http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/30/sh01.html

TNI dan Polri Kawal Logistik
Penjarahan Bantuan Merajalela    



Yogyakarta-Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengefektifkan TNI dan 
Polri untuk mengawal bantuan logistik yang akan dibagikan kepada korban gempa 
di berbagai wilayah di DIY. 


Pengawalan efektif ini karena di sejumlah tempat kendaraan bantuan dicegat 
masyarakat dan dipaksa untuk menurunkan bantuan yang harusnya didrop untuk 
wilayah lain yang belum terjangkau. 


"Ini hasil dari rapat lintas koordinasi tadi malam. Supaya bantuan yang akan 
kita bagikan bisa benar-benar sampai dan tidak hanya masyarakat yang ditepi 
jalan saja," ujar Agus Salim, salah seorang Staf Pemda DIY kepada SH Selasa 
(30/5) pagi di Kepatihan. 


Selain itu, Pemda DIY minta bantuan tambahan anjing pelacak dari Mabes Polri 
untuk mengidentifikasi korban yang masih berada di reruntuhan. Anjing pelacak 
saat ini didatangkan dari Malaysia dan Singapura yang dibawa bersama dengan tim 
bantuan yang mereka bawa.


Agus juga menegaskan, untuk lokasi yang terisolasi, bantuan akan didrop dari 
udara menggunakan dua helikopter dari Polri dan lima heli dari Basarnas. 
"Sampai hari ini masih kita petakan mana saja yang terisolir dan tidak bisa 
ditempus dengan jalan darat. Yang jelas bantuan harus segera sampai," ujar 
Agus. 
Namun hingga kini belum bisa dipetakan wilayah mana saja di DIY yang belum bisa 
ditembus dengan jalan darat. Pendataan masih dilakukan dalam satu dua hari 
ini.Meskipun dikeluhkan lamban, namun Pemda mengatakan semua kecamatan di 
daerah paling parah di Bantul sudah mendapat bantuan, meski jumlahnya masih 
kurang. 


Masing-masing kecamatan mendapatkan bantuan 5 ton beras. Bantuan tersebut belum 
merata dibagikan ke masing-masing dusun karena berbagai kendala. Untuk 
distribusi bantuan, Satlak yang berada di kabupaten menjadi ujung tombak. 
Mereka diperbolehkan meminta bantuan TNI Polri bila kekurangan tenaga. 
Sedangkan untuk Satkorlak untuk penanganan bantuan di tingkat provinsi.


Menjawab pertanyaan mengenai maraknya penjarahan dan pencurian pascagempa, 
Kapolri Jenderal Sutanto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan pasukan ke 
Yogyakarta dan daerah lainnya. "Selain menjaga keamanan, juga mengawal bantuan 
logistik yang dicegat oleh masyarakat di tepi jalan, sehingga alokasi bantuan 
tidak sampai ke daerah tujuan," kata Kapolri.

Dari data terbaru hingga siang hari ini, jumlah korban tewas di DIY dan Jateng 
mencapai 5.195 orang dengan rincian korban tewas di Bantul 3.082, Sleman 184 
orang, Kota Yogyakarta 165, Kulon Progo 26, Gunung Kidul 66 orang, 10 di 
antaranya meninggal di luar wilayah Gunung Kidul. Sementara di Jateng korban 
tewas 1.672 orang, terbanyak dari Klaten. 


Data Satkorlak juga menyebutkan total luka berat di Bantul mencapai 1907, 
Sleman 602, Yogyakarta 215 dan Kulon Progo 252 orang, sedangkan Gunung Kidul 
untuk luka berat dan ringan mencapai 1.015 orang. Kepala Dinas Kesehatan DIY Dr 
Bondan mengatakan kurang lebih 9.000 korban baik luka berat atau ringan masih 
dirawat di RS Panti Rapih, Bethesda, Sardjito, PKU Muhammadiyah dan rumah sakit 
kabupaten lainnya. 


Dari jumlah tersebut 441 orang harus menjalani operasi karena mengalami patah 
tulang dan luka tertimpa bangunan.
Kerusakan banguan di Bantul total 9657 unit, sedangkan di Sleman 560 unit 
bangunan rata dengan tanah dan 1305 rusak berat dan ringan, di DIY mencapai 
1.978, rusak berat 3.727 dan rusak ringan 994. 


Sedangkan di Kulon Progo mencapai 1.470 bangunan rata dan 3.024 rusak berat, 
4.655 rusak ringan. Di Gunung Kidul 1.404 bangunan rata dengan tanah, rusak 
berat 6.640 dan rusak ringan 13.685 unit. Dari Posko Magelang dan Klaten 
dilaporkan, sedikitnya 1.672 korban meninggal dunia di wilayah Jateng. Belum 
ada rincian korban luka berat dan ringan. Kerusakan bangunan mencapai 18.789 
unit, 12.073 rata dengan tanah, 1.950 rusak berat dan 4.766 rusak ringan. 
Dengan selesainya perbaikan landasan mencapai 2.200 meter, pesawat Boeing 727 
200-300-400, MD 84, MD 83 dan Hercules sudah bisa mendarat.  "Pesawat komersial 
sudah bisa mendarat sehingga bisa memperlancar bantuan ke Yogya baik logistik 
maupun relawan," ujar Agus. 

Diantar Langsung 
Masyarakat korban gempa di wilayah Bantul meminta agar bantuan logistik diantar 
langsung ke tempat-tempat mereka membuat posko atau tenda. Hal ini agar bantuan 
bisa merata diterima, karena hingga hari ke empat ini masyarakat yang membuat 
tenda di tengah-tengah kampung atau persawahan yang jauh dari jalan raya tidak 
mendapat bantuan sama sekali.


Sedangkan warga yang mendirikan posko di tepi jalan ada yang mendapatkan 
bantuan dua kali. "Tidak ada bantuan sama sekali. Hari ini sudah tidak ada 
bahan pangan. Padahal jumlah penduduk yang membuat posko banyak sekali. Di sini 
memang tidak terlihat dari jalan raya. Tolong kami Mbak," ujar Sugiharto di 
Desa Kepek Timbulharjo Bantul. 
Wajahnya lelah, karena dua hari berturut-turut membantu evakuasi warga. Ada 15 
warga yang meninggal di dusunnya. Permintaan itu disampaikan pada siapa saja 
yang sempat mengunjungi kampungnya. Tepatnya bukan mengunjungi karena hanya 
orang tersesat saja yang sampai di posko yang didirikan bersama puluhan warga 
lainnya. 
Belasan SMS juga masuk ke hand phone saya, menyebutkan lokasi desa dan jenis 
bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Mau tidak mau, informasi tersebut 
harus saya teruskan ke beberapa LSM dan individu yang memang sudah menyediakan 
diri akan memberikan bantuan dengan mengantar langsung ke lokasi bencana. 
Rotary Club


Salah satu lembaga yang mengantarkan langsung bantuan ke korban gempa yaitu 
Rotary Club. Paling tidak hingga saat ini hingga saat ini ada dua gudang yang 
sudah disediakan untuk menampung logistik untuk didistribusikan ke masyarakat. 
"Hari ini kami mendapat 500 tenda dari luar kota Yogyakarta. Besok bantuan susu 
datang," ujar Kelieks Soegiyanto dari Rotary Distrik 3400. 


Jumlah ini jauh lebih besar dari yang bisa diupayakan Pemda DIY. Hingga kemarin 
pemda baru mampu menyediakan 192 tenda, padahal jumlah yang dibutuhkan mencapai 
10.000 tenda. "Bahkan tenda plastik pun tidak ada. kami sedang upayakan dari 
Jakarta, Surabaya dan kota lain di Indonesia. Kalau ada pasti kami beli," ujar 
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada SH kemarin di Kepatihan. 
Sementara itu Wakil Gubernur Sumatra Selatan Mahyuddin NS bersama rombongan 
kemarin menyampaikan bantuan medis untuk korban gempa. Sumsel merupakan 
provinsi pertama yang komit menyampaikan bantuan. Selain itu, Pemda Sumsel juga 
membagikan nasi bungkus paling tidak dalam sepekan ini di Jalan Bantul. "Kami 
juga membangun pos kesehatan. Ini benar-benar wujud keprihatinan kami," ujar 
Mahyuddin kepada SH usai bertemu Gubernur. Jumat nanti, Gubernur Sumsel sendiri 
akan datang untuk memberikan bantuan yang lebih besar. 
Selain itu bantuan dari negara lain juga mulai berdatangan. Tim medis darurat 
Jepang telah tiba di Yogyakarta pada tanggal 29 Mei 2006 dan sudah mulai 
memberi bantuan medis kepada para korban bencana gempa bumi. Posko akan segera 
dibangun di depan Rumah Sakit Muhammadiyah, Bantul. Tim medis yang dikirimkan 
terdiri dari 25 orang, dengan peralatan bio-diagnostic, X-ray dan ultrasonic 
machine bagi para pasien yang mengalami patah tulang. 

