***Ngapain omong kosong melulu. Bung Karno berani tunjukkan ini dada ku, 
Indonesia keluar dari PBB; mana dada mu, pak Hidayat ?

***Ucapkan selamat berangkat kepada Laskar Jihad Indonesia, minta presiden 
Iran kirim satu pesawat khusus ke Jakarta, angkut pendekar2 berani matu itu 
ke Tyre....

Senin, 07/08/2006 08:55WIB

Hidayat: PBB telah lupakan jati dirinya
Oleh Djony Edward


JAKARTA (Bisnis): Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid mengatakan Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (PBB) telah melupakan jati dirinya sebagai penjaga perdamaian 
dan keamanan di dunia.

Sikap PBB yang lamban dalam mengupayakan perdamaian dan gencatan senjata 
atas agresi Israel terhadap Lebanon dan Palestina, kata Hidayat, menunjukkan 
PBB belum menjalankan fungsinya secara maksimal.

"Sesuai namanya, Perserikatan Bangsa-Bangsa, seharusnya mengupayakan 
bagaimana negara-negara di dunia ini bisa bersatu dalam perdamaian. Bukannya 
malah bersikap lamban," katanya saat melakukan orasi di depan kantor PBB 
dalam aksi damai Rakyat Indonesia Bersatu Untuk Perdamaian (RIB-UP) di 
hadapan ratusan ribu massa.

Dalam orasinya, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendesak 
Pemerintah Indonesia jangan sampai membuka hubungan diplomatik dengan Israel 
dan meminta PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) segera menghentikan 
perang agar Lebanon dan Palestina menjadi negara yang benar-benar merdeka.

Selain seruan menghentikan perang, Hidayat yang dalam orasinya berada di 
atas truk kontainer bersama tokoh-tokoh lintas agama, juga mendesak PBB 
segera menyeret para pelaku terorisme yang sebenarnya, yakni Israel, ke 
Mahkamah Internasional.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan PBB seharusnya segera menjatuhkan sanksi 
pada Israel sebagai penjahat perang.

Seruan-seruan itu disambut yel-yel "Hancurkan Agressor Israel" oleh ratusan 
ribu peserta aksi damai yang memadati jalan Thamrin di depan kantor 
perwakilan PBB.

Kehadiran Hidayat dalam aksi tersebut sangat ditunggu oleh masyarakat. Hal 
ini tampak ketika Hidayat meraih mikrofon untuk berorasi, massa yang 
sebagian besar memakai baju putih itu merapat ke dekat truk, mengepalkan 
tangan kanan ke atas dan menyerukan takbir berulang-ulang.

Kordinator Rakyat Indonesia Bersatu Untuk Perdamaian (RIB-UP), Din 
Syamsuddin, sebelum mempersilahkan Hidayat berorasi, mengatakan bahwa 
Hidayat dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR RI adalah tumpuan dan harapan 
masyarakat untuk menyampaikan seruan perdamaian dan penghentian agresi 
Israel kepada Pemerintah Indonesia dan PBB.

"Pak Hidayat adalah Ketua MPR yang diharapkan bisa mewakili suara rakyat 
Indonesia, kita semua berharap beliau bisa menyampaikan harapan Rakyat 
Indonesia Bersatu kepada Pemerintah Indonesia dan PBB," katanya.

Sebenarnya, dalam aksi itu seharusnya juga ada pemimpin wakil rakyat lainnya 
yakni Ketua DPR Agung Laksono. Namun hingga kegiatan itu berakhir di depan 
Kantor Kedubes AS, Agung tak terlihat diantara tokoh-tokoh agama dan tokoh 
nasional yang hadir.

Usai berorasi, perwakilan RIB menyerahkan surat dengan amplop putih yang 
diserahkan pada Peterzen, perwakilan WHO di Indonesia.

Dalam wawancara Bahasa Inggris dengan Peterzen, ia mengaku tidak punya 
kapasitas untuk memberikan pernyataan apapun. Ia hanya menerima surat itu 
dan berjanji akan menyampaikannya kepada Sekjen PBB Koffi Anan. (editor dj)

http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=196&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&p_topik=W20&p_prev=460758




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke