Pandangan saya thd Pancasila yang digunakan sebagai ideologi
kayaknya bisa ditafsirkan oleh Pemimpin ybs.Ekonomi menurut Sukarno
Ekonomi terpimpin,Ekonomi menurut Suharto lebih liberal dari Barat
kayaknya.Bagusnya era Sukarno tak ada jurang kaya miskin karena ada
Terpimpin tadi.Era Suharto orang leluasa mau spekulasi apa saja
boleh,mau babat hutan kan malah HPH itu yang ngedum Harto juga yang
dapat tentara.Jadi Pancasila itu agak berbahaya karena bisa
ditafsirkan tgt selera,soale gak ada penggarisan yang jelas rambu2
ekonominya kayak opo.
For your information kalau Ekonoki Syariah itu punya rambu jelas:
1.Riba tidak boleh.Nah belum2 karena RI nglanggar Riba akibatnya
fatal seperti sekarang ini.
2.Menimbun tidak boleh.Misal saya mborong tanah di Pamulang 5 Ha
lalu saya biarin untuk dijual lagi 10 tahun lagi.Itu wis disebut
menimbun dan harus dihukum.Adakah SBY punya hukum seperti itu?
3.Mengurangi timbangan dilarang.Bukan hanya timbangan orang beli
jeruk saja tapi melanggar Spec yang disepakati misal campuran semen
1:3 lalu dijadikan 1:5.Itu juga mengurangi timbangan.
4.Dll misal adanya mata uang yang tidak lekang oleh jaman yaitu
emas.Kalau mata uang kita RP yang dengan mudahnya dipalsu yo
nilainya bisa kaya kertas toilet.Tapi kalau mata uang emas saya
jamin dengan USD gak akan kalah.Jaman baheula dulu harga kambing
seekor 2 dinar emas saat inipun dengan 2 dinar masih dapat
kambing.Menteri Keu kita sudah berpengalaman pusingnya mengendalikan
rupiah.Oo iya saking liberalnya ekonomi kita orang mau ndirikan Mall
dikota saya amat mudah walaupun pasti menimpa pengecer
kecil.Bayangin rumah saya selarang berjalan 3s/d 5 km kesegala arah
akan menemukan Mall entah Carefour,Diamond,Alfa,Makro dan
Saphir.Padahal dinegaranya carefour sana dia hanya boleh jualan
diluar kota ben gak macet.Tapi kan ekonomi Pancasila kita ini lebih
liberal dari Barat.Jadi menurutku aturan Syariah itu jane apik.
Tawangalun.
- In [EMAIL PROTECTED], "lisaktong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ISLAM, PANCASILA, NASAKOM
>
> ISLAM DAN NASAKOM
> Nasakom merupakan kumpulan ideologi kebencian yang berasal dari
> Eropa dan Asia yang dieropakan, yaitu nasionalisme, naziisme,
> zionisme, salibisme, sosialisme, sekularisme, sintoisme,
> kapitalisme, komunisme, kolonialisme, konfusianisme, hinduisme,
> materialisme, machiavelisme, marxisme, militerisme.
> Akronim nasakom yang marak digunakan pemerintah NKRI pada waktu
itu
> adalah nasionalis, agama, komunis, merupakan akronim yang
> dimanipulasi untuk secara sistematis menolak Pancasila. Dalam buku
> Dibawah Bendera Revolusi (DBR) oleh Ir Sukarno yang diterbitkan
oleh
> Panitya Penerbit Dibawah Bendera Revolusi tahun 1964 pada halaman
1
ISLAM, PANCASILA, NASAKOM
ISLAM DAN NASAKOM
Nasakom merupakan kumpulan ideologi kebencian yang berasal dari
Eropa dan Asia yang dieropakan, yaitu nasionalisme, naziisme,
zionisme, salibisme, sosialisme, sekularisme, sintoisme,
kapitalisme, komunisme, kolonialisme, konfusianisme, hinduisme,
materialisme, machiavelisme, marxisme, militerisme.
Akronim nasakom yang marak digunakan pemerintah NKRI pada waktu itu
adalah nasionalis, agama, komunis, merupakan akronim yang
dimanipulasi untuk secara sistematis menolak Pancasila. Dalam buku
Dibawah Bendera Revolusi (DBR) oleh Ir Sukarno yang diterbitkan oleh
Panitya Penerbit Dibawah Bendera Revolusi tahun 1964 pada halaman 1
terdapat tulisan dengan judul Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme
("Suluh Indonesia Muda", 1923). Tujuan utama tulisan tersebut adalah
untuk mempersatukan potensi bangsa dalam melawan penjajahan.
Ternyata memang tulisan tersebut memilki andil untuk mempersatuakn
bangsa Indonesia menumbangkan penjajahan sehingga bangsa Indonesia
mampu memperoleh kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Konsep persatuan bangsa Indonesia kemudian dikembangkan dan
dibakukan menjadi Pancasila dengan sila-silanya: Ketuhanan yang
maha esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan /perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Dalam PP No 66 tahun 1951 tentang Lambang Negara ditetapkan:
Dasar Ketuhanan YME terlukis dengan Nur Cahaya di ruangan tengah
berbentuk bintang bersudut lima.
Dasar Kerakyatan dilukiskan dengan kepala banteng sebagai tenaga
rakyat
Dasar Kebangsaan dilukiskan dengan pohon beringin, tempat berlindung
Dasar Perikemanusiaan dilukiskan sengan tali rantai bermata bulatan
dan persegi
Dasar Keadilan Sosial dilukiskan dengan kapas dan padi, sebagai
tanda tujuan kemakmuran.
Di bawah lambang terlukis dengan huruf latin sebuah semboyan dalam
bahasa Jawa Kuno, yang berbunyi BHINNEKA TUNGGAL IKA.
Dengan telah diterimanya Pancasila sebagai ideologi, falsafah,
budaya, way of life, jiwa bangsa dan negara Indonesia, maka otomatis
konsep Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme menjadi batal dan lebur
ke dalam Pancasila.
Menghidupkan kembali konsep Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme
apalagi diplesetkan menjadi nasionalis, agama, komunis yang
diakronimkan menjadi nasakom adalah perbuatan makar terhadap
Pancasila. Siapapun yang menerima ideologi nasakom sebagai akronim
nasionalis, agama, komunis patut diduga sebagai subversif yang anti
Pancasila dan bertujuan mengganti ideologi Pancasila dengan nasakom.
Dugaan tersebut ternyata bukan isapan jempol karena seluruh bangsa
Indonesia mengalami tragedi pemberontakan nasakom dengan sandiyudha
gerakan 30 September atau Gestapu atau G-30-S PKI. Dengan kenyataan
sejarah tersebut seharusnya bangsa Indonesia sadar dan sepakat bahwa
nasakom merupakan jatidiri kumpulan ideologi kebencian yang berasal
dari Eropa dan Asia yang dieropakan yang selama ini dikenal dengan
sebutan peradaban barat. Sejarah mencatat bahwa sukubangsa Eropa
merupakan sukubangsa yang sangat bengis sehingga tanpa rasa berdosa
melakukan cleansing etnis di Amerika, Australia, Asia, dan Afrika
dan bahkan di Eropa sendiri serta menganeksasi benua Amerika dan
Australia serta wilayah-wilayah di Asia dan Afrika.
Sejarah mencatat betapa agama Nasrani yang berasal dari Asia
setelah dieropakan berubah menjadi ideologi salibisme dengan doktrin
perang salib yang sangat haus darah dan membenarkan berlangsungnya
cleansing etnis dan keyakinan serta aneksasi wilayah. Belajar dari
sejarah tersebut nampaknya kaum Yahudi tidak mau kalah,
dikembangkanlah agama Yahudi menjadi ideologi zionisme yang sangat
brutal dengan aksi terornya, sehingga sangat tepat bila zionisme
diidentikkan dengan terorisme. Bangsa Jepang dengan sintoismenya
yang semula tertutup setelah dibuka oleh Amerika (hasil penjarahan
Eropa) berubah frontal menjadi ekspansionis. Bangsa India dengan
agama hindunya setelah dikangkangi oleh Inggris menjadi
terpecahbelah terdiri India, Pakistan, Banglades, Kashmir yang
selalu silih ungkih. Kalau Cina dengan konfusianismenya memang sudah
dari awalnya ekspansionis sehingga dengan segala daya dan dana
mereka bangun tembok besar untuk menangkal ekspansi dari bangsa
lain, sebagai wujud bangsa yang takut akan bayangan sendiri,
sehingga Islam pada awalnya mengalami kesulitan untuk berdakwah
dengan bangsa Cina.
Itulah sedikit gambaran betapa peradaban Eropa yang dikemas dalam
ideologi nasakom sama sekali tidak mengenal faham hidup
berdampaingan secara damai (lakum dinukum waliyadien) yang merupakan
salah satu pilar Islam sebagai sistem terpadu yang terdiri dari 6
pilar, yaitu: Lillahi ta'ala, Rahmatan lil'alamin, Laa iqraha
fiddien, Lakum dinukum waliyadien, Fastabiqul khairat, `Amar ma'ruf
nahi munkar.
ISLAM DAN PANCASILA.
Sukarno termasuk salah seorang putra terbaik bangsa yang telah
dengan gigih melakukan eksperimen untuk mempersatukan bangsa.
Eksperimen pertama adalah dengan melontarkan gagasan tentang
Marhaenisme. Ideologi ini ia kelola bersama teman-temannya melalui
PNI (Partai Nasioanl Indonesia). Nampaknya ideologi marhaenisme
dapat diterima oleh sebagian bangsa Indonesia terbukti pada pemilu
1955 yang luber dan jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur,
adil) PNI merupakan salah satu partai pemenang diantara 4 partai
pemenang lainnya yaitu Masyumi, NU dan PKI.
Eksperimen kedua adalah NIM (Nasionalisme, Islamisme, Marxisme).
Gagasan ini awalnya dituangkan dalam tulisan yang dimuat Suluh
Indonesia Muda 1923 dan baru diintensifkan pada masa diktator
terpimpin dalam periode setelah dekrit atau juga makar tanggal 5
Juli 1959. Eksperimen ini dapat diterima oleh seluruh bangsa dalam
pemilu 1955 yang luber dan jurdil. PNI mewakili nasionalisme,
Masyumi dan NU mewakili Islamisme, PKI mewakili marxisme. Namun
sayang Sukarno tidak yakin akan kebenaran eksperimennya sendiri
sehingga memilih cara diktator daripada demokrasi dengan
mengeluarkan dekrit presiden 5 Juli 1959 yang membubarkan
Konstituante dan Parlemen hasil pilihan rakyat melalui pemilu yang
luber dan jurdil. Cara diktator yang dipilih Sukarno menimbulkan
malapetaka kemanusiaan dengan munculnya perang saudara dalam palagan
G30S PKI dan tumbuh kembangnya ideologi kebencian.
Eksperimen ketiga adalah Pancasila. Ideologi Pancasila pertama kali
dilontarkan pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945. Sebagai
wujud partisipasi untuk mempertegas posisi umat Islam terhadap
ideologi Pancasila maka pada tanggal 22 Juni 1945 umat Islam
mengeluarkan rumusan Pancasila yang dikenal dengan Piagam Jakarta.
Setelah melalui berbagai negosiasi maka ditetapkanlah Pancasila
sebagai ideologi Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam
Mukadimah UUD 45. Dengan demikian ketiga eksperiman yang dilakukan
oleh Sukarno dapat diterima oleh seluruh komponen bangsa.
Keberhasilan Pancasila menyelamatkan kemelut bangsa karena kelahiran
Pancasila dilandasi semangat kebersamaan meskipun harus melalui
negosiasi-negosiasi panjang dan melelahkan. Semangat inilah
nampaknya yang hilang dari sanubari bangsa Indonesia sehingga
musibah demi musibah melanda tanah air dan Pancasila dikramatkan
sebagai sesuatu yang memiliki kesaktian.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/