Gempa Jogya telah bersumber lebih dari 30 miles ditengah samudera
Hindia menimbulkan malapetaka kemanusiaan akibat hukuman alam semesta.
 Sudah menjadi kewajiban pemerintah RI untuk melakukan pencegahan2
sebelumnya dalam melindungi rakyat nya.  Namun menjadi kenyataan,
setiap bencana merupakan berkah bagi para pejabatnya yang korup.

Gunung Merapi juga merupakan sumber volcano yang bisa menimbulkan
ledakan bencana disertai gempa hebat, namun gempa yang baru2 ini
terjadi berasal dari sumber lain meskipun muncul bersamaan dengan
meledaknya Merapi.  Lucu juga ya, masyarakat sekitar Merapi melarikan
diri mengungsi menghindari diri dari ledakan Merapi kewilayah sekitar
Yogya, namun ditempat pengungsian yang dianggapnya aman mereka
dihantam Gempa yang arahnya berlawanan dari Gunung Merapi itu sendiri.
 Adakah kejadian kebetulan seperti itu ???  Mungkin benar penunggu
Merapi marah dan minta bantuan dari Nyai Loro Kidul yang dimusuhi umat
Islam di Indonesia.  Nyai Loro Kidul adalah Tuhan pribumi yang diusir
oleh Tuhan asing dari Arab yang bernama Allah.  Mungkin lebih selamat
bagi umat Islam menyajikan sajen daging kambing kepada Nyai Loro Kidul
daripada menyembah kepada Kabah sebagai penunjuk tempat bersemayam
Allahnya.  Juga mungkin itu merupakan kutukan dan hukuman terhadap
dosa2 umat Islam yang menghancurkan patung2 diseluruh tanah Jawa yang
merupakan harta warisan nenek moyang bangsanya sendiri.

Kesemuanya itu memang cuma kepercayaan yang bukan kebenaran, namun
meskipun tidak perlu merupakan kebenaran kalo sampai ada korban
manusia2 sebangsanya dibantai atas nama angan2 kepercayaan itu,
bukanlah tidak mungkin malapetaka yang nyata akan muncul akibat dendam
korban2 yang tidak berdaya yang dimangsa dimasa lalunya.  Menghormati
hak asasi manusia tanpa membeda bedakan kepercayaan adalah satu2nya
jalan bagi kita menuju keselamatan semuanya.

Saya sama sekali tidak terpengaruh berbagai legende kepercayaan dalam
menilai apapun juga, namun bukan berarti bahwa kepercayaan2 apapun tak
bisa kita jadikan dorongan untuk menasihati masyarakat untuk
menghormati kepercayaan nenek moyangnya bukan malah menghancurkannya.
 Kita tak perlu percaya apapun juga, namun paling sedikit janganlah
menghancurkannya.  Dan lebih baik lagi kita memelihara peninggalan2
warisan budaya nenek moyang kita tanpa perlu mengkafir murtadkan
kebiasaan dan kepercayaan mereka, apalagi hingga perlu membantainya
seperti yang dilakukan umat Islam madura di Kalimantan terhadap tetua2
orang2 dayak yang keturunannya justru sudah jadi Islam.  Mungkin ini
merupakan peringatan dini bagi orang2 Jawa yang berkonspirasi dengan
keturunan Arab yang merencanakan berbagai kerusakan peninggalan budaya
Jawa itu sendiri.  Walisongo bukanlah Islam ala MUI, mereka itu
merupakan Islam Kejawan yang dimusuhi oleh Islam di MUI.  Pembakaran
Mesjid2 Ahmadiah dan penjarahan2 harta benda umatnya merupakan warming
up dalam menghadapi perang "Bharatayuda" dimana para ulama2 keturunan
dan pendukung Terorist Arab bisa di analogikan sebagai "Kurawa" yang
dengan berbagai cara menghimpun masyarakat Jawa dalam kebohongan
propaganda Islam untuk menghancurkan warisan nenek moyang mereka sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke