FBI Coret Nama Usamah dari Daftar Pelaku WTC
Jumat, 01 September 2006 - 10:26:12 WIB Menjelang peringatan 5 tahun
runtuhnya WTC, FBI justru mencoret
nama Usamah bin Ladin di deretan daftar tersangka. Padahal, gara-
gara tuduhan itu Afghanistas dan Iraq diserang Hidayatullah. com--Ada banyak
kejutan menjelang 5 tahun runtuhnya
menara kembar WTC. Diantaranya banyaknya keraguan kalangan akademisi
soal keterlibatan Al-Qaidah sebagaimana yang pernah dituduhkan
Amerika. Padahal akibat peristiwa itu, Amerika seolah mati-matian
memburu Usamah atau Al-Qaidah. Tidak cukup itu, Amerika bahkan menyatakan
kampanye melawan
terorisme ke seluruh dunia. Tapi menariknya, baru-baru ini, pihak
FBI, sebagaimana dilansir Washington Post, 28 Agustus, nama Usamah
tak lagi masuk dalam daftar "Ten Most Wanted List" (daftar orang
paling dicari). Padahal sebelumnya, ia pernah menjanjikan hadiah 25
juta dolar AS (atau sekitar 227,5 milyar rupiah). Ini merupakan hal yang tak
masuk akal. Sebab, gara-gara menuduh
Usamah pula, Amerika secara seenaknya menyerang Afghanistan, sebuah
negara berdaulat. Hanya karena alasan memburu Usamah. Gara-gara
perubahan pandangan AS inilah banyak pihak, termasuk kalangan
akademisi Amerika mempercayai adanya 'teori konspirasi'. Ini sama
persis dengan pernyataan Ustad Abubakar Ba'asyir selama ini. David Kelley,
mantan pengacara yang mengangkat isu terorisme setelah
Usamah dituduh mengebom Kedubes AS 1998, mengaku tak begitu kaget
dengan 'rehabilitasi' nama Usamah. Menurutnya, kasus ini terbentur hukum dan
tuntutan memberi rasa
keadilan bagi terdakwa kejahatan. "Mungkin hal ini agak aneh bagi
pihak luar, namun masuk akal dari sudut pandang hukum, " ujar Kelley
sebagaimana dikutip Kantor Berita UPI. Menurut Kelley, bisa disimpulkan,
penyelidikan yang dilakukan
pemerintah Amerika memberikan hasil Usamah atau Al-Qaidah sebagai
pihak yang tidak terlibat. Pihak FBI sendiri mengakui, tidak ada tuduhan
resmi kepada Usama
menunjukkan bahwa keterlibatan Al-Qaidah dalam serangan di
WTC. "Tiada yang misterius dalam kasus ini, Ahli konspirasi berhak
menuduh AS atau Usamah mendalangi serangan 11 September, tetapi itu
tidak perlu, "ujar jurubicara FBI Rex Tom sebagaimana dikutip New
York Times. Bagaimanapun, akhirnya kasus ini kembali ke analisis semula,
ketika
awal insiden terjadi.
Syeikh Muhammad al-Gameia, Direktur Islamic Cultural Centre of New
York mengatakan, "Kalau AS tahu bahwa pelaku serangan 11/9 adalah
Yahudi, akan terjadi apa yang pernah dilakukan Hitler," katanya. Masalahnya,
ketika tuduhan sudah dilakukan, dan Amerika sudah
memutuskan menyerang serta menghancurkan negara lain. Segalanya
sudah tidak bisa dikembalikan seperti semula. [cha, berbagai sumber]
Tawangalun.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/