--- In [email protected], "Suryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "pinpin22000" <[EMAIL PROTECTED]>
> +++
> Masih jadi Muslim protestankah ?

Hik ...
Siapapun yang hidup hari ini, selama ia bernama manusia, ya moslem
namanya.
kadang kita melihat "kemusliman" seseorang saat ia memakai baju koko,
atau ketika jungkat jungkit di masjid ... bahkan dalam hal paling
"kronis" kalimat muslim tiba - tiba kata "muslim" nemplok di otak kita
saat mendengar bom meledak di anu, pembajakan terjadi di anu ...

Muslim itu kan ada kaitannya sama salim, salam, aslama , dalam kalimat
sederhanama "pasrah dah !"

Seseorang disebut pencuri saat mengambil barang milik orang. Namun
bukan berarti dia adalah seorang pencuri selama 24 jam sehari, 7 hari
dalam seminggu. Saat ngantuk ... dia pasrah dah ..., ngelawan juga
percuma. Walau diganjel korek api, itu mata tetep aja mengikuti
"Kehendak-Nya". Saat mau pipis atau buang hajat ... semakin ditahan ya
semakin repot. Mendingan pasrah dah ... ngikutin kehendak Nya ...,
jadi ... basisnya ... tiap orang itu nggak bisa "ngotot" maue dewe.
Nddak bisa menolak rasa lapar, nddak bisa menolak rasa ngantuk, nddak
bisa menolak rasa ingin pipis, ... selalu ada hal - hal yang membuat
kita "nyerah" dengan kehendak Nya.

Daripada kita ngelawan 24 jam sehari, mending kita ikutin maunya
"Dia". Slama ini ogut coba hidup dengan ngandelin otak kiri (baca :
Otak), apa yang terjadi ? Nggak beda jauh dengan saat nongol di proll
... masih cak ini lah ....

Ogut lagi coba untuk hidup dengan ngikutin kehendak Nya, nddak cuman
urusan bobo, pipis, ama kentut. Tapi dalam setiap gerak dan nafas ...
(Caileh .....)

Ujung - ujungnya, ketika kita makin cerdas secara intelektual, toh
akhirnya kita akan nyari "Dia". Why ... ? Sebab "religiusitas" (Pakai
istilah JD) pada dasarnya adalah naluri setiap homo sapien.

Cak itu nah .. "o'on " ...


> sur ( kemenong ajah ?, 

Palembang ,... Padang ,..., Garut, ...Bandung, ... Skarang bolak -
balik Bandung - Sukabumi - Jakarta . Tahun depan ogut pengen Bolak -
balik Bandung - Jakarta -Spore - KL. Moga - moga aja Tuhan Mengijinkan
dan meridhoi.


>semedi ? , 

Yup ! Nyari jati diri.
Salah satu tempat semedi yang bagus adalah Proletar yang kita cinta.
Suka nddak suka, diakui atau tidak diakui, di sini banyak orang yang
cerdas secara mentalitas dan spirituil. Dari tulisan - tulisan HB (
HAsan basri ) ogut lihat dia juga makin tua makin tambah Imannya ...
dan aplikasi kita di dunia maya (yang ogut rasakan) banyak diwarnai
oleh pemikiran - pemikiran yang aku pungut di Paguron Proletar. Thanks
buat teman - teman di sini. JD Bener, ketika die bilang bahwa orang
Prol nddak cuman bisa Bacot di prol, tapi melakukan sesuatu di dunia
nyata. Tuh lihat Sasis ... ampe skkarang ia belon nongol kan ? Maseh
sibuk jualan obat ... setidaknya doing something lah ..., ata gu yo
nan yang hobi bikin usaha baru ... doing something di dunia nyata,
bikin kesempatan kerja....., atau jusfiq ... dengan gaya bahasa yang
"khas" kadang nyelekit ... tapi itu buagus untuk shok terapi bagi
orang - orang yang Sok Islami ..., 
Proletar adalah sekolah kehidupan nyata. Diskusi seperti di sini
nyaris "mustahil" bisa dilakukan di dunia nyata dengan tidak berdarah
..darah ...

Semedi itu ibarat spasi, ibarat bunyi sunyi diantara hari. Salah satu
memaknai hidup. Tanpa spasi kita sulit melihat apa sesungguhnya yang
terjadi. cak ini nah ...

"suryanaoonituorangoonatauorangoonyangpinter?nggaktahulahbiarajaoonyangpentingbanyakyangnaksir!

Coba kasih spasi ... kan enak bacanya. "transendensi" kalau emha mah
bilangnya teh ...

dapet wangsit ? )

Pasti !
Ogut diangkat jadi "rasul", untuk menyadarkan segala domba yang
tersesat -spesial- di prol.

hidup tanpa "protes"
ibarat pohon gersang tanpa daun yang hijau dan tak berbuah ...

"islam protestan" secara bahasa masih jauh lebih masuk akal daropada 
manusia islam, sekolah islam, baju muslim, negara islam ...,
saat bicara "islam protestan", subsansinya tetap islam. "Protestan"
cuman embel - embel aja. Sama seperti Manado, irian, bali,... tetep
subsansunya adalah endonesa.

Tapi kalau "manusia islam, sekolah islam, baju muslim, negara islam
...,", Islam .. dan muslim... cuman asesoris ! Subsansinya adalah
manusia...sekolah....baju....negara...", kata islam dan muslim cuman
dipakai sebagai lipen setik.

Manusia islam itu pasti beda ama manusia kresten, manusia budha,
manusia hindu, ... padahal menurut islam, semua manusia, apapun
agamanya, tetep aja dia muslim. aslama, yaslimu, salaaaman .... "dan
tidaklah aku menciptakan engkau bersuku suku supaya saling mengenal
..bla..bla..bla.." (bukan saling bunuh !)

Sekolah islam itu.. jadinya beda ama sekolah kresten..sekolah
hindu....sekolah budha...., padahal apapun sekolahnya, bukan berarti
seseorang nggak bisa jadi muslim, dan tetep aja die muslim. Apa yang
sekolah di SD SMA kristen semua kristen ? Ya endak. Semua muslim.

Negara islam ?
Walah ....
Ketika rasul ditanya, ya rasul apakah "madinah itu", Rasul bilang,
..madinah adalah sebuah tempat dimana islam itu tegak. Boleh di timur,
boleh di barat, nggak masalah juga jika kita mulai dari rumah kita ...

Baju muslim. Ini malah parah ..
emangnya setelah memakai baju ini simsalabim kita bisa jadi "muslim"
24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu ?

Emang kayak baju dokter ya ? Troz ... apa yang pakai baju dokter emang
kerjaannya dokter ? gampang ya jadi dokter ..., tinggal beli baju
putih panjang ... jadi dah !

Gampang ya jadi muslim ..., tinggal pakai baju koko, panjangin
jenggot, pakai sorban, .. jadi dah ....

Salam,
Pinpin
(masih) Islam Protestan


>







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke