HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 24 Mei 2006

Enam WNA Pelaku Penipuan dengan Hipnotis Dibekuk Polisi 
Korbannya Puluhan Warga Tionghoa, Kerugian Ratusan Juta Rupiah 



Medan, (Analisa) Enam orang warga negara asing (WNA) asal China pelaku penipuan 
dengan cara menghipnotis korbannya, berhasil dibekuk petugas Kepolisian Sektor 
Kota (Polsekta) Medan Area, Selasa (23/5) pagi. 

Keenam pelaku yakni lima wanita dan seorang pria sesuai paspor yang mereka 
miliki berasal dari Provinsi Guang Dong China berusia rata-rata di atas 40 
tahun. Masing-masing Wu Shanghua (pria), Lu Shauling, Zou Yaxue, Wang Huiying, 
He Xiumei dan Ren Yuying. 

Sedangkan korbannya yang diperkirakan berjumlah puluhan orang adalah warga 
Tionghoa di Medan dan sekitarnya berumur di atas 50 tahun yang memahami bahasa 
Mandarin dan menderita kerugian bervariasi antara Rp5 juta hingga Rp50 juta 
lebih berikut perhiasan emas ratusan gram. 

Tertangkapnya sindikat penipuan dengan cara hipnotis ini, ketika dua pelaku 
wanita sedang menjalankan aksinya di Jalan Asia, Selasa pagi. 

Para pelaku berupaya menipu korbannya dengan modus bisa meramal dan dapat 
menyelamatkan korbannya dari bencana yang sangat besar asalkan yang 
bersangkutan bersedia mengumpulkan uang dan perhiasannya untuk didoakan agar 
selamat dari bencana sesuai kepercayaan yang mereka anut. 

Kebetulan, ada warga yang pernah menjadi korban penipuan serupa melihat 
kejadian itu dan segera mendatangi lokasi sembari mengatakan kalau yang 
disampaikan tersebut adalah penipuan. 

Tak ingin jatuh korban berikutnya, selanjutnya bersama warga lainnya menangkap 
kedua pelaku dan menyerahkannya ke Polsekta Medan Area guna pengusutan lebih 
lanjut. 

Begitu menerima laporan tersebut, Kepala Polsekta Medan Area, Ajun Komisaris 
Polisi Ahmad Yanuari Insan SIK, segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan 
pendalaman serta penyelidikan secara intensif terhadap kasus penipuan dan 
penggelapan oleh WN China terhadap warga Tionghoa di Medan tersebut. 

Ketika petugas melakukan penggrebekan di salah satu hotel Jalan Asia tempat 
para pelaku menginap, ternyata tiga pelaku yang seluruhnya wanita telah 
melarikan diri. 

Berkat kesigapan petugas akhirnya pelaku berhasil dibekuk di Bandara Polonia 
Medan waktu sedang bersiap-siap melarikan diri ke negaranya, sedangkan pelaku 
pria menyerahkan diri kepada petugas begitu mengetahui rekannya berhasil 
diringkus. 

HIPNOTIS 

Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Medan Sekitarnya (MS), Komisaris 
Besar Polisi Drs H Irawan Dahlan yang langsung datang ke Polsekta Medan Area 
kepada wartawan menjelaskan, diperkirakan korban penipuan gaya baru itu 
mencapai puluhan orang dengan modus menghipnotis serta mengakui bisa meramalkan 
sesuatu melalui pendekatan kultur negara asalnya di China. 

Para korbannya adalah warga Tionghoa yang mengerti bahasa Mandarin berumur di 
atas 50 tahun dan masih memegang teguh keyakinannya sehingga semakin mudah 
termakan ramalan para pelaku. 

Modusnya yakni dengan mendekati pelaku dan pura-pura menanyakan alamat Konsul 
China, selanjutnya menghipnotis dan mengutarakan kemampuannya tentang hal-hal 
yang akan terjadi di masa datang terhadap keluarga maupun usaha calon 
korbannya, jelas Kapoltabes. 

Selanjutnya, korbannya tanpa sadar menyerahkan uang maupun perhiasannya, lalu 
dimasukkan ke bungkusan plastik hitam dengan alasan akan dibacakan doa-doa 
untuk terhindar dari bencana tersebut dan meminta baru dibuka tujuh hari 
kemudian. 

"Para pelaku juga menyampaikan untuk tidak memberitahukan hal itu kepada 
keluarganya karena bisa berakibat fatal, karena korbannya telah terpengaruh 
hipnotis sehingga hanya menurut saja dan baru sadar tiga sampai empat hari 
kemudian ataupun lebih ketika bungkusan dibuka ternyata plastik hitam tersebut 
telah diganti pelaku dengan kertas koran dan tisu," ungkap Irawan Dahlan. 

Hanya saja, kata orang nomor satu di Poltabes MS ini, mengingat korbannya masih 
diliputi kecemasan agar tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain, 
sehingga baru sekarang kasusnya terbongkar dan berdasarkan data terakhir, 
sekitar 8 orang yang telah melaporkannya kepada petugas padahal diperkirakan 
jumlahnya cukup banyak dan kasus tersebut telah berlangsung cukup lama. 

LAPOR POLISI 

Untuk itu, Kapoltabes Medan sangat mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar 
segera melaporkan kepada pihak berwajib, jika menjadi korban penipuan dengan 
modus terbaru ini. 

"Langkah ini sangat penting agar polisi bisa lebih mendalami kasus tersebut dan 
terus melakukan pengembangan guna membongkar jaringan sindikat penipuan dengan 
hipnotis dari WNA asal China itu," terang Irawan Dahlan. 

Lagi pula, lanjut kapoltabes, ternyata dari puluhan warga yang jadi korban 
penipuan serupa, saat datang ke Polsekta Medan Area mengakui tidak mengenali 
para pelaku sehingga dugaan jaringan sindikat terorganisir secara rapi dalam 
jumlah pelaku relatif banyak semakin kuat. 

Irawan Dahlan juga mengharapkan seluruh masyarakat membantu tugas kepolisian di 
daerah ini yakni dengan lebih hati-hati jika diminta sesuatu oleh orang lain 
dengan cara apa pun. 

"Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah segera melaporkan kepada petugas jika 
mengetahui kasus serupa terjadi lagi," katanya. 

Setelah menjalani pemeriksaan di Polsekta Medan Area, keenam pelaku berikut 
barang bukti enam paspor atas nama para pelaku berikut dua lembar tiket pesawat 
Medan Jakarta diboyong ke Satuan Intelkam Markas Poltabes MS guna memeriksa 
dokumen keimigrasiannya serta hal terkait lainnya. 

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, visa para pelaku di antaranya 
sebagai turis sebanyak satu berkas dan sisanya sebagai pedagang. 

Kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan serta pengembangan secara intensif 
Poltabes MS. (rmd) 


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke