Tapi kamu itu scientist yang asbun sama sekali.Buktinya berita pagi 
ini Yudhoyono membantah tuduhan Alkatiri bahwa RI tidak terlibat 
kerusuhan di Timor Leste.Padahal versi genduk katanya Alkatiri itu 
disuruh SBY sebagai musuh dalam selimut yang bikin kekacauan bersama 
TNI yang sudah disusupkan disana.Sekali lancung keujian seumur hidup 
takkan dipercaya,la itu kamu inilah yang sok lancung.
Dan saya juga punya beberapa teman yang sudah jadi US Citizen atau 
di Londo sana.Tapi mereka masih seneng kok kalau ketemu dengan wong 
Indonesia.Malah saya direstoran Melati (Amstrerdam) ngobrol ngalor 
ngidul dengan karyawannya ,bisa anget gitu lo.Bahkan dengan yang 
Chinese asal RI di Muscleshoal pun tetep bisa anget.La genduk yang 
satu ini kalau dengan RI kok getinge sundul langit ki piye? Sampai 
belum begitu jelas beritanya gimana belum2 sudah mitnah RI yang 
ndalangi kerusuhan di TimTim.Opo hanya karena saudaramu yang PKI 
dulu dibeleh mBah Harto sama wong Islam? Saya ini bapak saya th 1951 
dibeleh yentaranya Katamsa dari batalyon 447.Tapi sekarang dendam 
saya dengan wong PKI sudah hilang.Malah saya sempet mikir we la kok 
Brigjen Katamsa malah ganti dibeleh oleh PKI.Opo ini karma? saya 
cuman mikir gitu.Tak sarankan genduk ini menghentikan sumpah serapah 
ke RI,kalau ke Harto masih bolehlah.Opo kamu gak mikir bahwa Amrik 
itu UU nya memberi hak kewarganegaran bagi bayi yang lahir di 
Amrik.Soale kota kelahiran itu punya hubungan emotional,kecuali kamu 
memang berhati batu jadi gak ada artinya kota kelahiran bagi kamu.
Tawangalun.

- In [EMAIL PROTECTED], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Response beberapa gelintir umat beragama yang berusaha menyangkal
> tulisan2 saya tentu sia2, karena apa yang tulis bukan pendapat atau
> opini saya melainkan sudah merupakan pendapat umum semua scientist
> sehingga tak perlu saya banyak usaha untuk mempertahankannya karena
> anda dan semua pembaca akan menemukannya melalu jenjang pendidikan
> yang lebih tinggi.
> Sebagai seorang scientist dan pendidik, saya lebih tahu kalo 
tulisan2
> saya sangat berpengaruh terhadap banyak pembaca.  Kenapa saya harus
> membuang waktu untuk meladeni penyangkal2 realitas ini??  Jelas
> tulisan saya bukanlah kepercayaan, sehingga tidak perlu dipercaya,
> namun pemikir2 yang logis dan rasional tidak akan terpengaruh 
dengan
> sangkalan2 umat yang keracunan dogma agamanya.  Dunia ilmu 
pengetahuan
> memang dunia tersendiri yang menguasai dunia saat ini.  Dalam hal 
ini
> tak perlu saya untuk memperdebatkan penyangkalan2 mereka yang cuma
> berusaha menegakkan benang basah dalam membela agamanya.
> 
> Enggak ada yang perlu saya perdebatkan dalam debat kusir, karena 
tanpa
> bicara apapun setiap orang bisa melihat komputer yang ada dimukanya
> sebagai produk teknologi yang tidak bisa disaingi oleh kepercayaan
> apapun dari agama mereka.  Apalagi di Amerika ini semua pelajaran
> agama dilarang untuk diajarkan disemua sekolah publik, namun
> kepercayaan Dewa2 Yunani Kuno menjadi mata pelajaran wajib untuk
> diketahui semua murid tanpa perlu mempercayainya.  Agama apa yang 
bisa
> menandingi kedekatan para scientist dengan Dewa2 Yunani Kuno 
itu??? 
> Semua nama2 bintang tidak ada yang terlepas dari nama2 Dewa2 dalam
> hikayat legende Yunani kuno ini.
> 
> Umat beragama selalu terjebak oleh ulah dan kepercayaannya 
sendiri. 
> Contoh menarik adalah sikap Presiden Bush.  Disatu pihak dia se-
olah2
> membela agama Kristen, namun dilain pihak sikapnya itu berefek
> kehancuran reputasi ajaran Kristen itu sendiri.  Hal ini bisa anda
> saksikan sikap Presiden Bush yang berpihak kepada "Intellegent 
Design"
> untuk menggantikan "Teori Darwin" untuk diajarkan disemua publik
> school.  Kalo hanya berpihak saja sih, bisa jadi Presiden Bush itu
> berpihak kepada agama Kristen.  Namun tidak demikian kenyataannya,
> Presiden Bush dengan sengaja memaksakan hal ini kepada Lembaga 
Science
> Amerika untuk menyatakan sikapnya.  Sudah ratusan tahun Lembaga
> Science ini menghindari konfrontasi terhadap umat beragama yang
> fundamentalist ini.  Lembaga Science Amerika selalu bersikap netral
> dalam setiap controversi yang menyangkut agama.  Celakanya, 
sekarang
> Lembaga ini dipaksa Presiden Bush untuk menyatakan ketegasan 
sikapnya
> dalam kaitan pelarangan "Teori Darwin" dan menggantikannya dengan
> Khotbah gereja Kristen tentang "Intellegent Designer".  Akibatnya 
kita
> sama2 tahu, Lembaga Science Amerika terpaksa mengeluarkan fatwanya,
> bahwa "Intellegent Designer" bukanlah pengetahuan ilmiah melainkan
> bagian dari kepercayaan agama yang tidak boleh diajarkan disekolah
> melainkan di gereja2.  Sedangkan "Teori Darwin" sama sekali tidak
> tergoyahkan sebagai bagian dari science yang tidak terbantahkan
> meskipun sudah banyak teori2 baru yang menyempurnakan teori Darwin
> ini.  Demikianlah, sikap Bush yang se-olah2 berpihak dan melindungi
> kepercayaan agama Kristen hasilnya justru menjerumuskan kepercayaan
> itu ke comberan akibat Lembaga Science Amerika dipaksa untuk
> mempertegas sikapnya.  Kalo dulu umat Kristen bisa mencatut nama
> Lembaga Science untuk promosi kepercayaan agamanya, maka setelah 
fatwa
> mati yang dikeluarkan Lembaga Science Amerika, maka tamatlah usaha2
> untuk mencatut nama Science dalam propaganda dakwah agama mereka.
> 
> Celakanya, Islam di Indonesia ikut mendukung "Intelegent Designer"
> yang bertujuan melarang "Teori Darwin" demi mendukung propaganda
> agamanya yang selalu dikatakan sebagai sejalan dengan science. 
> Demikianlah, kalo sekarang sudah dijelaskan secara tegas oleh 
Lembaga
> Science Amerika bahwa "Intellegent Designer" bukan bagian dari 
ilmiah,
> habislah sudah kaitannya dengan science itu sendiri.  Teori Darwin
> adalah hasil research, sedangkan Intellegent Designer hanyalah
> propaganda kepercayaan agama, padahal kepercayaan hanyalah angan2,
> apalagi yang tersisa sekarang yang masih bisa dimanfaatkan umat 
agama
> untuk mencatut nama science dalam mempropagandakan agamanya ????
> 
> Demikianlah, semua kejadian ini mudah dicerna oleh setiap manusia 
yang
> berpikir logis rasional, dalam hal ini kita cukup mengabaikan
> controversi dengan para ulama yang tetap mau berkukuh menentangnya,
> dan sebagai seorang scientist tak perlu saya memprovokasi kegagalan
> mereka nama mencatut nama science.  Seharusnya mereka lebih 
memahami
> kegagalan mereka.  MYTHOS TIDAK PERNAH BISA MENGALAHKAN LOGOS, moto
> ini tak perlu digunakan untuk menyinggung umat beragama, biarlah
> dibantah untuk melepaskan uneg2 karena realitas ini tidak mungkin 
bisa
> diubah dengan keimanan mereka.
> 
> Tulisan2 saya pada kenyataannya banyak menarik para pembaca baik
> mereka yang didominasi religious prejudice maupun mereka yang 
memiliki
> nalar logis rasional yang digunakan dalam critical thinking untuk
> melihat kebenaran semua tulisan2 saya.  Tidak perlu saya kecewa 
kepada
> mereka yang tidak mampu menangkap kebenaran yang hakiki dalam 
tulisan2
> saja.
> 
> Kecerdasan selain berkaitan dengan gene, juga terkait dengan
> lingkungan yang melatih sel2 otak untuk berkembang yang juga
> berhubungan dengan input protein dalam pengembangan sel2 otak kita,
> dan protein berkaitan dengan kualitas makanan yang kita konsumsi
> se-hari2, dan kesemuanya inilah yang menjamin negara2 maju seperti
> Amerika mampu mendominasi science dan teknologi dalam mengatasi
> kekalapan umat yang didominasi oleh religious prejudice dogmatis 
agamanya.
> 
> Kemajuan cuma terletak dari kemampuan seorang individu dalam 
mengubah
> cara2 berpikir yang salah.  Melihat kemajuan bangsa lain, 
seharusnya
> merangsang pertanyaan dimana letak kesalahan diri kita, bukan malah
> menyalahkan mereka yang lebih mampu membuktikan kebenaran dan
> kemampuannya.
> 
> Dr. Ny. Muslim binti Muskitawati, PhD.
>

- In [EMAIL PROTECTED], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Response beberapa gelintir umat beragama yang berusaha menyangkal
tulisan2 saya tentu sia2, karena apa yang tulis bukan pendapat atau
opini saya melainkan sudah merupakan pendapat umum semua scientist
sehingga tak perlu saya banyak usaha untuk mempertahankannya karena
anda dan semua pembaca akan menemukannya melalu jenjang pendidikan
yang lebih tinggi.

Sebagai seorang scientist dan pendidik, saya lebih tahu kalo tulisan2
saya sangat berpengaruh terhadap banyak pembaca.  Kenapa saya harus
membuang waktu untuk meladeni penyangkal2 realitas ini??  Jelas
tulisan saya bukanlah kepercayaan, sehingga tidak perlu dipercaya,
namun pemikir2 yang logis dan rasional tidak akan terpengaruh dengan
sangkalan2 umat yang keracunan dogma agamanya.  Dunia ilmu 
pengetahuan
memang dunia tersendiri yang menguasai dunia saat ini.  Dalam hal ini
tak perlu saya untuk memperdebatkan penyangkalan2 mereka yang cuma
berusaha menegakkan benang basah dalam membela agamanya.

Enggak ada yang perlu saya perdebatkan dalam debat kusir, karena 
tanpa
bicara apapun setiap orang bisa melihat komputer yang ada dimukanya
sebagai produk teknologi yang tidak bisa disaingi oleh kepercayaan
apapun dari agama mereka.  Apalagi di Amerika ini semua pelajaran
agama dilarang untuk diajarkan disemua sekolah publik, namun
kepercayaan Dewa2 Yunani Kuno menjadi mata pelajaran wajib untuk
diketahui semua murid tanpa perlu mempercayainya.  Agama apa yang 
bisa
menandingi kedekatan para scientist dengan Dewa2 Yunani Kuno itu??? 
Semua nama2 bintang tidak ada yang terlepas dari nama2 Dewa2 dalam
hikayat legende Yunani kuno ini.

Umat beragama selalu terjebak oleh ulah dan kepercayaannya sendiri. 
Contoh menarik adalah sikap Presiden Bush.  Disatu pihak dia se-olah2
membela agama Kristen, namun dilain pihak sikapnya itu berefek
kehancuran reputasi ajaran Kristen itu sendiri.  Hal ini bisa anda
saksikan sikap Presiden Bush yang berpihak kepada "Intellegent 
Design"
untuk menggantikan "Teori Darwin" untuk diajarkan disemua publik
school.  Kalo hanya berpihak saja sih, bisa jadi Presiden Bush itu
berpihak kepada agama Kristen.  Namun tidak demikian kenyataannya,
Presiden Bush dengan sengaja memaksakan hal ini kepada Lembaga 
Science
Amerika untuk menyatakan sikapnya.  Sudah ratusan tahun Lembaga
Science ini menghindari konfrontasi terhadap umat beragama yang
fundamentalist ini.  Lembaga Science Amerika selalu bersikap netral
dalam setiap controversi yang menyangkut agama.  Celakanya, sekarang
Lembaga ini dipaksa Presiden Bush untuk menyatakan ketegasan sikapnya
dalam kaitan pelarangan "Teori Darwin" dan menggantikannya dengan
Khotbah gereja Kristen tentang "Intellegent Designer".  Akibatnya 
kita
sama2 tahu, Lembaga Science Amerika terpaksa mengeluarkan fatwanya,
bahwa "Intellegent Designer" bukanlah pengetahuan ilmiah melainkan
bagian dari kepercayaan agama yang tidak boleh diajarkan disekolah
melainkan di gereja2.  Sedangkan "Teori Darwin" sama sekali tidak
tergoyahkan sebagai bagian dari science yang tidak terbantahkan
meskipun sudah banyak teori2 baru yang menyempurnakan teori Darwin
ini.  Demikianlah, sikap Bush yang se-olah2 berpihak dan melindungi
kepercayaan agama Kristen hasilnya justru menjerumuskan kepercayaan
itu ke comberan akibat Lembaga Science Amerika dipaksa untuk
mempertegas sikapnya.  Kalo dulu umat Kristen bisa mencatut nama
Lembaga Science untuk promosi kepercayaan agamanya, maka setelah 
fatwa
mati yang dikeluarkan Lembaga Science Amerika, maka tamatlah usaha2
untuk mencatut nama Science dalam propaganda dakwah agama mereka.

Celakanya, Islam di Indonesia ikut mendukung "Intelegent Designer"
yang bertujuan melarang "Teori Darwin" demi mendukung propaganda
agamanya yang selalu dikatakan sebagai sejalan dengan science. 
Demikianlah, kalo sekarang sudah dijelaskan secara tegas oleh Lembaga
Science Amerika bahwa "Intellegent Designer" bukan bagian dari 
ilmiah,
habislah sudah kaitannya dengan science itu sendiri.  Teori Darwin
adalah hasil research, sedangkan Intellegent Designer hanyalah
propaganda kepercayaan agama, padahal kepercayaan hanyalah angan2,
apalagi yang tersisa sekarang yang masih bisa dimanfaatkan umat agama
untuk mencatut nama science dalam mempropagandakan agamanya ????

Demikianlah, semua kejadian ini mudah dicerna oleh setiap manusia 
yang
berpikir logis rasional, dalam hal ini kita cukup mengabaikan
controversi dengan para ulama yang tetap mau berkukuh menentangnya,
dan sebagai seorang scientist tak perlu saya memprovokasi kegagalan
mereka nama mencatut nama science.  Seharusnya mereka lebih memahami
kegagalan mereka.  MYTHOS TIDAK PERNAH BISA MENGALAHKAN LOGOS, moto
ini tak perlu digunakan untuk menyinggung umat beragama, biarlah
dibantah untuk melepaskan uneg2 karena realitas ini tidak mungkin 
bisa
diubah dengan keimanan mereka.

Tulisan2 saya pada kenyataannya banyak menarik para pembaca baik
mereka yang didominasi religious prejudice maupun mereka yang 
memiliki
nalar logis rasional yang digunakan dalam critical thinking untuk
melihat kebenaran semua tulisan2 saya.  Tidak perlu saya kecewa 
kepada
mereka yang tidak mampu menangkap kebenaran yang hakiki dalam 
tulisan2
saja.

Kecerdasan selain berkaitan dengan gene, juga terkait dengan
lingkungan yang melatih sel2 otak untuk berkembang yang juga
berhubungan dengan input protein dalam pengembangan sel2 otak kita,
dan protein berkaitan dengan kualitas makanan yang kita konsumsi
se-hari2, dan kesemuanya inilah yang menjamin negara2 maju seperti
Amerika mampu mendominasi science dan teknologi dalam mengatasi
kekalapan umat yang didominasi oleh religious prejudice dogmatis 
agamanya.

Kemajuan cuma terletak dari kemampuan seorang individu dalam mengubah
cara2 berpikir yang salah.  Melihat kemajuan bangsa lain, seharusnya
merangsang pertanyaan dimana letak kesalahan diri kita, bukan malah
menyalahkan mereka yang lebih mampu membuktikan kebenaran dan
kemampuannya.

Dr. Ny. Muslim binti Muskitawati, PhD.








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke