Kebahagiaan hanyalah persepsi perasaan yang mudah dimanipulasi melalui
kepercayaan.  Demikianlah meskipun realitasnya bangsa Indonesia tidak
bisa dikatakan bahagia, namun kepercayaan agamanya mampu merekayasa
realitas dengan menipu persepsi penderitaan tadi berubah menjadi
kebahagiaan.

DEMIKIANLAH, PADA DASARNYA DEFINISI KEPERCAYAAN HANYALAH SALAH SATU
BENTUK ANGAN2 YANG DICIPTAKAN OLEH AJARAN AGAMA UNTUK MEREKAYASA
PENIPUAN REALITAS SEHINGGA SEORANG UMAT BISA SE-OLAH2 BERHASIL MERAIH
CITA2 YANG GAGAL DIRAIHNYA DALAM DUNIA RALITAS.

Tidaklah mengherankan kalo seorang pelaku jihad bisa merasa bahagia
setelah berhasil menciptakan malapetaka sebagai keberhasilan dalam
melakukan tugas yang berpahala yang dalam kepercayaannya akan
membahagiakan semua umat termasuk yang dicelakakannya !!!

Bisa kita simpulkan KEBAHAGIAAN DAN MALAPETAKA hanyalah persepsi
pancaindera dalam menipu realitas.  Dalam hal ini, angan2 merupakan
penipuan realitas yang merupakan aktivitas kepercayaan yang menjadi
ukuran semua agama dalam keberhasilan dakwahnya sebagai alat
propaganda masing2 agamanya.


--- In [EMAIL PROTECTED], Satrio Arismunandar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sangat menarik. Seingat saya, artikel ini dikutip di
> Bisnis Indonesia pekan lalu.... Biar banyak bencana,
> biar banyak pejabat pemerintah dan politisinya busuk,
> tapi masih merasa bahagia....
> 
> Apakah ini yang dinamakan bahwa kebahagiaan itu lebih
> ditentukan oleh faktor "batin" (internal), bukan
> faktor-faktor eksternal?
> 


Sebenarnya yang membuat seseorang itu bahagia tergantung hanya pada
definisi kebahagiaan itu sendiri.  Mengingat setiap orang mengejar
kebahagiaan yang belum tentu bisa diraihnya maka dengan cara mengubah
definisinya membuat setiap orang akan bisa mendapatkan kebahagiaan itu.

Demikianlah, untuk menjamin setiap orang berhasil mengejar
kebahagiaan, perlu kita mengenal kedua definisi kebahagiaan yang
menjamin setiap orang bisa berhasil mendapatkannya:

Masyarakat pertama mendefinisikan kebahagiaan sebagai keberhasilan
dalam menciptakan system masyarakat yang: bisa korupsi, bisa kolusi,
dan budayanya yang penuh hipokrisi dalam penjara religious yang bebas
dari segala kritik.  BIASANYA MASYARAKAT DISINI MENGGANTUNGKAN
KEBAHAGIAANNYA KEPADA KEPERCAYAANNYA DIMANA MEREKA MERASA TETAP
BAHAGIA MESKIPUN DALAM KEADAAN TERTIMPA BENCANA YANG DIREKAYASA OLEH
PENGUASA PENCIPTA MALAPETAKA YANG DISEMBAHNYA.

Masyarakat kedua mendefinisikan kebahagiaan juga sebagai keberhasilan
dalam menciptakan system masyarakat yang: bebas korupsi, bebas kolusi,
dan budayanya yang terbuka bagi kritik2 dalam kebebasan berpendapat
yang tidak dibatasi oleh nilai2 religious.  BIASANYA MASYARAKAT DISINI
TIDAK PERNAH MENGGANTUNGKAN KEBAHAGIAANNYA KEPADA UKURAN
KEPERCAYAANNYA MELAINKAN MENGGANTUNGKAN KEBAHAGIAANNYA KEPADA UKURAN
PERJUANGAN DALAM MEMENUHI RENCANA YANG DITENTUKAN SEBELUMNYA DALAM
MENGATASI SEGALA BENCANA DENGAN MENOLAK MENYEMBAH SIAPAPUN YANG
MENCIPTAKAN MALAPETAKA.

Dari kedua definisi diatas, maka kita bisa memastikan bahwa bangsa
Indonesia memang berhasil meraih kebahagiaan yang sesuai dengan
definisi yang pertama dan bangsa2 lainnya gagal meraih kebahagiaan itu
karena mereka memiliki definisi kebahagiaan yang berbeda karena memang
mereka berusaha meraih kebahagiaan yang berbeda.

Oleh karena itu, sebaiknya kita mendefinisikan dulu kebahagiaan yang
mana yang kita maksudkan yang membuat kita benar2 bahagia.  Karena
hanya dengan cara2 menyesatkan definisi "kebahagiaan" ini sajalah
berbagai propaganda agama berhasil meyakinkan umatnya yang percaya
bahwa mereka telah mendapatkan kebahagiaan meskipun sejarah
mencatatnya sebagai bencana kemanusiaan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke