REFLEKSI: Apakah pernyataan Ketua MPR Hidayat Nurwahid ini sengaja diucapkan 
karena diketahui Pak Harto dan konco-konco akrabnya tidak akan menyerahkan 
dengan sukarela harta korupsinya ataukah memang ada kesempatan besar untuk 
seluruh kekayaan keluarga Pak Harto disita oleh negara untuk kepentingan rakyat 
yang miskin nan papah? Beranikah Jenderal Badan Gde untuk bertindak? 

http://www.suaramerdeka.com/harian/0605/22/nas03.htm

Harta Soeharto Sebaiknya Diserahkan ke Negara

JAKARTA - Setelah meminta maaf, menurut Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Ciputat, 
Minggu (21/5), mantan Presiden Soeharto sebaiknya juga menyerahkan hartanya 
yang diduga merupakan hasil korupsi. Adapun proses hukum tetap dilakukan.

Dia mengatakan, permintaan maaf dari Soeharto yang disampaikan melalui Siti 
Hediati alias Titiek dapat dihargai. Namun alangkah baiknya jika keluarga 
Soeharto mengembalikan kepada negara harta-harta dari yayasan yang diduga dari 
hasil korupsi. Dengan demikian nantinya bisa dikelola dengan sebaik-baiknya. 

Dia mengatakan, bila pemerintah sudah menegaskan untuk mengembalikan masalah 
ini ke jalur hukum dan pihak keluarga sudah ada permintaan maaf, maka 
lembaga-lembaga yang berwenang dengan penegakan hukum tinggal melanjutkan. 
''Dengan demikian akhirnya mendapatkan solusi yang paling bagus untuk 
penegakkan hukum, pemberantasan korupsi bangsa Indonesia,'' kata dia.

Direktur Eksekutif Indonesian Corruption Watch (ICW) Lucky Djani mengaku, sudah 
menyerahkan sejumlah data dan nama kroni Soeharto yang bisa diperiksa oleh 
Komisi Pemberantasan Korupsi. ''Jumlahnya belasan orang dan kita tinggal 
menunggu langkah KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) selanjutnya. Soal nama-nama 
itu, saya kira Anda sudah tahu, karena namanya sudah dikenal. Selama ini, 
mereka menikmati kekayaan negara,'' kata Lucky.

Ketua DPR Agung Laksono meminta masyarakat menyikapi dengan arif permintaan 
maaf yang disampaikan keluarga mantan Presiden Soeharto. Masyarakat diminta 
tidak mempersoalkan formalitas permintaan maaf itu. 

"Keluarga dengan kesungguhan hati meminta maaf dan itu langsung disampaikan 
kepada rakyat. Karena itu kita harus menyikapinya dengan baik," kata Ketua DPR 
Agung Laksono di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Agung juga meminta masyarakat untuk tidak mempersoalkan formalitas permintaan 
maaf itu. "Itu terserah kepada keluarga. Bukan masalah resmi atau tidak resmi," 
ujarnya.

Dia berharap agar seluruh masyarakat Indonesia menyikapi kasus Soeharto dengan 
tidak bersikap emosional, sehingga tidak ada dendam. Wakil Ketua DPR Zaenal 
Ma'arif mengatakan, permintaan maaf yang disampaikan Titiek di tempat 
pengungsian warga lereng Merapi dianggap sudah cukup mewakili keluarga. "Sangat 
bagus, itu artinya berjiwa besar. Itu sangat diperlukan dan itu menjadi teladan 
bagi elite politik," kata Zaenal.

Dia menegaskan, proses hukum kepada mantan Presiden Soeharto sudah selesai 
ketika surat ketetapan penghentian penuntutan perkara pidana (SKP3) dikeluarkan 
oleh Jaksa Agung. 

Demo

Sekitar 400 orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Adili Soeharto 
menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Mereka menuntut agar pemerintahan 
Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla tidak mengampuni Soeharto.

Dalam aksinya di depan Istana Merdeka Jalan Medan Merdeka Utara, Minggu (21/5), 
sebagian pengunjuk rasa menggunakan topeng berwajah Soeharto dengan memakai 
jubah hitam yang terbuat dari plastik. Atribut itu untuk mencerminkan selama 32 
tahun pemerintahan Soeharto menjadi sisi gelap kehidupan berbangsa dan 
bernegara di Indonesia.

Mereka juga membawa kerangkeng yang terbuat dari bambu. Di dalam kerangkeng 
bambu itu satu orang bertopeng Soeharto dipenjarakan. Di dalam kerangkeng itu 
juga dituliskan kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang terjadi selama 
pemerintahan Soeharto seperti Trisakti, Tanjung Priok, dan Talangsari.

Berkurang

Sementara itu, salah satu anggota tim dokter kepresidenan dokter Djoko Rahardjo 
di RS Pusat Pertamina Jakarta Selatan, Minggu (21/5), mengemukakan, kondisi 
kesehatan Soeharto hingga saat ini belum melewati masa kritis. Akan tetapi 
secara umum keadaannya mulai membaik. 