Belum Tiba 
Harapan para pengungsi untuk mendapatkan bantuan dari luar desa ternyata belum 
terwujud. Hingga Senin sore (29/9), warga desa-desa di Kabupaten Bantul yang 
tertimpa bencana gempa masih memenuhi kebutuhan makan dari upaya warga sendiri.


Seperti yang dialami warga Dusun Singget, Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, 
Kabupaten Bantul. "Belum ada bantuan dari luar yang masuk. Kami masih menunggu 
bantuan itu. Kebutuhan makan masih bisa kami penuhi. Belum sampai tingkat 
kelaparan Hanya saja bila malam kami kegelapan. Listrik belum menyala sejak 
gempa hebat itu," kata Alfaridz, 19 tahun, pemuda setempat.


Di bagian lain, TNI AU menyediakan enam buah pesawat yang terdiri dari empat 
pesawat Hercules, satu pesawat CN 235 dan satu pesawat Fokker 27 untuk 
mengangkut bantuan sosial dan relawan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma 
ke Yogyakarta. Hingga kini TNI AU sudah melakukan 43 sorties atau penerbangan 
yang mengangkut 77 ton bantuan dan 612 personil serta relawan. 


Penjelasan ini disampaikan Wakil KSAU Marsekal Madya TNI Wresniwiro ketika 
dikonfirmasi SH. Menurut Wresno, bantuan ini akan didrop di Yogyakarta dengan 
menggunakan salah satu hanggar di bandara Adi Sucipto menjadi gudang. 

Bantuan Luar Negeri 
Bantuan negara lain yang sudah masuk yaitu 2 sorties Hercules dari Malaysia, 5 
sorties dari Singapura yang terdiri dari 4 sorties Hercules dan 1 sorties 
Fokker 50. AS, Qatar, Arab Saudi dan Pakistan juga mengirim 1 sorties Hercules. 
Bantuan tersebut mencapai 95 ton bahan makanan, obat, kantong mayat dan 
alat-alat kesehatan. 
Sementara itu di Bandara Adisucipto, TNI AU menyiagakan 6 helikopter dan 3 
pesawat Hercules untuk menunjang kegiatan Satkorlak bencana alam. Diantara 
pesawat tersebut tiga diantaranya Heli Super Puma VVIP untuk rombongan presiden.


Sedangkan, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pihaknya segera 
membangun pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup warga Yogyakarta pasca gempa. 
Sebelumnya, pemerintah akan melakukan indentifikasi terhadap pasar yang 
mengalami kerusakan.
ìKita harus identifikasi dulu sarana pasar yang rusak itu dimana, kita belum 
punya data yang pasti. Dari data sementara kelihatannya ada 2 pasar induk yang 
hancur dan ada 5 pasar yang hancur berat," katanya Senin (29/5) di Jakarta.


Sementara itu, Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali mengatakan 
pemerintah mengkaji kemungkinan untuk memberikan keringanan baik itu berupa 
penghapusbukuan kredit atau bantuan permodalan kepada UKM yang terkena dampak 
dari gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. "Masalah ini akan dikoordinasikan 
dengan Bank Indonesia untuk persoalan teknisnya," kata Suryadharma. 
Dikatakannya, Yogyakarta merupakan pemasok barang kerajinan ke Bali. Sebanyak 
40 persen kerajinan di Bali berasal dari Yogyakarta, khususnya kerajinan 
ukiran. Dengan adanya bencana tersebut diperkirakan pasokan kerajinan ke Bali 
akan terganggu. 


"Banyak dari yang terkena bencana itu punya kredit, lalu bagaimana perlakuannya 
untuk yang usahanya hancur? Begitu juga kita pikirkan modal mereka ke depan. 
(emmy kuswandari.yuyuk sugarman/su herdjoko)




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke