Mawardi Ismail, Pengamat 
Sosial Politik Aceh. "Tapi itupun tergantung pada pendekatan yang mereka 
lakukan kepada masyarakat," sebutnya.

Menurutnya, GAM harus terus melakukan sosialisasi politik dan konsolidasi ke 
masyarakat. Dukungan masyarakat Aceh masih susah ditebak akan menjagokan siapa 
dalam pilkada nantinya. Jadi siapapun punya peluang.

Tapi menurutnya, GAM belum mempunyai kekuatan politik yang kuat jika masuk 
melalui calon independen, alias tak berkoalisi. Akan lebih bagus jika saat ini 
GAM berkoalisi dengan partai lain dalam pilkada mendatang. "Waktu yang paling 
tepat untuk GAM adalah pada periode selanjutnya tahun 2009, karena telah punya 
kekuatan politik," sebutnya.

Arman, warga Banda Aceh menyebutkan kekuatan GAM secara politik masih kuat di 
Aceh, apalagi jika mereka itu dalam pilkada. Dia melihat kekuatan itu berada di 
masyarakat kelas bawah yang tinggal di desa-desa. "Mereka banyak yang tidak 
percaya lagi terhadap partai politik yang ada, soalnya kehidupan mereka tak 
pernah berubah, satu-satunya hanya berharap pada yang baru," sebutnya.

Dia sendiri mengakui menjagokan GAM untuk duduk sebagai pemimpin di Aceh. 
Alasannya, mereka yang belum pernah memimpin secara formal di Aceh punya 
kekuatan dan simpati dari hampir seluruh masyarakat di pelosok, yang biasanya 
sering terpinggirkan dalam masalah kesejahteraan sosial.

Dia menyebutkan yang paling penting saat ini adalah menjaga damai tetap abadi 
di Aceh dan jangan gara-gara jelang pilkada, para tokoh lupa pada masyarakat 
kecil. "Siapa pun yang memimpin, bisa komitmen terhadap damai, agar masyarakat 
kecil seperti kami enak mencari rezeki."

Adi Warsidi, Tempo 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke