refleksi: Tuan presiden  dan konco-konco berkuasa yang dimuliakan! Bagaimana  
dengan nasib para pahlawan dewisa yang ditimpa kemalangan akibat peperangan di 
Libanon? 


HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 26 Juli 2006 

Sekitar 10 Ribu TKI di Lebanon Belum Diketahui Nasibnya 

Jakarta, (Analisa) 

Sekitar 10 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja secara ilegal di 
Libanon hingga kini belum diketahui nasibnya menyusul serangan bertubi-tubi 
yang dilancarkan Israel ke negara tersebut. 

"Dari data kami, sedikitnya ada 10 ribu TKI berada di Lebanon namun nasibnya 
hingga kini belum diketahui," kata Analis Kebijakan Migran Care, Wahyu Susilo, 
di Jakarta, Selasa. 

Menurut Wahyu, karena seluruh TKI itu tidak memiliki dokumen resmi maka 
keberadaannya pun tidak dapat dilacak. "Kami asumsikan 10 ribu berdasarkan 
kasus pemalsuan passpor yang dilakukan Jimmy Candra. Dari penyelidikan 
diketahui 40 ribu dari keseluruhan passport, bertujuan ke Suriah. Sisanya Ke 
Yordania, Palestina dan Lebanon," katanya. 

Selain TKI ilegal, ia mengatakan sedikitnya ada lima orang TKI legal yang 
bekerja di Lebanon. "Penyalur TKI AMRI Margatama pernah mengirimkan TKI ke 
Lebanon tahun 2001, kemungkinan mereka juga masih berada di sana," katanya. 

Sementara itu, Direktorat Perlindungan Warga Indonesia dan Aset Legal, 
Departemen Luar Negeri, Ferry Adamar mengatakan sampai saat ini pihaknya belum 
dapat mendeteksi keberadaan para TKI di Lebanon itu. 

Ia mengatakan pihaknya telah menempuh berbagai cara untuk mencari keberadaan 
para TKI itu, termasuk menyebarkan selebaran, dan iklan di televisi yang 
menyerukan agar mereka segera melapor ke KBRI Beirut. 

"Sampai saat ini belum ada yang melapor," katanya. 

Ia mengatakan pihaknya hingga kini masih terus melakukan pencarian dan tetap 
menempatkan tiga orang personelnya di KBRI Beirut untuk menolong Warga Negara 
Indonesia (WNI) yang melapor dan meminta untuk dievakuasi. 

Sebelumnya, pada 16 Juli, KBRI di Beirut, Lebanon, mengevakuasi 40 warga negara 
Indonesia ke Suriah, karena kondisi keamanan di ibukota Libanon tersebut telah 
memburuk. 

Proses memindahkan para WNI itu dilakukan melalui jalan darat ke arah utara 
Beirut, yaitu Damaskus, ibukota Suriah. 

Sementara itu Kantor Berita Kuwait (KUNA) melaporkan seorang buruh migran 
perempuan Indonesia telah tewas dalam serangan rudal Israel ke Lebanon 11 Juli. 
(Ant) 



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke