*** Kenapa posisi China tidak 'dimanfaatkan' Indonesia untuk menggugah 
negara-negara kaya agar jangan membangun dan memperluas lagi hegemoni di 
Timur Tengah dengan cara-cara seperti diperlihatkan Israel hari-hari ini.

***Tanpa poros Jakarta-Beijing-Pyongyang, tidak ada basis untuk Indonesia 
manfaatkan posisi Tiongkok. SBY perlu minta bantuan Ibu Mega, satu2nya wakil 
Indonesia yang bisa bujuk Kim Yong Il. Kenapa harus merugikan negara dan 
bangsa demi gengsi picisan ?



Tajuk

Tantangan diplomasi RI

Korban tewas terus berjatuhan di Lebanon dan Palestina akibat serangan 
brutal Israel beberapa hari terakhir ini. Sebagian besar adalah rakyat sipil 
yang tidak berdosa dan tidak terkait sama sekali dengan konflik bersenjata 
antara Arab-yang kali ini diwakili kelompok Hizbullah serta Hamas-dan 
Israel.

Selain berdampak buruk terhadap perekonomian dunia, menyusul melambungnya 
harga minyak mentah dunia hingga mendekati US$80 per barel sejak negara 
Yahudi itu melancarkan agresi terhadap tetangganya yang berdaulat, serangan 
militer Israel tak pelak lagi merupakan sebuah kejahatan perang yang patut 
dikutuk dan diberi hukuman setimpal oleh warga dunia yang cinta damai.

Dunia bisa menyaksikan betapa dahsyat dan massalnya kerusakan yang 
ditimbulkan akibat kekejaman Israel itu. Sudah lebih dari 100 nyawa 
melayang. Belum lagi infrastruktur ekonomi Lebanon yang porak-poranda. 
Padahal, semua itu dibangun dengan susah payah setelah berakhirnya perang 
saudara beberapa tahun lalu.

Indonesia mengutuk serangan tersebut dan mendesak Israel segera menghentikan 
aksi militernya. Tetapi kali ini desakan maupun kutukan saja rasanya belum 
cukup. Dibutuhkan sikap yang lebih proaktif lagi dari Jakarta di forum 
internasional guna meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Untuk memainkan peran itu secara maksimal jelas dibutuhkan keberanian. Bukan 
sikap yang 'abu-abu', mendua atau 'malu-malu', karena merasa tidak percaya 
diri berseberangan dengan AS yang membela Israel.

Bukankah sejak awal Indonesia-negara berpenduduk muslim terbesar di 
dunia-selalu mendukung kemerdekaan bagi bangsa Palestina? Sikap serupa 
sepatutnya juga diperlihatkan kepada Lebanon. Sebagai negara berdaulat, tak 
pantas ia diperlakukan seperti itu.

Tuntutan ini tampaknya kian relevan. Ini karena, seperti sudah dapat 
diperkirakan sebelumnya, dunia terbelah dalam memandang agresi militer 
Israel itu. Bahkan dunia Arab pun-paling tidak seperti yang tercermin dari 
sikap Liga Arab dalam pertemuan mereka di Kairo, Mesir, pekan lalu-tidak 
satu suara.

Ada yang membela perjuangan bersenjata melawan Israel yang didukung penuh 
AS. Ada yang menyalahkan. Bahkan ada pula yang bersikap netral.

Situasi bertambah runyam karena para pemimpin negara-negara kaya dalam 
Kelompok Delapan (G-8) yang tengah menggelar pertemuan tingkat tinggi di St. 
Petersburg, Rusia, juga mengekor sikap AS, meski sedikit dibumbui pernyataan 
keprihatinan atas aksi militer negara Yahudi itu.

Inilah tantangan yang harus dijawab Jakarta dalam berdiplomasi agar 
perdamaian di Timur Tengah kembali bersemi. Tapi akan lebih elok dan efektif 
bila Indonesia piawai merangkul negara-negara besar lain yang secara politik 
dan ekonomi 'ditakuti' AS.

Taruhlah China. Tidak ada yang menyangkal bahwa negeri itu telah menjelma 
sebagai raksasa ekonomi global setelah AS. Wajar bila pengaruhnya dalam 
percaturan politik internasional pun makin diperhitungkan Washington maupun 
sekutu-sekutunya.

Dalam perundingan enam negara untuk mengatasi krisis nuklir Korea Utara yang 
terus memanas, misalnya, AS terlihat tidak bisa begitu saja mengabaikan 
suara Beijing yang kerap dinilai terlalu lunak terhadap Pyongyang.

Kenapa posisi China tidak 'dimanfaatkan' Indonesia untuk menggugah 
negara-negara kaya agar jangan membangun dan memperluas lagi hegemoni di 
Timur Tengah dengan cara-cara seperti diperlihatkan Israel hari-hari ini.

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A12&cdate=18-JUL-2006&inw_id=455313




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke