--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ttidak dikirim tentara berbajau hijau tetapi tentara berjubah putih dari > kesatuan FPI, MMI etc. >
Kemungkinan bisa saja, tetapi saya yakin tidak menggunakan dana negara, karena kalo menggunakan dana negara bisa banyak hal2 yang jadi controversi baik dalam negeri maupun luar negeri. Bayanginlah, anda yang jadi pemimpin Hesbollah atau Hammas, apakah anda berani menerima bantuan umat yang kelihatannya sangat fundamentalist seperti FPI maupun MMI dari sebuah negara seperti Indonesia yang sudah terkenal didunia sebagai kaki tangan Amerika ???? Apa sih susahnya bagi CIA Amerika mendirikan Islamic Foundation baik di Arab Saudia ataupun di Pakistan untuk memberi dana kepada FPI ataupun MMI yang digunakan untuk menyusupkan mata2 kedalam organisasi teroris Hesbollah dan Hammas. Tidak gampanglah untuk membantu perjuangan Hesbollah ataupun Hammas, karena mereka enggak gampang2 percaya meskipun bantuannya diterima juga. Namun waktu ada serangan, maka orang2 ini dijadikan pager untuk mati sia2 menghabiskan peluru lawan yang seharusnya bersarang ditubuh mereka. Ny.Muslim binti Muskitawati. > ----- Original Message ----- > From: "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Monday, August 07, 2006 3:36 AM > Subject: [proletar] Re: RI Tak Akan Kirim Pasukan Multinasional ke Lebanon > > > > > > Ini seperti berita sebelumnya yang saya tulis, tidak satupu ada negara > > didunia yang mau ikut dalam peacekeeping, karena Libanon menyatakan > > tidak mampu melucuti Hesbollah dan meminta peacekeeping dibawah PBB > > yang melakukannya. Tentu saja tidak mungkin karena Hesbollah adalah > > urusan dalam negeri Libanon murni bahkan Hesbollah mempunyai menteri > > dalam kabinet Libanon sehingga bagaimana mungkin tidak bisa dilucuti? > > > > Ulur waktu, Israel terus maju. Beirut jatuh, dan kota2 lain juga > > jatuh. Air tidak ada, listrik tak ada, makanan tidak ada, semua > > supplay ditutup jalannya dan Hesbollah akan mati secara alamiah dengan > > berjalannya waktu tanpa perlu membuang peluru. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- In [email protected], "Ambon" <sea@> wrote: > >> > >> http://www.gatra.com/artikel.php?id=96821 > >> > >> > >> RI Tak Akan Kirim Pasukan Multinasional ke Lebanon > >> > >> > >> Jakarta, 4 Agustus 2006 15:36 > >> Pemerintah Indonesia tidak akan mengirimkan pasukan multinasional ke > > Lebanon dan Palestina, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) > > Desra Percaya kepada wartawan di Gedung Departemen Luar Negeri, > > Jakarta, Jum`at (4/8). > >> > >> "Indonesia tidak akan mengirimkan pasukan multinasional ke Palestina > > dan Lebanon. Indonesia hanya akan berpartisipasi jika pasukan yang > > dikirim berupa pasukan penjaga perdamaian berbaret biru. Jika pasukan > > multinasional, tidak," kata Desra. > >> > >> Menurut dia, saat ini pembahasan mengenai hal itu masih tarik-ulur > > di Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). > >> > >> "Indonesia akan menanti perkembangan yang terjadi selanjutnya, > > tentang jenis pasukan yang akan dikirim dan mandatnya," katanya. > >> > >> Jika pasukan yang disepakati adalah pasukan pemelihara perdamaian > > yang berbaret biru, kata Desra, maka Indonesia akan berkontribusi > > mengirimkan satu batalion yang kabarnya telah disiapkan TNI. > >> > >> Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda semenara itu mengatakan tindakan > > yang akan diambil Pemerintah Indonesia akan sangat tergantung pada > > keputusan DK PBB dalam menetapkan gencatan senjata. > >> > >> "Ya atau tidak (gencatan senjata --Red). Kalau gencatan senjata > > ditentukan maka pasukan perdamaian jenis apa yang disepakati," katanya. > >> > >> Wirajuda mengatakan, jika pasukan yang disepakati berupa pasukan > > multinasional maka komandonya bukan di bawah pengawasan PBB. > >> > >> Indonesia, kata dia, tidak akan mengambil bagian dalam pasukan > > multinasional karena pasukan multinasional memiliki kewenangan yang > > lebih besar termasuk memerangi pihak-pihak yang melawan terhadap > > gencatan senjata. > >> > >> "Kalau bukan di bawah pengawasan PBB bisa jadi negara yang kuat atau > > berkuasa yang menentukan kebijakan, dan hal itu belum tentu sesuai > > dengan kebijakan kita," ujarnya. > >> > >> Pasukan multinasional dipersenjatai dengan senjata berat sedangkan > > pasukan perdamaian hanya senjata untuk bela diri. > >> > >> "Contoh misalnya, kalau pasukan multinasional yang dipersenjatai > > dengan senjata berat itu memerangi Hezbollah maka lebih runyamlah > > kira-kira," katanya. > >> > >> Oleh karena itu, lanjut Wirajuda, Indonesia akan mengikuti secara > > cermat jenis mandat dan pasukan yang disepakati DK PBB. [EL, Ant] > >> > >> > >> [Non-text portions of this message have been removed] > >> > > > > > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > > List owner : [EMAIL PROTECTED] > > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > No virus found in this incoming message. > > Checked by AVG Free Edition. > > Version: 7.1.394 / Virus Database: 268.10.7/410 - Release Date: 8/5/2006 > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
