--- In [email protected], "sanrianto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> kenapa tante gak sekalian bilang > zidane biseks > kaya yasser arafat dulu > bilang aja, udah lazim kok orang negeri magribi jadi biseks > Anda itu cuma ngaco aja, enggak ada urusan dengan biseks disini. > > tapi juga ngapain yah tant ya.. > ngapain cape-cape ngomongin zidane > dia udah kaya ini Masalahnya dari semua tulisan yang saya baca hanyalah cari2 alasan saja kenapa Zidane berbuat seperti itu sehingga macem2 alesannya yang enggak ada hubungan dengan permainan bola itu sendiri. Pemain bola tidak pernah emosional untuk caci maki, emosi dan caci maki cuma memboroskan tenaga yang dibutuhkan untuk membobolkan gawang lawannya. Saya mengulangi replay kejadinya lebih dari 20 kali, jelas sekali tidak ada kata2 yang diucapkan oleh Materazzei. Zidane mendekati Materazzi dari arah depan kanannya sambil dia menundukkan kepala berjalan pelan2 kedua tangannya meng-usap kepalanya. Mendadak begitu dekat dia menandukkan kepalanya kedada Materazzei, sama sekali tidak terlihat meskipun dari replay ini. Namun baru bisa dipastikan kejadiannya setelah terlihat Materazzi dengan keras terbanting kebelakang. Jelas sekali cara menanduknya ini merupakan teknik sepak bola yang dilatih yang bisa digunakan untuk curang dalam perebutan bola diudara. Kalo memang emosi, tonjok saja kenapa susah harus menanduknya ??? Jelas engga mungkin menonjok, karena akan terlihat wasit. Saya lihat cara menanduknya memang hebat sekali caranya, bahkan meskipun direplay tetap enggak jelas kalo dia menanduknya. Kalo anda baca berita2 kejadiannya di media, juga semua mengakui tidak ada yang melihatnya. Hanya satu penjaga garis itu saja yang kebetulan yang melihatnya. Wasit sendiri mengakui kalo tidak melihatnya, barulah melihatnya setelah di replay. Masa sih, kejadian yang begitu jelasnya direncanakan masih dianggap sebagai tindakan emosional ???? Apalagi dikatakan sebagai provokasi kata2 yang bersifat rasialistis, jelas tidak mungkinlah, bahkan tidak pernah masuk kepikiran para pemain sepak bola untuk caci maki. Bahkan teman2 Zidane dan Matterazzi tak satupun yang tahu penyebabnya, andaikata ada perang kata2 dulu tentu temannya ada yang tahu. Zidane menanduk juga tanpa berkata, bahkan mengkamuflase gerakan kepalanya dengan cara meng-usap2 kepala botaknya sambil berjalan dengan kepala yang menunduk kebawah seperti mencari sesuatu dilapangan. > makanya berani ngumumin pensiun > atau pensiunnya cm nyari sensasi aja > biar dipanggil-panggil lagi > dengan bayaran lebih tinggi lagi tentunya > pinter banget emang.. > Enggak benar dia cari sensasi, dia justru berusaha untuk tidak diketahui perbuatannya. Saya yakin kalo pertandingan ini bukan final piala dunia, maka Zidane tidak akan dikenai kartu merah, karena wasit tidak menyaksikannya sendiri. Sebenarnya Zidane tolol karena mengejar ambisinya dengan cara2 seperti itu malah merusak namanya sendiri. Mungkin karena yakin keahliannya ini tak bisa terlihat siapapun juga maka dia berbuat hal itu. Namun seperti yang saya katakan, dia lagi sial sehingga tertangkap basah perbuatannya oleh satu penjaga garis. Sekali lagi, saya pastikan, perbuatan Zidane bukanlah emosional, melainkan direncanakan dengan sangat teliti dan hati2. Dia gagal karena kebetulan, kalo saja penjaga garis itu tak melihatnya, maka Zidane sukses melakukan rencananya. Tekniknya memang terlatih bukan sekedar luapan emosional. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > --- In [email protected], "Hafsah Salim" <muskitawati@> > wrote: > > > > > > Saya menonton replay-nya berulangkali kejadian buruk yang dilakukan > > Zidane. Sangat jelas sekali filemnya, kedua orang ini tidak > > ber-kata2, apalagi keduanya bicara dengan bahasa yang sangat > berbeda. > > > > Sama sekali enggak benar kalo Materazzi memprovokasi dengan kata2 > > rasis-nya. Karena kalo memang benar Materazzi melakukan hal2 yang > > tidak patut, maka Zidane tidak akan menanduknya dengan kepala, > > melainkan dia akan menggaplok atau meninjunya atau bahkan > menendangnya. > > > > Menanduk dengan kepala adalah teknik curang dalam persepak bolaan > > diseluruh dunia untuk menghantam lawannya tanpa terlihat wasit !!! > > Main bola itu biasa untuk melakukan kekerasan sehalus mungkin tapi > > merusak separah mungkin. Bisa dilakukan menendang kaki lawan yang > > tidak membawa bola sementara fokus wasit cuma melihat bola yang > dibawa > > pemain lainnya. Dalam berebut bolapun bisa dilakukan menarik > celana > > lawan kebawah sehingga lawannya harus menarik lagi celananya keatas > > dimana bolanya kemudian direbut lawan. Demikianlah, Zidane > melakukan > > teknik curang, kalo dia benar diprovokasi tentunya dia tidak akan > > menanduknya melainkan memukulnya. Dengan cara menanduk tanpa jelas > > kelihatan caranya, jelas Zidane bukan dalam keadaan emosional > > melainkan memang merencanakannya dengan teliti pada waktu yang > tepat, > > namun sialnya terlihat oleh penjaga garis !!! > > > > Kenyataannya memang sangat tidak jelas apa yang dilakukan oleh > Zidane, > > yang bisa membuktikan perbuatan buruk ini adalah terjatuhnya > Materazzi > > setelah didekati oleh Zidane. > > > > INGAT: Zidane adalah pemain top dunia yang sangat ahli bermain > curang > > dalam merebut kemenangan pada saat2 yang sangat kritis. > > > > Zidane melakukan hal ini cuma satu tujuannya, yaitu melukai > Materazzi > > agar back ini tidak mampu lagi melindungi gawang dan kipernya. > > Materazzi ini memang merupakan benteng pertahanan yang paling kuat > > selama pertandingan seluruh kejuaraan ini. > > > > Alasan anda tentang kata2 rasis bisa saya patikan tidak mungkin, > > karena Materazzi adalah orang Italia dimana bahasa Italia dan > bahasa > > Perancis sangatlah berbeda, dan keduanya sulit berkomunikasi, > apalagi > > mengucapkan kata2 khusus yang bisa memprovokasinya. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
