Saya komentari omongan Darwin Bahar yang dungu kayak anjing yang
    berbunyi: 

    “Tertusuk duripun ada kifarat (imbalan)-nya,” demikian Sang Nabi
    yang saya imani bersabda sustu ketika. Artinya kemujuran atau
    kemalangan yang dialami seseorang di dunia, tidak menjadi
    indikator dari apa yang akan diterimanya ketika ia kembali kepada
    Khaliknya nanti. 

    Saya ulang: Darwin Bahar ini adalah manusia dungu kayak
    anjing... 

    Dia imani, di tahun 2006 ini,  Nabi Muhamad yang adalah tokoh
    fiktif itu bersabda... 

    Bagi yang lupa: nabi Muhammad itu hanya ada di hadits dan sirah
    nabi yang MUSTAHIL ada yang sahih isinya... 

    Artinya: nabi Muhammad itu hanyalah tokoh fiktif, seperiti juga
    adalah tokoh fiktif Drakula ... 


On 20 Jul 2006, at 14:26, Darwin Bahar wrote:

> Saya termasuk yang dulu skeptis terhadap “ramalan/prediksi Permadi”,
> dan akan tetap bersikap demikian terhadap ramalan/prediksi siapapun
> yang untuk hal-hal yang bersifat “duniawi” yang tidak didukung oleh
> analisis yang bersifat “duniawi”/ilmiah berdasarkan hubungan
> sifat-akibat yang dapat dibuktikan secara empiris dan dilandaskan
> kepada data yang lengkap dan akurat.
> 
> Pada posting saya tersebut saya antara lain menulis:
> 
> “Pengalaman di atas (kegagalan Permadi dalam menebak pemenang
> pertandingan antara kesebelasan AS vs Columbia putaran final Piala
> Dunia sepakbola di AS tahun 1994, yang saya saksikan sendiri ketika di
> TVRI) saya kemukakan tidak hendak meremehkan Permadi atau kemampuan
> manusia yang dengan izin Allah---penganut agama apapun, bahkan yang
> tidak beragama sekalipun---untuk memiliki kemampuan Ilahiah, dapat
> mengetahui sesuatu melampaui ruang dan waktu.”
> 
> Di bagian lain saya menulis:
> 
> “Tetapi setajam apapun mata hati seorang manusia, dia tetap manusia,
> bukan Tuhan itu sendiri. “Penglihatan” mata batinnya dapat benar dan
> dapat juga salah.”
> 
> “Dr Fauzi, Kepala Seismologi Teknik dan Tsunami BMG dalam wawancara
> dengan Radio Delta FM beberapa hari lalu menjelaskan bahwa Jakarta
> agak jauh dari pusat gempa tektonik yang terletak di Selat Sunda dan
> Sukabumi. Karena itu Dr Fauzi, sesuai dengan pengetahuan keilmuan yang
> dimilikinya, dengan tegas menyanggah kemungkinan terjadinya bencana
> alam di Jakarta selama tiga bulan ke depan.”
> 
> “Sejujurnya walaupun prediksi keilmuan Dr Fauzi bukan mustahil
> meleset, apalagi karena menyangkut gempa tektonik yang so far masih
> sangat sukar diprediksi tempat dan waktunya dengan tepat dengan
> perhitungan senjlimet apapun dan peralatan secanggih apapun, kalau
> “peristiwa” yang dimaksud Permadi adalah bencana alam seperti di DIY
> dan Jawa Tengah, saya lebih yakin kepada penjelasan Dr Fauzi.”
> 
> [akhir kutipan]
> 
> Walaupun beberapa hari belakangan terjadi beberapa kali gempa di
> Jakarta, sepanjang yang saya ketahui belum ada ahli gempa yang
> meramalkan berdasarkan keahliannya bahwa akan terjadi bencana alam di
> Jakarta yang lebih parah daripada Gempa di JOGJA dan Tsunami di
> ACEH/NIAS..
> 
> Tetapi kalau tokh terjadi---saya selalu berdoa supaya tidak demikian
> hendaknya, Insya Allah---bagi saya itu bukan karena Permadi “sakti”,
> tetapi ada peristiwa alam penyebab bencana itu yang gagal dideteksi
> oleh ahli di bidang yang bersangkutan.
> 
> Moral dari tulisan saya itu adalah, manusia tidak mungkin hidup di
> bawah ketakutan terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi. Dan kalau
> manusia berbuat baik, maka itu hendaknya bukan karena takut “hukuman
> Tuhan”, tetapi sebagai bagian dari upayanya untuk meningkatkan derajat
> kemanusiaannya sendiri di sisi Sang Pencipta dan itu harus dilakukan
> secara terus menerus. Orang baik dapat saja mendapat malapetaka di
> dunia sama halnya orang-orang zalim dapat luput daripadanya.
> 
> “Tertusuk duripun ada kifarat (imbalan)-nya,” demikian Sang Nabi yang
> saya imani bersabda sustu ketika. Artinya kemujuran atau kemalangan
> yang dialami seseorang di dunia, tidak menjadi indikator dari apa yang
> akan diterimanya ketika ia kembali kepada Khaliknya nanti.
> 
> Tetapi kalau ada yang percaya terhadap “ramalan/prediksi Permadi”
> tentu sah-sah saja.
> 
> Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lain :-). apalagi kalau sudah
> menyangkut keyakinan.
> 
> Wassalam, Darwin
> 
> ===============
> 
> Masih ingatkah dengan ramalan Permadi?
> Posted by: "soleil0k" [EMAIL PROTECTED] soleil0k
> Wed Jul 19, 2006 11:49 am (PST)
> Masih Ingatkah anda sekalian dengan ramalan Permadi, banyak dari
> milis ini yang mencemooh ramalannya.
> 
> Sent: Tuesday, May 30, 2006 7:34 AM
> 
> Subject: Prediksi Permadi - DKI JAKARTA 2006
> 
> Kemarin 29 May 2006 di MetroTV, Permadi meramalkan bahwa dalam 3
> bulan di tahun 2006 - DKI Jakarta akan mengalami suatu "peristiwa"
> yang lebih parah daripada Gempa di JOGJA dan Tsunami di ACEH/NIAS.
> 
> ----dipotong----
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor
> --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo!
> Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
> --------------------------------------------------------------------~-
> > 
> 
> ========================================
> Milis 3D (Yahoogroups, Forum Apakabar dan homepage Apakabar)
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke