Memang dikalangan ummat Islam sekarang ini tidak disangsikan lagi telah timbul banyak perpecahan, perselisihan sesama kita sendiri. Sebenarnya perselisihan dan pertentangan ini bisa kita selesaikan apabila kita kembali kepada apa yang ditinggalkan Rasulullah SAW untuk kita sesuai dengan apa yang beliau wasiatkan yaitu Qur'an dan Sunnahnya. "Berpegang teguhlah kalian kepada keduanya, dan tidak akan sesat selama-lamanya", kata Rasulullah SAW. Bagi kita yang melihat kenyataan ini tiada pilihan lain untuk penyelamatan diri kita kecuali bertindak sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW itu.
Adanya perpecahan dikalangan ummat Islam ini telah dinubuwatkan juga oleh Rasulullah SAW lewat sebuah Hadits sbb: Dari Huzaifah bin Yamani r.a. katanya: "Orang banyak menanyakan kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, tetapi saya pernah menanyakan kepada beliau tentang keburukan untuk menjaga jangan menimpa saya. Saya bertanya: "Ya Rasulullah! sesungguhnya kita dahulu dalam masa jahiliyah dan kejahatan, lalu Allah memberikan kepada kita kebaikan (agama) ini. Maka adakah keburukan sesudah kebaikan ini?" Nabi menjawab: "Ya !". Saya bertanya: "Adakah sesudah keburukan itu kebaikan lagi?". Nabi menjawab: "Ya tetapi ada cacatnya!". Saya bertanya: "Apakah cacatnya?". Nabi menjawab: "kaum yang menjalankan aturan, bukan aturanku dan mereka memimpin bukan menurut petunjukku. Sebagian tindakan mereka ada yang engkau pandang baik dan sebagiannya engkau pandang salah." Saya bertanya: "Adakah lagi keburukan sesudah kebaikan itu?" Nabi menjawab: "Ya beberapa orang yang memberikan saran dipintu neraka! Siapa yang memperkenankan panggilan mereka dilemparkan ke dalam neraka." Saya bertanya: "Ya Rasulullah ! Terangkanlah kepada kami sifat mereka!" Nabi menjawab: "Baik! Kaum yang kulitnya sama dengan kita dan mereka berbicara dalam bahasa kita." Saya bertanya : "Ya Rasulullah ! Bagaimana pendapat engkau kalau saya mendapati hal yang demikian?" Nabi menjawab: "Engkau hendaknya bersatu dengan jama'ah kaum Muslimin dan Imam (pemimpin) mereka!" Saya bertanya: "Bagaimana kalau kaumn Muslimin tidak mempunyai Imam?" Nabi menjawab: "Hendaklah menghindar engkau dari segenap golongan yang berpecah belah itu, walaupun engkau terpaksa menggigit akar kayu (untuk makanan) sampai engkau ditemui kematian, dalam keadaan yang demikiasn!".......( Hadits Muslim , dikutip Tarjamah Hadits Sahih Muslim II, halaman 35 dan 36, Penerbit Bulan Bintang Jakarta 1983). Menelaah Hadits yang cukup panjang ini jelaslah bagi kita bahwa sepeninggal Rasulullah SAW juga ada rangkaian maju mundurnya ummat Islam yang dikatakan beliau dengan : 1. Masa kebaikan yakni ummat Islam dimasa Rasulullah SAW, yang didahului sebelum kedatangan beliau SAW oleh masa jahiliyah dan kejahatan...... 2. Masa keburukan dan kejahatan lagi.... 3. Masa kebaikan yang bercacat....yakni masa keburukan dan kebaikan dimana Ummat Islam ada yang mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Ini disebutkan oleh Rasulullah SAW " kebaikan yang ada cacatnya". Rasulullah SAW menjelaskan keadaan ummat Islam tidak diatur menurut aturan yang diajarkan Rasulullah SAW dan mereka dipimpin bukan menurut cara yang dicontohkan Rasulullah SAW...... 4. Masa keburukan dimana kekacauan dan perpecahan ummat Islam yang menjadi-jadi yang dikatakan oleh Rasulullah SAW sebagai "orang-orang yang mengajak orang lain masuk neraka......sehingga siapa yang memenuhi seruan itu jelas akan menuju keneraka.....". Ciri penyeru ke neraka ini diperjelas lagi oleh Rasulullah SAW dengan mengatakannya "kaum yang kulitnya sama dengan Rasulullah SAW dan berbicara dalam bahasa Rasulullah SAW sendiri".... Siapakah kaum yang menyesatkan ini? Tidaklah sulit bagi kita untuk menentukan kemana isyarat pembicaraan Rasulullah SAW ini. Untuk zaman sekarang ini kaum yang dimaksud beliau itu tak pelak lagi adalah orang Arab.... yang jelas berbicara dengan bahasa Rasulullah SAW yakni bahasa Arab sendiri... Rasulullah SAW juga memperingatkan kita untuk menyelamatkan diri dari keadaan yang kacau ini dengan "bergabung kepada "jama'ah kaum Muslimin dan mengikut perintah Imam (pemimpin) mereka". Disini kita melihat bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berlindung dalam "jemaat dengan sistim khilafat" yang ada. Antara Imam (khalifah) dan Jama'ah adalah dua keadaaan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.... dimana yang satu menunjukkan adanya yang lain. Adanya jama'ah Islam ditandai dengan adanya Imam atau Khalifah Islam....Dan hanya lewat Jama'ahlah keselamatan itu bisa diperoleh sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW itu. Wassalamualaikum wr.wb. H. Nadri Saaduddin Kelompok Studi Islam Ahmadina Jalan Imam Bonjol 12 A Balaikandi Koto Nan Ompek Telp. +62-0752-92367 Mobile:081363259195 Payakumbuh 26225 Sumatera Barat __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
