Pdt SAE Nababan Minta Umat Kristiani Tetap Disiplin

Tuesday, Jun. 13, 2006 Posted: 9:17:46AM PST

Presiden Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (DGD) Pdt Dr SAE Nababan mengatakan,
dalam situasi sekarang ini banyak hal-hal mengenai perkembangan gereja dan
masyarakat sangat memprihatinkan.

Hal itu diungkapkannya dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) sebagai
ungkapan syukur berdirinya 50 tahun koor NHKBP Sudirman, Medan, Sabtu sore
(10/6), Harian SIB memberitakan.

Suara pemuda dikatakan Nababan tidak tertarik untuk mengikuti kebaktian di
dalam suatu denominasi gereja. Mereka mencari "jajan rohani" di luar gereja
masing-masing atau bahkan mereka pindah gereja atau menjauh dari gereja
dengan alasan kehidupan sehari-hari. Mereka frustrasi, seolah-olah tidak ada
tempat bagi pemuda di dalam gereja.

Jumlah pemuda yang mengikuti kebaktian, semakin berkurang. Bahkan banyak
pemuda tanpa kepastian kerja, tanpa kepastian studi atau bahkan banyak yang
menganggur ataupun drop out tanpa masa depan dan pengharapan, kata Nababan.

Sebagian pemuda mencari solusi sendiri dengan kekerasan atau dengan
melanggar peraturan-peraturan hukum. Angkatan tua menyesalkan angkatan muda,
sebaliknya angkatan muda kecewa terhadap angkatan tua.

"Hal seperti itu tidak memanggil kita untuk memasuki hidup beragama yang
penuh dengan ritus-ritus yang kita tidak mengerti, atau dipaksa mengikuti
kebiasaan-kebiasaan gereja yang pada hakekatnya adalah peraturan-peraturan
adat," katanya.

Tapi, tegas Nababan, "Kita dipanggil mengikuti Kristus agar kita mampu
menghadapi segala macam tantangan dalam kehidupan kita. Kita berpengharapan
ke masa depan betapapun seram dan gelapnya kehidupan ini."

Menurut Nababan, tantangan berat dihadapi angkatan muda saat ini adalah
sulitnya mencari pekerjaan, membiayai pendidikan oleh karena sulitnya
kehidupan.

"Kesulitan dalam pekerjaan itu disebabkan banyak dari kita tidak pernah
dididik menciptakan sendiri lapangan pekerjaan. Terlalu dalam kita berakal
dengan mental 'ingin menjadi PNS atau pegawai swasta'."

Zaman sekarang, jelasnya, hukum dasar dari era globalisasi ini adalah hukum
rimba dan roh yang menguasai zaman ini adalah roh kerakusan yang
membangkitkan kerakusan dalam diri setiap orang.

Negara kaya yang maju dan besar menguras kekayaan dan membodohi
negara-negara miskin dan terbelakang. Akibat pembodohan ini, timbul istilah
baru bagi pelaksana hukum rimba antar bangsa ini yakni korporatorasi yakni
gabungan dari korporasi penanam uang dengan pemerintah yang kuat yang
sewenang-wenang melakukan pengaturan kepada bangsa-bangsa lain.

Akibat dari korporatorasi ini, ungkapnya, sejumlah negara seperti Thailand,
Filipina dan Indonesia dihantam badai yang dinamai krismon. "Inilah penyebab
utama dari penderitaan angkatan muda masa kini," ia menegaskan.

Dia berharap angkatan muda agar bisa menghadapi jaman ini dengan memiliki
ketrampilan di berbagai bidang kehidupan, kepercayaan, peduli terhadap orang
kecil yang tertindas dan disiplin dalam hidup.

"Di tengah-tengah keadaan inilah," lanjut Nababan, "kita harus mendengar
panggilan Yesus. Yesus memanggil kita tidak untuk melarikan diri dari dunia
ini, tidak melarikan diri dari persoalan-persoalan atau penderitaan yang
kita hadapi dan tidak memanggil kita untuk berangan-angan tentang surga."
(SIB)


-- 

Brief CV of Jusfiq Hadjar



Jusfiq Hadjar, a christian, 66 years old, is an Indonesian living in the
Netherlands. He currently lives together out of wed-lock with Marlene Van
Doorn - a documentalist in African Studies Center (ASC) library - in Leiden.



Jusfiq Hadjar has, thus far, succesfully deceived many NGOs into believing
that he is a human rights activistist. One of the NGOs that has been trapped
in his lies is a Muslim human rights group, the Movement against Racism and
for Friendship among Peoples.



Jusfiq Hadjar is very active in his campaigns against Islam and Muslims on
the Internet, especially in several Indonesian mailing lists. He will spread
massive amounts of offensive, slanderous, lying statements against Islam and
Muslims day in and day out and at the same time claiming that he is a
Muslim.



Undoubtedly, Jusfiq Hadjar is one of those people who still thinks that
adhering to a daily routine of cursing and swearing on the Internet would
help to make him look intelligent and preserve his sanity. It shoots no
wonder then if you find mosts of his writings on the Internet are just about
cursing and swearing at Muslims and licking the ass of his christian
friends.



Jusfiq Hadjar has joined several mailing lists in order to spread his severe
hatred against Islam and Muslim on the Internet:



http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/

http://groups.yahoo.com/group/proletar/

http://groups.yahoo.com/group/apakabar/

http://groups.yahoo.com/group/minangnet/

http://groups.yahoo.com/group/istiqlal/

http://groups.yahoo.com/group/partai-keadilan/

http://groups.yahoo.com/group/ijtihad/<http://groups.yahoo.com/group/partai-keadilan/>



Marlene Van Doorn is very supportive of his life partner's evil activities
on the Internet, and gives her financial support by providing him with
meals, accomodation and Internet connection. He is also allegedly financed
by Leiden church.



He has no children.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/si.u7A/bOaOAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke