FYI...........
sur ( sudah lama aku keder dengan HIV/AID yang bisa nyebar tanpa terduga,
semoga tidak ada dah... )

----- Original Message -----
From: "Upu" <


>
>  Berapa banyak yang tahu yah ?, dan bagaimana dengan para preman baik yang
> berseragam maupun tidak ?.............bagi2 rejeki kah ?
>  -------------------------------------------------------------------------
---
> ---------------------------------------------------------
>
> Bung Sur, Sahabat millis .
> Rasanya banyak yang tahu mengenai hal ini, hanya saja tidak "mau tahu" dan
> tiba tiba terkesan "kaget" bahwa keadaan sudah sangat parah.
> Business "esek esek" daerah Gadog keatas, sudah ada sejak zaman dahulu
kala
> hingga Yusuf kala, fenomena touris Arab mulai marak beberapa tahun
> belakangan ini, konon katanya karena Pataya di Thailand telah tidak lagi
> se-semarak dan semudah di Indonesia dalam  menikmati sorga dunia.
>
> Apalagi dengan "acara akad nikah" yang dilakukan secara "legal formal"
dalam
> agama Islam sesuai interpretasi business.ada nilai lebih,..... ketimbang
> zinah " di Pataya.
> Di Pataya namanya "zinah" , di Warung Kaleng namanya "nikah"...beres khan?
>
> Preman berseragam?
> Oh,...mereka juga menangguk untung.
> Ketika saya dengan "suplier wiskey" sedang ngobrol,masuklah sebuah taksi
> berisi 2 orang Arab bersama 2 orang perempuan bawa-an mereka dari sebuah
> hotel di Cikini.
> Taxi dibuntuti oleh 2 orang polisi Ciawi, saya kenal orangnya, pasti
banyak
> pengemudi yang sering liwat lampu merah Gadog-Ciawi  mengenal polisi ini,
> karena biasa menilang pengemudi di persimpangan lampu merah Gadog tanpa
> alasan jelas.....pelat nomer anda tidak ada cap polrinya dll.
>
> Terjadi diskusi antara polisi dengan supir taxi dan para orang Arab,
mereka
> harus bayar sejumlah uang , alasannya macam macam.
> Rupanya dilarang membawa "bawaan "dari luar kota ditempat itu, kecuali
> bayar extra.Teman kencan "lokal"sudah disediakan ,sudah pasti produk lokal
> ini   telah membayar komisi pada preman lokal dan preman berseragam.
> Tidak ada rasa malu sedikitpun diwajah polisi untuk memeras , hal yang
biasa
> rupanya.
>
> Setelah beberapa saat dan uang sudah diterima, barulah si polisi menyadari
> bahwa kelakuannya sedang saya perhatikan dan sedikit jengah ketika melihat
> bahwa yang sedang memperhatikan itu adalah saya ,....teman abangnya yang
> saya kenal dengan baik!
>
> Dengan dibukanya akses jalan Tol Cipularang menuju Bandung, omzet
restaurant
>  warung makan dlsb sangat menurun, wisata sex-lah tumpuan hidup daerah
itu.
> Sangat dilematis memang,apa lagi jika dikaitkan dengan penyebaran
HIV-AIDS..
> tidak terbayangkan!
>
> Jangan cepat percaya jika diberitakan adanya penderita balita "gizi
buruk",
> nyaris mustahil di Kab.Bogor/Kota Bogor ada keluarga yang tidak sanggup
> makan untuk hidup.
> Kemungkinan besar adalah balita "gizi buruk" penderita HIV-AIDS...........
> Bersama DKK Kota Bogor, saya melakukan kampanye  bahaya HIV-AIDS
dibeberapa
> tempat di Bogor dan Kabupaten bersama dokter dokter yang sangat kompetent
di
> bidangnya (a.l. sahabat kita Dr.Eddy Dharma)
>
> Kami menemui kasus kasus penyebaran  HIV-AIDS yang cukup merisaukan,
> terutama didaerah yang tidak "teridentifikasi" sebagai lokalisasi
pelacuran
> Penjaja sex ada di mana-mana, mereka pulang dan tinggal di rumahnya
masing
> masing dan menyebarkan virus diluar lokalisasi melalui hubungan sex dalam
> keluarganya  masing masing...mengerikan!
> Penjaja sex bukan hanya "penjaja sex profesional" tetapi musiman, "kadang
> kadang" sampai pelajar untuk "happy happy", silahkan duduk saja sebentar
di
> salah satu gerai makanan di Jambu Dua Bogor, you can see muchoooo!
>
> Korbannya adalah anak anak  "gizi buruk" yang kita lihat di TV.Orang
tuanya
> sendiri terlihat "sehat"......karena daya tahan tubuhnya masih ada tetapi
> positif" HIV-AIDS menunggu batas  masa inkubasi HIV virus 10 th kemudian,
> anaknyalah yang menjadi korban awal.
>
> Kami dapat mendeteksi HIV-AIDS di lokalisasi perdagangan sex, diantara
para
> napi di Pledang misalnya, tetapi tidak bisa mendeteksinya di Warung Kaleng
,
> karena "terselubung" , juga di "wisma" ,vila yang bertebaran di-mana mana,
> antara lain wisma yang bertebaran di Kota Bogor.
> Dan,..pendataan HIV-AIDS sangat ditentang di banyak daerah.....bisa kosong
> periuk nasi orang, kalau tidak
> ada lagi langganan yang datang karena takut kena virus mengerikan itu.
>
> Tetapi menerangkan agar menggunakan kondom misalnya,......ditentang
juga...
> mengarahkan orang berbuat maksiat....demikian alasannya. Hampir digebugin
> kita oleh pemuda masjid /pesantren sekitar,
> Aneh khan? Lantas mau bagaimana?
> Bayangkan jika saya membagikan kondom gratis di pintu masuk Plaza Jambu
Dua,
> ....pasti heboh, tetapi perdagangan  sex terjadi didepan mata...dan pasti
> yang tidak sehat , tanpa proteksi.
> Ini fakta!
>
> Pernah juga ditulis di Radar Bogor , perseteruan DKK dengan Pemuda Masjid
> lantaran kondom,cukup alot perundingan dan pendekatan kami lakukan untuk
> tidak menyebabkan diboikotnya seluruh program penangulangan
> bahaya HIV- AIDS oleh organisasi ini.Intinya,.... urusannya akan sampai ke
> urusan "periuk nasi", ketimbang moral atau kesehatan atau pemusnahan
> generasi yang akan datang karena virus HIV-AIDS.
>
> Cerita touris sex  Arab hanya merupakan puncak dari "gunung es" dari
> malapetaka bangsa ini, karena pasti ini tidak hanya terjadi di Jawa Barat
> Ada sisi business pariwisata yang ditargetkan Kala dalam statementnya
> mengabaikan sisi kehancuran bangsa ini akibat HIV-AIDS.Ditambah lagi
dengan
> kemunafikan banyak orang untuk ogah melihat bahwa "intertainment business"
> tidak akan dapat dihapuskan, apalagi  dengan kampanye moralitas, dari
orang
> orang yang kita sangsikan moralnya.
>
> Atau kita semua bersedia "memasung " kaki kita (laki laki maupun
perempuan) diantara dua bilah balok  setelah magrib........itupun belum
menjadi garansi bahwa tidak ada yang "jajan" diantara subuh dan azar.
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke