JIL dan orang-orang seperti Luthfi Assyaukanie adalah ibarat
    orang yang 

    berburu kepadang datar 

    dapat rusa belakang kaki 

    berguru kepalang ajar 

    ibarat bunga kembang tak jadi 

    Mereka adalah orang-orang yang hanya ingin berangsur dan bukan
    orang yang mau berasak. 

    Seperti juga orang-orang Islam tipikal yang lain, mereka tetap
    menganggap al-Mushaf itu berisi wahyu Allah, pada hal tidak ada
    bukti al-Mushaf itu berisi wahyu Allah.



On 10 Jul 06, at 5:27, Monika Nurhayati wrote:

> Ibn Warraq  Oleh Luthfi Assyaukanie.  Kehadiran Ibn Warraq bukan hanya
> meresahkan kalangan Muslim “konservatif,” tapi juga para
> intelektual dan kalangan Muslim liberal yang selama ini memiliki
> pandangan kritis terhadap (beberapa doktrin) Islam. Ibn Warraq
> dianggap telah merusak proyek pembaruan keagamaan yang dilakukan oleh
> para intelektual Muslim. Apa yang dilakukannya lebih sebagai agenda
> destruksi ketimbang reformasi.
> 
>  --> 
>     Sejak beberapa tahun belakangan, studi keislaman dihebohkan oleh
>     hadirnya seorang penulis yang menamakan diri Ibn Warraq. Ini
>     adalah nama samaran sang penulis yang mengaku berasal dari India,
>     melewati masa kecilnya sebagai Muslim, dan kemudian belajar Islam
>     di sebuah universitas ternama di Inggris. Seperti ditulis dalam
>     otobiografinya, Why I am not a Muslim? (1995), Ibn Warraq mengaku
>     telah keluar dari Islam dan memilih jalan agnostis, jika bukan
>     ateis. Kekecewaannya terhadap Islam diekspresikan lewat
>     tulisan-tulisannya yang mengandung semangat kebencian terhadap
>     agama ini.
> 
>     Kehadiran Ibn Warraq bukan hanya meresahkan kalangan Muslim
>     “konservatif,” tapi juga para intelektual dan kalangan Muslim
>     liberal yang selama ini memiliki pandangan kritis terhadap
>     (beberapa doktrin) Islam. Ibn Warraq dianggap telah merusak proyek
>     pembaruan keagamaan yang dilakukan oleh para intelektual Muslim.
>     Apa yang dilakukannya lebih sebagai agenda destruksi ketimbang
>     reformasi.
>   Abdullah Saeed, seorang sarjana Muslim asal Australia menganggap Ibn
>   Warraq memiliki pandangan yang keliru (distorted) tentang Islam. Hal
>   inilah yang agaknya membuatnya begitu antipati terhadap agama ini.
>   Sikapnya yang begitu membenci Islam bahkan tak mencerminkan dirinya
>   sebagai murid Montgomery Watt, orientalis yang selalu berusaha
>   bersikap simpatik terhadap Islam. Ibn Warraq sangat produktif
>   menulis buku yang sebagian besar merupakan kumpulan tulisan dari
>   beberapa karya orientalis abad ke-19 dan ke-20. Kendati ada beberapa
>   tulisan orientalis yang simpatik terhadap Islam, Ibn Warraq lebih
>   memilih tulisan-tulisan mereka yang antagonis dan antipati terhadap
>   agama ini. Dalam karyanya tentang Nabi Muhammad (The Quest for the
>   Historical Muhammad, 2000), Ibn Warraq misalnya mengumpulkan
>   tulisan-tulisan para orientalis yang dikenal sebagai “pencemar dan
>   pembunuh karakter” Muhammad, seperti Henri Lammens, C.H. Becker,
>   Joseph Schacht, dan Lawrence I. Conrad. Pesan yang ingin disampaikan
>   Ibn Warraq sangat jelas, yakni bahwa Nabi Muhammad adalah seorang
>   nabi palsu, penipu, tukang kawin, dan seorang pemimpin yang haus
>   darah. Dalam karyanya yang lain tentang Al-Qur’an (The Origins of
>   the Koran: Classic Essays on Islam's Holy Book, 1998; dan What the
>   Koran Really Says: Language, Text, and Commentary, 2002), Ibn Warraq
>   juga mengumpulkan tulisan-tulisan orientalis ternama seperti Theodor
>   Noldeke, Leone Caetani, Alphonse Mingana, Arthur Jeffery, David
>   Margoliouth, and Andrew Rippin. Sayangnya, dia menyeleksi
>   tulisan-tulisan mereka semaunya sehingga kerap menghilangkan konteks
>   keseluruhan tulisan-tulisan aslinya. Tujuan dia lagi-lagi untuk
>   menunjukkan sikapnya yang antipati terhadap Al-Qur’an. Mengutip
>   Gibbon dan Carlyle, Ibn Warraq meyakini bahwa Al-Qur’an adalah
>   “incoherent rhapsody of fable,” dan “insupportable
>   stupidity.” Karya terbarunya, Leaving Islam (2003), juga merupakan
>   kumpulan artikel dan laporan wawancara dia dengan beberapa orang
>   (yang sayangnya semuanya anonim) dari Pakistan dan Bangladesh yang
>   mengklaim telah keluar dari Islam alias murtad. Tujuan Ibn Warraq
>   sangatlah jelas, yakni ia ingin memperlihatkan kepada pembacanya
>   bahwa banyak orang Islam yang tidak tahan memeluk agama ini dan
>   menyatakan diri keluar (murtad). Pokoknya, baginya, menjadi bukan
>   Islam itu lebih baik daripada harus tetap memeluk Islam. Bukan
>   Reformis Membaca dan mengikuti karya-karya Ibn Warraq, saya semakin
>   yakin bahwa apa yang sedang dia lakukan sangat berbeda dari apa yang
>   telah dan sedang dilakukan oleh para pembaru Muslim selama ini yang
>   berusaha melakukan kritik-kritik terhadap (beberapa doktrin) Islam
>   tapi dengan tujuan memperbaiki agama ini. Para pembaru Muslim
>   seperti Muhammad Abduh, Fazlur Rahman, Mohammad Arkoun, dan
>   Nurcholish Madjid, jelas tidak akan menganjurkan kaum Muslim untuk
>   membenci Islam, apalagi mengajak mereka keluar dari agamanya.
>   Kekeliruan Ibn Warraq adalah bahwa ia tidak melihat sedikitpun sisi
>   baik dari Islam dan bahkan berusaha mengabaikan bahwa agama ini
>   pernah punya peran positif bagi peradaban manusia. Dia juga
>   tampaknya tidak mengerti bahwa nama “warraq” merupakan salah
>   satu simbol masa kejayaan peradaban Islam. Di masa silam,
>   “warraq” berarti pedagang atau distributor buku yang bertugas
>   menyalin karya-karya para ulama. Buku merupakan ikon peradaban Islam
>   yang sangat penting. Salah seorang warraq ternama adalah Ibn Nadiem,
>   seorang Muslim yang taat dan pengarang kitab terkenal, Al-Fihrist.
>   Ibn Warraq tampaknya juga tak menyadari bahwa semangat
>   “kritisisme” dalam Islam, seperti yang tampak pada para
>   “pemikir bebas” Muslim seperti Ibn Rawindi, Abu Bakar al-Razi,
>   Al-Ma’arri, dan Ibn Sina bukanlah para penulis yang seenaknya
>   mencaci-maki Islam, apalagi menyatakan diri telah keluar dari Islam.
>   Kritik-kritik mereka adalah kritik membangun sebagai bagian dari
>   tradisi intelektualisme Islam. Karenanya, tak heran jika mereka
>   sendiri kemudian menjadi bagian dari mosaik yang memperindah
>   peradaban Islam. Beberapa peresensi bukunya, seperti Fred M. Donner,
>   menilai Ibn Warraq “tak jujur.” Saya kira Ibn Warraq bukan cuma
>   tak jujur, tapi kerap tampak naif. Misalnya dia sangat berapi-api
>   mengajak seluruh kaum Muslim keluar dari Islam, tapi sayangnya tak
>   memberikan alternatif apa-apa setelah itu. Buku terbarunya, Leaving
>   Islam, merupakan ikrarnya yang sangat gamblang yang tak lagi membuat
>   para pembacanya ragu-ragu bahwa dia memang membenci Islam dan
>   berusaha menghancurkan citra agama ini dengan segenap kemampuannya.
>   Bagi saya, jelas ada perbedaan besar antara orang yang ingin
>   mereformasi sebuah tradisi dengan orang yang ingin menghancurkan
>   sama sekali tradisi itu (kendati kedua-duanya kerap memiliki
>   kemiripan dalam hal kekritisan). Reformasi agama hanya mungkin
>   dilakukan oleh orang yang benar-benar tumbuh dan hidup dalam tradisi
>   agama, bukan orang yang menjauh dan berusaha keluar dari tradisi
>   itu, apalagi dilakukan dengan cara-cara yang destruktif. Luthfi
>   Assyaukanie. Kontributor Jaringan Islam Liberal (JIL)
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
>  The World Cup Is Now On Your Favorite Front Page - check out
>  malaysia.yahoo.com




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke