Tantangan untuk seluruh Pengurus dan anggota PDS 
  
---------------------------------
    Di cool tempat aku, minggu kemarin Ibu Debora membawakan tentang TAAT, yang 
mana dikatakaan jika kita ingin masuk dalam rancangan Allah yaitu

Damai Sejahtera 
Kemerdekaan 
Lebih dari pemenang
Kita harus taat.

Kalau dalam keadaan adem ayem gampang untuk taat, tapi bagaimana kalau dalam 
kondisi kepepet? 

kita punya uang 100 juta terus suruh memberikan pada hambanya 1 juta hal yang 
gampang untuk taat, tapi kalau punya tepung dan minyak segitu-gitunya terus 
disuruh berbagi dengan hamba Tuhan, seperti janda sarfat ?


Saat kita menyembah Tuhan, hadirat Tuhan turun, gampang itu untuk taat, gimana 
kalau saat menyembah berakhir di lubang singa atau didapur api, seperti Daniel, 
Sadrakh, Mesach dan Abednego ?

Apa kita masih bisa taat ? eeeit. . . tunggu dulu !! bahkan sering kali taat 
berubah jadi kompromi, seperti cerita di bawah ini 

Betapa gembiranya hati Darto setelah mengetahui namanya terpampang di deretan 
orang orang yang diterima di sebuah pekerjaan pengeboran minyak lepas pantai. 
Karena tidak ada beban keluarga alias masih single (seorangan), ia langsung 
menerimanya dengan gembira.
To. . . To. . . sapa temannya pada suatu hari, Kamu tahu nggak kalau semua 
karyawan perusahaan pengeboran minyak itu amat benci pada orang Kristen. Dan 
mereka tidak segan-segan melempar orang ke lautan kalau diketahui bahwa ia 
adalah Kristen.
Oh ya? Kata Darto singkat, Tapi jangan kuatir, aku dapat menjaga diri di sana.
Lima tahun kemudian Darto pulang ke kampung halaman. Temannya yang dulu was-was 
dengan kepergian Darto menyapa dengan gembira, To., bagaimana kamu bisa pulang 
dengan selamat?
Oh itu mudah. Mereka sama sekali tidak tahu kalau aku Kristen!

Hebatkah Darto? Darto kompromi dia tidak taat, bukankah pelita kita seharusnya 
menerangi semua orang Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya 
di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di 
dalam rumah itu (Mat. 5:15).

Bukan cuma kompromi, tapi bisa2 kita seperti sang raja jaman Elisa yang 
langsung menghakimi bahwa kesulitan itu datangnya dari Tuhan, dan dia tidak mau 
berharap lagi pada Tuhan, sedangkan perwira meragukan nubuatan nabi Elisa, yang 
mana sesungguhnya dia meragukan kuasa Tuhan. 
2 RAJA “ RAJA 6:33 “ 7: 1 “ 2 ( Selagi ia berbicara dengan mereka, datanglah 
raja mendapatkan dia. Berkatalah raja kepadanya: "Sesungguhnya, malapetaka ini 
adalah dari pada TUHAN. Mengapakah aku berharap kepada TUHAN lagi?" Lalu 
berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok 
kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua 
sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." Tetapi perwira, 
yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN 
membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi 
Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi 
tidak akan makan apa-apa dari padanya.") Bukankah kita sering seperti mereka? 
Meragukan Tuhan dan tidak mau berharap lagi kepada Tuhan.
KISAH RASUL 8 : 26 (Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, 
katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang 
turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.) 
Jalan itu jalan yang sunyi = Padang Gurun (bhs Inggris) ; jalan mati/buntu (bhs 
jawa) ; jln yg tak pernah dilewati/dipakai (bhs sunda)

Ada kalanya kita mengalami seperti Filipus yang tiba-tiba diharuskan untuk 
pergi melewati jalan yang sunyi/Padang gurun/jln buntu, jln yang tidak pernah 
dipakai orang. Menghadapi padang gurun yaitu masalah-masalah yang tidak ada 
jalan keluar atau masalah yang tidak lazim, seperti Yeheskiel, Tuhan suruh 
membakar roti diatas kotoran manusia(Yeheskiel 4:12) ;Hosea, diperintahkan 
untuk menikah dengan seorang pelacur atau dimana kita merasakan sendiri tidak 
ada yang peduli.

Di sinilah letak ujian ketaatan itu, dimana kita diijinkan masuk dalam 
kesunyian dan hanya bergantung pada Tuhan .

Bagaimana supaya bisa lulus dari ujian ketaatan

RATAPAN 3 : 26 (Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN) menunggu 
dengan tenang(terjemahan sehari2); sabar (bhs jawa dan sunda) berharap (bhs 
inggris) 
Menanti pertolongan Tuhan dengan diam, tenang sabar dan berharap akan 
pertolongan TUHAN, bukan dengan berkoar dan marah-marah. 

Abraham menanti dengan SABAR dan dengan demikian ia memperoleh apa yang 
dijanjikan kepadanya (Ibr. 6:15).

MAZMUR 46 : 11 ("Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di 
antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi ) Diam yang tadi diam tenang, sabar 
berharap akan pertolongan Tuhan sedangkan diam yang ini adalah diam dan 
mengakui kekuasaan Allah atau dengan kata lain mengandalkan Tuhan. 

Demikianlah orang Israel ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda 
menjadi kokoh, karena mereka MENGANDALKAN diri kepada TUHAN, Allah nenek moyang 
mereka (2 Taw. 13:18).

YESAYA 26 : 3 “ 4 ( Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab 
kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN 
ALLAH adalah gunung batu yang kekal) Ketenangan dan sikap diam menantikan 
pertolongan Tuhan harus dibarengi dengan keteguhan iman yang kokoh untuk terus 
percaya kepada Tuhan, supaya tidak tergoyahkan.

  Hasil dari lulus ujian ketaatan

Kisah 8:39 a (Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan 
Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi.)

Karena ketaatan Filipus Tuhan melarikan Filipus dari jalan sepi itu secara 
ajaib, begitu juga dengan ketaatan kita, Tuhan akan mengangkat kita dari 
masalah-masalah yang ada secara ajaib.

Kisah 8:36-38 (Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat 
yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah 
halangannya, jika aku dibaptis?" [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan 
segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak 
Allah."] Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya 
turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis 
dia.)

Ketaatan Filipus menghasilkan pertobatan Kepala bendahara Etiopia, begitu juga 
dengan ketaatan kita akan menjadi berkat buat orang lain. Ketaatan membuahkan 
hasil bukan hanya bagi kita pribadi, tetapi bagi orang lain. 

Jakarta, 9 September 2006

Maukah anda taat kepada PARTAI DAMAI SEJAHTERA yang saat ini dipimpin oleh 
KETUA UMUM ML DENNY TEWU? Itulah ujian yang anda tempuh agar anda siap menerima 
berkat berkat yang luar biasa.

Salam dalam kasihNYA
dari PAK KUMIS DI DUKUH ATAS
  __________________

DAMAI NEGERIKU DAN SEJAHTERA BANGSAKU

Melalui PARTAI DAMAI SEJAHTERA 


          Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah 
dan bersujud.      
        Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni 
dosamu"
  Markus 1:4
   





                                
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on  Yahoo! Small Business. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke