http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=148219
SKANDAL SENJATA API Puncak Gunung Es di Tubuh TNI Minggu, 2 Juli 2006 JAKARTA (Suara Karya): Pengamat militer dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Dr Edi Prasetyono berpendapat, skandal timbunan senjata api di rumah Wakil Asisten Logistik KSAD Brigjen Koesmayadi merupakan salah satu puncak gunung es permasalahan yang ada di tubuh TNI. "Kasus tersebut menunjukkan rendahnya penataan disiplin organisasi TNI serta lemahnya kontrol terhadap perilaku personel TNI. Kasus Koesmayadi ini bisa jadi sebagai puncak gunung es dari permasalahan-permasalahan di tubuh TNI dan militer Indonesia pascareformasi," kata Edi Prasetyono usai diskusi di Paramadina, Jakarta, Sabtu (1/7). Sementara itu, Sabtu (1/7) malam berlangsung acara tahlilan di kediaman Koesmayadi, di Jalan Pangandaran V No 15, Kompleks Marina, Ancol. Dalam acara itu hadir para kolega Koesmayadi di TNI AD dan tampak pula mantan Wa ksad Letjen (Purn) Kiki Syahnakrie dan mantan Kepala Badan Intelijen ABRI (BIA) Mayjen (Purn) Zaky Anwar Makarim. Sekitar 200 tamu datang dalam acara di rumah Koesmayadi yang dipasangi tenda putih. Wartawan tidak diperkenankan masuk dan beberapa anggota keluarga yang ditemui wartawan menolak untuk diwawancarai. Edi Prasetyono tak sependapat dengan spekulasi yang menyebutkan penemuan timbunan senjata dan amunisi Koesmayadi ini bagian dari penyelundupan senjata ilegal atau rencana kudeta. "Anggapan itu terlalu spekulatif," katanya. Namun, Edi berpendapat, kontrol pengamanan wilayah Indonesia oleh TNI masih buruk, sehingga pedagang senjata ilegal dan penyelundupan masih memiliki keleluasaan bergerak yang sangat tinggi. Tentang keberadaan broker jual beli senjata, Edi berpendapat, broker secara institusional diperbolehkan. Alasannya, karena perdagangan senjata sangat tertutup. "Senjata hanya dijual kepada negara, sehingga orang yang bisa mengakses senjata biasanya mendapatkan komisi. Tapi kalau dilakukan secara personal, tetap saja illegal," ujar Edi. Di tempat terpisah, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, berpendapat bahwa senjata yang ditemukan di rumah Brigjen TNI Koesmayadi diduga ada kaitannya dengan berbagai peristiwa kekerasan dan sabotase politik terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami menduga senjata yang ditemukan di rumah Koesmayadi itu ada kaitannya dengan tindak kekerasan, seperti ancaman bom, kasus pembunuhan misterius, dan sabotase politik terhadap pemerintahan SBY," katanya. Menurut anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus terbunuhnya pendekar HAM Munir itu mengatakan, penemuan senjata di rumah petinggi TNI itu merupakan cermin rendahnya kontrol produksi, penggunaan, dan peredaran senjata. "Kalau kontrol, produksi, penggunaan, dan peredaran senjata di lingkungan TNI dilakukan secara ketat, tidak mungkin terjadi peristiwa seperti ini," ujarnya. (Victor AS/Ant) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
