Aku bersama teman2 ( dan masih 23 temanku lainnya masih berada di Bantul )
baru kembali dari Bantul tepatnya dari kecamatan Bambanglipuro dimana dengan
korban meninggal paling banyak, sedang bangunan nya bisa dibilang 95 % rusak
parah, sedang kecamatan yang rusak parahnya mencapai 100 % berada di
Pundong.

Baguna PDI-Perjuangan membuat Posko di Lapangan Bola Bambang Lipuro di
dukung oleh 3 Ambulance dan team dokter plus para medic dan SAR.
Hari Kamis masuk team dari Qatar dan berbarengan memakai lapangan bola (
operasional hari Jumat ), kami meminjamkan 2 buah tenda ( Peleton dan
Kompi ), sedang posko-posko kecil dibangun di 20 Titik lain nya ( tersebar
di kecamatan dan kelurahan lain nya ), dan masih akan membuat tenda posko
lagi dibeberapa lokasi pedalaman.

Melihat kondisi lapangan, bisa dibilang akan terjadi kesulitan dalam hal
distribusi bantuan logistik ( terutama makanan ), karena biarpun rumah
hancur total penduduk tidak mau mengungsi ke tempat penampungan, sehingga
akan ada beberapa kelompok masyarakat yang lokasinya di pedalam an akan
mengalami kesulitan mendapatkan bantuan.

Situasi psikologis masyarakat mulai peka terhadap bantuan dengan kata lain
mulai setengah memaksa meminta bantuan, dan ditengah kondisi demikian juga
masih saja ada kelompok lain yang memakai kesempatan untuk mencuri (
ditempat ku 3 X kejadian pencurian yang berhasil digagalkan ), dan bantuan
saat-saat ini yang paling penting untuk di pedalaman sebenarnya adalah lampu
badai ( murah lho di makro sekitar 20 Ribuan ), dan tentunya logistik
makanan.

Juga masih di perlukan bantuan pensil 2 B ( sebentar lagi akan ada Ulangan
Nasional dimana lembar jawaban harus memakai pensil tersebut ), untuk yang
ini kami sedang mengusahakan mencari donatur dan sudah ber koordinasi dengan
guru setempat yang memang mereka sendiri sudah siap untuk melakukan
pengajaran seadanya.

Mengenai bantuan tenaga dan perlengkapan dari Qatar, mereka menurunkan
kurang lebih satu peleton ( 120 orangan ) dengan perlengkapan medic yang
bisa dibilang komplit, dan malah sudah di koordinasi kan dengan RSUD Bantul,
dan keberadaan mereka hanya untuk 3 hari sd minggu ( entah akan pindah
lokasi  entah kemana )

Bantuan2 yang sangat berguna untuk masyarakat setempat :
- Selimut, Tikar, Plastik Tenda, Pembalut Perempuan, Susu Balita, Lampu
badai, Beras ( indomie melulu kurang baik untuk pencernaan masyarakat ),
Alat tulis, Minyak Goreng, obat-obat-an ( yang ini umumnya sudah mulai bisa
tertangani dan teratasi dimana pada awal-awal nya rumah sakit sangat penuh
dan di hari Selasa sudah bisa menerima pasien lagi ), Mainan anak-anak (
semoga unicef mengirim bantuan ini ), pakaian layak pakai, pakaian bayi.

Yang membuat aku prihatin pasca bencana ini akan memakan waktu yang cukup
panjang, dimana untuk melakukan rekontruksi bangunan selain memakan biaya
yang tinggi juga memakan waktu lebih, karena bangunan yang rusak parah tidak
bisa langsung di bangun, melainkan harus di bersihkan puingnya terlebih
dahulu, dan.................siapa yang membiayai ?, semoga pemerintah bisa
mengatasi masalah ini dengan waktu yang cepat dan tepat, karena beban
psikologis masyarakat akan menjadi lebih peka lagi begitu tahap rekontruksi
dimulai ( saat ini sudah ada beberapa rumah yang mulai merapikan puingnya ).

Demikian sekilat info, aku akan ke Bantul lagi Senin tanggal 5.

sur.
----- Original Message -----
From: "anton-a"

>
> Terlambat atau tidak adalah sebuah ukuran manusia . Saat ini memang diakui
bahwa respon dari banyak negara Islam , terutama di Timur Tengah selalu
lebih lambat dari apa yang dilakukan oleh negara-negara Eropa , Amerika ..
dan negara-negara "sekuler" lainnya . Tapi apakah bantuan yang terlambat
lantas tidak berarti "apa-apa" bagi saudara kita ? Saya rasa tidak demikian
, apalagi terlambatnya hanya dalam hitungan hari dan sampai saat ini
saudara-saudara kita di Jogja dan sekitar masih menunggu bantuan tersebut ..
Terlambat , tapi tidak berarti tidak berguna ..
>
> Kalau ada yang menyebutkan bahwa negara-negara arab tidak menyumbang ,
juga mungkin salah , karena Arab Saudi sudah menyumbang US$ 5 juta ,  Qatar
dengan tenaga dan anjing pelacak . Besar atau kecil adalah relatif .. tapi
setidaknya bencana ini , seperti juga bencana tsunami menggugah kesadaran
semua orang .
>
> Terlambat atau tidak .. mungkin tidak harus dipermasalahkan . Pertanyaan
yang lebih urgent adalah "sudahkah kita melakukan sesuatu" untuk
mereka-mereka yang mengalami bencana . Tidak perlu dijawab tapi lakukanlah
tindakan sekarang juga .. Rp 10,000 atau Rp 5,000 dari anda (aku nggak akan
bicara juta-juta) akan bisa membantu saudara-saudara kita disana untuk
mendapat makan pagi , paling tidak ..Kalau anda bisa lakukan lebih , lakukan
jangan tahan ..
>
> So .. Sudahkah anda berbuat sesuatu ..?
>
> salam
>
> anton



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke