Edisi Sabtu, 17 Juni 2006 
HARIAN ANALISA

Bawa Bahan Pembuat Bom, Warga Indonesia Ditahan di Thailand 

Yala, (Analisa) 

Seorang warga Indonesia ditahan bersama dengan peralatan pembuatan bom di 
wilayah Thailand Selatan, Jumat (16/6) sementara ledakan-ledakan kecil melukai 
paling tidak lima orang di sana, kata polisi. 

Pria itu, yang diidentifikasi polisi sebagai Sabri bin Emaeruding, 37 tahun 
dari Sumatra, ditangkap dalam satu operasi Jumat subuh di wilayah itu, di mana 
lebih 1.300 orang tewas dalam dua tahun aksi perlawanan. 

Sabri memiliki 1 kilogram pupuk urea dan 2 kilogram paku -- yang biasa 
digunakan untuk membuat bom-- dan dituduh memasuki negara itu secara tidak sah. 
Dia akan ditahan untuk pemeriksaan lebih jauh, kata polisi. 

Pada Jumat, sebuah bom kecil yang disembunyikan di bawah sebuah truk meledak 
dekat sebuah kedai teh di propinsi Yala, Thailand Selatan, mencederai sopir, 
istrinya dan tiga orang lainnya, kata polisi. 

Bom-bom kecil juga meledak di toilet-toilet di lima stasiun kereta api di tiga 
provinsi, Yala, Pattani dan Narathiwat dekat perbatasan Malaysia, pusat 
perlawanan separatis, tapi tidak ada yang cedera, kata polisi. 

Ledakan-ledakan di wilayah yang menggunakan bahasa Melayu itu terjadi sehari 
setelah satu gelombang serangan bom yang menurut PM Thailand Thaksin Shinawatra 
pasukan keamanan tahu akan terjadi aksi itu tapi gagal mencegahnya. Paling 
tidak dua orang tewas dan 16 lainnya cedera akibat serangan-serangan itu. 

Polisi mengatakan warga Indonseia itu ditangkap dalam satu operasi terhadap 
kelompok garis keras yang berada di belakang paling tidak 41 serangan bom, 
Kamis (15/6). 

"Berdasarkan keadaan sekarang , kami perlu menahan dia sesuai dengan 
undang-undang darurat dan memeriksa apakah dia adalah bagian dari jaringan 
pemberontak di Aceh atau di tempat-tempat lain," kata Kolonel Polisi Manoch 
Anantritkul kepada Reuter melalui telepon. 

Gubernur Narathiwat Pracha Taerat mengemukakan kepada Reuter, Kamis, lebih 200 
bom kecil seukuran kaleng soda dengan jam tangan digital sebagai pengatur 
waktu, diselundupkan dari Malaysia pekan lalu. 

Dia mengatakan bom-bom itu dengan gampang diselu-dupkan ke wilayah yang 
berpenduduk 1,8 juta jiwa, sebagian besar mereka adalah etnis Melayu yang 
merasa lebih dekat hubungannya dengan Malaysia ketimbang dengan Thailand yang 
berpenduduk mayoritas beragama Buddha itu. (Ant/Rtr) 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Life without art & music? Keep the arts alive today at Network for Good!
http://us.click.yahoo.com/9I_uBB/YPaOAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke