--- In [email protected], LEONOWENS SP <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > KETIDAKBERDAYAAN MANUSIA DIANTARA BENCANA DAN KEMATIAN ( I ) > > " bahwa bencana dan kematian adalah realita yang tak terbantahkan!" >
Enggak benarlah seperti itu, bagaimana mungkin anda menganggapnya manusia tidak berdaya. Manusia satu dan manusia lain saja tidak sama kualitasnya sehingga kalo Indonesia tidak mampu mengatasi bencana bukan berarti negara lainnya juga sama tidak berdayanya. Contoh saja Belanda, negerinya terletak dibawah permukaan air laut, seharusnya negeri ini tenggelam sejak masa lalu. Namun bangsa ini membuktikan keberdayaannya bukan menyerah tidak berdaya. Mereka menciptakan beton2 yang bisa menahan air laut, dan menciptakan kincir2 yang bisa memompa air laut kembali kelaut, sehingga swadaya ini membuat Allah tak berdaya untuk menimbulkan bencana !!! Justru umat Islam nyalah yang menyalah gunakan kepercayaan rakyat Belanda dengan menciptakan teror2 menjadi bencana kemanusiaan dimana Von Goght menjadi korban yang membuat seluruh dunia mengutuk kebiadaban ajaran Islam ini. Seharusnya kita cukum menyadarinya bahwa kalo kita tidak mampu mengatasi bencana, paling sedikit kita jangan menciptakan bencana kepada manusia lainnya. HAL INILAH YANG PERLU MENDASARI PEMIKIRAN SETIAP RAKYAT, PEJABAT, ULAMA, DAN UMAT ISLAM DI INDONESIA. Ny. Muslim binti Muskitawati. > Bencana dan kematian, suatu realita yang menjelaskan tentang adanya penderitaan riil dalam kehidupan. Dan ternyata kehidupan tidak hanya dilandaskan pada realita "pembentuk" kebahagiaan dan kesedihan, tetapi ada esensi kronik yang hadir diantara kebahagiaan dan kesedihan yang selalu dialami oleh manusia itu sendiri; yaitu ketika kebahagiaan dan kesedihan itu tidak dapat terungkapkan atau tergambarkan lagi oleh bahasa alamiahnya! Semua seakan merupakan suatu aksioma dalam kehidupan, "tetapi itu adalah realitas! Realitas yang tak pernah terbantahkan", kata tuan Steghuis menjelang kematiannya. Atau, jikalau Faulkner masih tetap bertahan hidup, maka iapun akan menegaskan dengan kemampuannya mengintisarikan beberapa esai absurdis tentang bencana dan kematian tersebut. > > Tetapi bencana dan kematian, tentunya memiliki bahasa alamiahnya juga yang hendak disampaikan kepada manusia dan kehidupan, bahwasannya realita itu tak akan terbantahkan oleh kepiawaian rasionalitas ataupun pengalaman transendental manusia dalam menjajaki suatu "penaklukkan". Ya, ketika alam sendiri-pun mampu berpraksis dalam "penaklukkannya" terhadap kehidupan. Seakan alam "mampu mendramatisir" kebahagiaan dan kesedihan itu sesuai dengan "kuasanya". Terlebih dari itu, ketika nilai tentang hidup dan kehidupan merupakan praksis dialektika yang permanen dalam sejarahnya, bahkan ketika filsafat mendasari realita kehidupan dan materialnya, tentu hukum dialektika telah hadir bersamanya, dan sampai kapan-pun itu. > > "Bagaimana manusia hidup mampu menyadari kehidupannya ", kata Faulkner dalam intisari pemikirannya. Atau Sade dengan berbagai tuduhan atheis terhadapnya, mencoba untuk menjelaskan tentang relasi manusia, alam, dan kehidupan. Manusia dan komunitas yang hidup lainnya, akan terus berupaya dengan segala kemampuannya untuk menghindari atau memperlambat bencana dan kematian, sesuai dengan apa yang diketahuinya. Walaupun bencana dan kematian akan selalu menghiasi sejarah tentang kehidupan, tetapi hal itu menjadi ambigu ketika bayang-bayang imajiner manusia selalu direposisi sebagai "alat penolakkan" terhadapnya. > > Manusia korban dan yang "dikorbankan" terhadapnya (bencana dan kematian), adalah esensi nyata bahwasannya kehidupan itu memiliki nilai-nilai dan artian tertentu, yang mana segala multi-interpretasi berupaya untuk menjabarkan nilai-nilai dan artian tersebut sesuai dengan kemampuan idenya. Walaupun pada akhirnya ide tersebut menjadi semacam doktrin kepada manusia, tetapi hal itu menegaskan bahwa bencana dan kematian adalah realita yang tak terbantahkan! Dan manusia akan dikembalikan pada kesadarannya oleh satu hal dalam kehidupan, yaitu esensi ketidakberdayaan. > > Dan apakah kita harus berpasrah terhadapnya? Atau hanya menunggu dengan keawasan batin, pikiran, dan beberapa keajaiban? Tentu manusia yang diselimuti oleh ketidakberdayaannya, akan selalu berpraksis untuk mengatasi bencana dan kematian sesuai dengan apa yang diketahuinya. Sehingga inovasi pemikiran akan selalu bersamaan dengan perkembangan peradaban manusia, untuk menciptakan alat-alat penyelamatan dan antisipasi terhadap bencana tersebut. Itulah alat-alat dan penemuan teknologi. Tetapi hal itu bukanlah absolut, karena ketidakberdayaan merupakan esensi pada realitas setiap diri manusia dan kehidupannya, tentunya hal ini akan tercermin dari ketidakmampuannya untuk menolak bencana dan kematian tersebut. > > Setiap manusia dan kehidupan disekitarnya akan selalu berupaya terbebas dari "ancaman" tersebut, lalu seringkali terjadi beberapa imajinasi "pengandaian" di tengah ketidakberdayaan itu sendiri. Mungkin kita akan selalu terbebani oleh beberapa bentuk "pengandaian" yang disampaikan didalamnya, karena "pengandaian" tersebut tak ubahnya dengan "candu" yang diberikan kepada rasionalitas kita dan seluruh masyarakat oleh "otoritas penanggung jawab masyarakat". Karena otoritas itu sendiri tidak mampu untuk mengatasi realitas ketidakberdayaan manusia ataupun masyarakatnya. Lebih ironis, ketika bencana dan kematian itu seakan telah "dicabut nilainya" oleh otoritas tersebut, dan dijadikan sebagai alat "penundukkan" terhadap rasionalitas masyarakat. Sehingga masyarakat direproduksi sebagai masyarakat ambigu dalam menghadapi bencana ataupun kematian tersebut. (bersambung) > > Juni 2006, Leonowens SP. > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Everything you need is one click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