Kondisi mengantuk Soeharto mulai berkurang, fungsi saluran pencernaan lebih 
banyak mendapat asupan makanan, fungsi ginjal yang terganggu dan fungsi 
paru-paru juga menunjukkan perbaikan dan Soeharto dalam kondisi sadar serta 
mampu menjawab pertanyaan. Namun kadar hemoglobin Soeharto turun dari 10 gram 
persen menjadi 9,6 gram persen. 

Sebelum mengalami pendarahan usus, Soeharto telah mengalami penyakit lama, 
yaitu kerusakan otak secara permanen yang tidak dapat diubah dengan teknologi 
kedokteran yang ada sekarang. Djoko mengungkapkan, saat ini tim dokter 
kepresidenan serta tim dokter RS Pusat Pertamina hanya bertugas menyembuhkan 
pendarahan di usus dengan cara operasi. Penyembuhan operasi mengalami gangguan 
karena ada hubungannya dengan penyakit lama. Jantung tidak dapat menerima 
banyak cairan serta memori dapat terganggu jika oksigen berkurang.

Terkait dengan kesehatan Soeharto, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin 
menjelaskan, seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia diharapkan mendoakan 
kesembuhan penguasa Orde Baru itu. "Kami khususnya umat Islam dan kepada bangsa 
Indonesia marilah kita doakan bagi kesembuhan Soeharto atau jika Allah memiliki 
ketentuan lain agar semuanya berjalan lancar," jelasnya.

Di Kalitan 

Sepuluh tahun wafatnya Ibu Tien Soeharto petang kemarin diperingati di Ndalem 
Kalitan, Mangkubumen. Selain mendoakan arwah Ibu Tien, acara tahlilan yang 
digelar secara sederhana di pendapa rumah pribadi mantan penguasa Orde Baru 
itu, juga ditujukan untuk memohon kesembuhan bagi Pak Harto. 

Selaku tuan rumah, Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan KRMH Sriyanto 
Sumantokusumo hanya mengundang warga dari RW I dan II, yang berada di sekitar 
Kalitan. Jumlah yang hadir diperkirakan tak lebih dari 200 orang. Padahal 
semasa Soeharto masih berkuasa, kegiatan tersebut digelar besar-besaran. 
Penjagaan pun demikian ketat. Bahkan selalu dihadiri pada pejabat penting pada 
masa itu yang disertai dengan jamuan makan yang berlimpah ruah. Namun kondisi 
petang kemarin terlihat sangat berbeda, kini tak ada lagi penjagaan ektraketat 
serta kehadiran pejabat penting. 

Orang bebas berlalu lalang di kompleks Ndalem Kalitan. Para tamu pun hanya 
disuguhi makanan ringan berupa roti yang dikemas dalam kotak kardus. Sementara 
itu, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif yang tinggal di sebelah timur Kalitan dan 
disebut-sebut akan hadir, ternyata hingga acara usai tidak juga kelihatan. 
''Katanya sih, Pak Zenal mau datang. Tapi kenapa kok nggak jadi, saya tidak 
tahu alasannya. Apa mungkin dia masih di Jakarta,'' kata Sriwaluyo, tetangga 
Zenal yang tinggal di RW II Kampung Kalitan. 

Meski demikian acara tetap berlangsung khidmat, walau gerimis mengguyur 
sepanjang acara. Namun, begitu doa penutup tahlil dibacakan hujan pun tiba-tiba 
mereda. Dengan demikian para tetamu tak perlu membuka payung yang sebelumnya 
telah mereka siapkan dari rumah. 

Soal acara itu, Sriyanto mengungkapkan, pihaknya memang hanya menggelarnya 
secara sederhana. Terlebih dengan kondisi kesehatan Pak Harto yang kurang 
mengembirakan pada saat ini. Pembacaan doa tahlil dipimpin KH Muhammad Hasyim, 
warga RW I Kalitan. ''Acara ini untuk peringatan 10 tahun almarhumah Ibu Tien, 
sekaligus untuk kesembuhan Pak Harto,'' ujarnya. 

Dia menjelaskan, pada Minggu pon kemarin, genap 10 tahun meninggalnya Ibu Tien. 
''Beliau wafat pada 28 April 1996, yang bertepatan dengan Hari Raya Idhul Adha. 
Dan setiap Minggu pon, warga sekitar Kalitan selalu memperingatinya dengan 
pengajian. Kegiatan semacam ini sebenarnya rutin kami gelar.'' 

Selain itu, lanjut dia, acara itu juga untuk memohon ketenteraman bagi warga 
Solo dan sekitarnya. Tak lupa pula keprihatinan atas kondisi Merapi, yang 
belakangan memunculkan tanda-tanda bakal meletus. ''Kami memanjatkan doa 
keselamatan bagi warga kota Solo, termasuk Merapi, semoga tidak ada korban 
jiwa,'' tandasnya. (di,H28,G19,san-49,46v) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke