Thank you yang ditulis di permulaan surat, untuk jawaban yang
    TELAH diberikan. 

    Thank you yang ditulis diakhir surat menunjukkan bahwa jawaban
    belum diberikan, tapi diyakini akan diberikan. 



On 3 Jul 06, at 10:28, justjoiningthetribes wrote:

> Yang membuat saya tidak habis pikir dengan MARLENE VAN DOORN'S jusfiq
> hadjar (66) ini adalah sifat ngeyelnya suka cuap2 kayak nonok bebek,
> meski dia gak ngerti apa yang dibicarakan.
> 
> Selain itu logika berbahasanya, khususnya bahasa Inggris, adalah jelas
> memprihatinkan.
> 
> Pertama dia mengaitkan2 penulisan thank you for your reply itu untuk
> menunjukkan kebiasaan di dua abad yang berbeda.
> 
> Duh dungunya manusia kafir kristen ini.
> 
> Orang ini jelas tidak tahu bahwa dua macam penulisan rasa terima kasih
> terhadap seseorang yang akan kita balas/kirimi surat itu sudah lama
> diketahui bahwa posisinya bisa diatas atau di bawah surat.
> 
> Apa yang membedakan keduanya?
> 
> Penulisan thank you for your reply di atas surat adalah untuk
> menunjukkan acknowledgement rasa terima kasih atas balasan surat yang
> pernah dikirimkan.
> 
> Sedangkan, penulisan thank you for your reply di bawah surat adalah
> untuk menunjukkan rasa terima kasih in advance atas balasan yang akan
> kirimkan.
> 
> Jadi dimana sebenarnya kesalahan MARLENE VAN DOORN'S jusfiq hadjar
> (66) yang memang dungu kayak anjing dan berpengetahuan dangkal bak
> comberan di Jakarta di musim kemarau?
> 
> Dia tidak mencantumkan in advance ataupun kata2 sejenis yang
> menunjukkan bahwa dia menyampaikan rasa terima kasih terlebih dahulu
> sebelum balasannya diterima.
> 
> Dungu pan?
> 
> Debil pan?
> 
> Tolol pan?
> 
> Bego pan?
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> 
> On 3 Jul 06, at 8:29, justjoiningthetribes wrote:
> 
> > Saya perlihatkan kesalahannya dalam penulisan thank you for reply
> > yang memang salah kaprah itu.
> >
> 
> 
> Tidak ada yang salah dengan kalimat saya itu..
> 
> > Orang ini bukannya minta maaf secara tulus lagi khusyuk
> >
> > Tapi sebagaimana kebiasaan manusia kafir kristen tipikal, dia malah
> > ngibul mengatakan itu kebiasaan abad 21.
> >
> 
> Yap!
> 
> Adalah kebiasaan yang berlaku sekarang ini untuk menulis,
> diakhir surat untuk mengucapkan terimakasih atas jawaban orang
> yang belum diberikan, tapi diyakini akan diberikan.
> 
> 
> > Ni orang emang debil profond.
> >
> > Sebagaimana layaknya kristen tipikal
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> >
> >
> > Susah...
> >
> > Susah betul ketemu orang Islam yang bisa diskusi..
> >
> > Saya selalu ingat omongan Sassis, yang dulu sering ikut mailing list
> > proletar: ornag Islam itubisanya khotbah yang adalah monolog dan
> > bukan diskusi yang adalah dialog...
> >
> > Diskusi itu artinya juga kesediaan mengaku salah bila
> > kesalahannya ditunjukkan.
> >
> > Orang Islam itu biasanya pantang mengaku salah.
> >
> >
> > On 29 Jun 06, at 3:20, amrace69 wrote:
> ---
> Brief CV of Jusfiq Hadjar
> 
> Jusfiq Hadjar, a christian, 66 years old, is an Indonesian living in
> the Netherlands. He currently lives together out of wed-lock with
> Marlene Van Doorn - a documentalist in African Studies Center (ASC)
> library - in Leiden.
> 
> Jusfiq Hadjar has, thus far, succesfully deceived many NGOs into
> believing that he is a human rights activistist. One of the NGOs that
> has been trapped in his lies is a Muslim human rights group, the
> Movement against Racism and for Friendship among Peoples.
> 
> Jusfiq Hadjar is very active in his campaigns against Islam and
> Muslims on the Internet, especially in several Indonesian mailing
> lists. He will spread massive amounts of offensive, slanderous, lying
> statements against Islam and Muslims day in and day out and at the
> same time claiming that he is a Muslim. 
> 
> Undoubtedly, Jusfiq Hadjar is one of those people who still thinks
> that adhering to a daily routine of cursing and swearing on the
> Internet would help to make him look intelligent and preserve his
> sanity. It shoots no wonder then if you find mosts of his writings on
> the Internet are just about cursing and swearing at Muslims and
> licking the ass of his christian friends.
> 
> Jusfiq Hadjar has joined several mailing lists in order to spread his
> severe hatred against Islam and Muslim on the Internet:
> 
> http://groups.yahoo.com/group/islamkristen/
> http://groups.yahoo.com/group/proletar/
> http://groups.yahoo.com/group/apakabar/
> http://groups.yahoo.com/group/minangnet/
> http://groups.yahoo.com/group/istiqlal/
> http://groups.yahoo.com/group/partai-keadilan/
> http://groups.yahoo.com/group/ijtihad/
> 
> Marlene Van Doorn is very supportive of his life partner's evil
> activities on the Internet, and gives her financial support by
> providing him with meals, accomodation and Internet connection. He is
> also allegedly financed by Leiden church.
> 
> He has no children.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke