Namun demikian Ulama-Ulama yang menyukai kekerasan itu tetap saja mengatakan bahwa hukuman buat zina adalah rajam. Mereka mengemukakan bahwa diantara para ulama sudah "ijmak" (sepakat) tentang itu. Soalnya ialah apakah pokok yang yang pertama buat menentukan suatu hukum ? Mengenai hal ini semua orang Islam mengaku bahwa Al-Qur'an adalah sumber pokok buat segala hukum Islam. Kalau dalam Al-Qur' an sudah ditetapkan suatu hukum bagi suatu hal, maka hukum-hukum lain tidak berlaku lagi. Kalau Nabi Muhammad SAW sendiri tunduk pada cara penerapan hukum itu dan beliau menjalankan hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur'an dengan meninggalkan cara-cara lain yang selama ini beliau laksanakan, maka apakah "ijmak ulama" lebih tinggi dari sunnah Nabi Muhammad SAW? Apakah ijmak Ulama dapat membatalkan suatu hukum yang ditetapkan dalam Al-Qur'an?
Adalah tidak mungkin sama sekali Saidina Umar mengeluarkan ucapan seperti itu...karena adanya Al-Qur'an kitab tertulis sebagaimana kita lihat sekarang ini adalah berkat pikiran Saidina Umar. Beliaulah yang menyarankan kepada Saidina Abubakar as Siddiq agar Al-Qur'an yang hingga waktu itu masih tersimpan didalam otak dalam bentuk hafalan supaya dipindahkan kepada suatu buku. Menurut beliau hanya dengan cara inilah ayat-ayat Kitab Suci itu bisa terpelihara dari kekacauan atau hilang. Sekarang .....menurut riwayat yang dijadikan sandaran sebahagian para Ulama Islam itu Saidina Umar mengatakan bahwa "ada suatu ayat yang tidak terdapat lagi dalam Al-Qur'an". Rasanya pikiran yang sehat tidak mungkin membenarkan bahwa Saidina Umar mengucapkan ucapan demikian. Kalaulah seandainya memang ada ayat yang belum dimasukkan dalam Al-Qur'an kenapa beliau tidak menugaskan Zaid bin Tsabit... atau penulis Al-Qur'an lainnya untuk memasukkan ayat tersebut dalam Kitab yang ditulis mereka? Hal yang lain adalah kalau ayat bersangkutan memang pernah ada dalam Al-Qur'an kenapa ia merasa takut kepada orang-orang untuk mengembalikan barang sesuatu ketempat aslinya? Kalau Saidina Umar dengan berani mengemukakan saran kepada Abubakar , suatu saran yang mula-mulanya Abubakar tak berani melaksanakannya .....mengapa pula Umar kemudian berobah menjadi orang pengecut mengenai suatu ayat saja dari Al-Qur'an? Selanjutnya , kenapa perbuatan mengembalikan suatu ayat ketempat aslinya akan dikatakan perbuatan menambah-nambah? Bagaimanapun pemikiran kacau dan tidak bertanggung jawab itu tak mungkin ada pada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal amat cerdas ,rasional dan berani sebagaimana halnya Saidina Umar ini. Kalau riwayat itu dianggap benar maka seluruh pernyataan bahwa Al-Qur'an mendapat perlindungan dan pemeliharaan dari Tuhan dan terhindar dari campur tangan manusia akan hancur lebur dan tidak terbukti sama sekali...... Anehnya lagi Saidina Ali bin Abu Talib mempunyai pikiran yang sama sekali bertentangan dengan perkataan yang dinisbahkan kepada Saidina Umar itu. Menurut riwayat Saidina Ali berkata sesudah mencambuk seorang perempuan yang melakukan zina dan kemudian merajamkan sampai mati: "Aku telah mencambuknya untuk mematuhi perintah Kitabullah dan aku telah merajamnya sampai mati untuk menuruti sunnah Rasulullah"....(Bukhari). Dari riwayat ini muncul jelas dua kesimpulan: 1. Dalam hal menghukum seorang pezina pria dan pezina wanita sunnah Rasulullah berbeda dari perintah yang terdapat dalam Al-Qur'an, suatu hal yang tidak mungkin terjadi...... 2. Kalau menurut Saidina Umar suatu perintah dalam Kitabullah menetapkan hukuman rajam bagi perbuatan zina maka menurut Saidina Ali perintah demikian tidak ada dan hukuman demikian hanya sunnah nabi Muhammad SAW. Pendapat kedua sahabi besar Islam itu tidak mungkin sekali diselaraskan dan juga sama sekali tidak mungkin bahwa kedua mereka akan mempunyai pendapat yang saling bertentangan sekali mengenai suatu masalah agama yang amat penting. Mengingat semua itu hukuman yang benar untuk perbuatan zina adalah dera atau cambukan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.... Wassalamualaikum wr.wb. H. Nadri Saaduddin Kelompok Studi Islam Ahmadina Jalan Imam Bonjol 12 A Balaikandi Koto Nan Ompek Telp. +62-0752-92367 Mobile:081363259195 Payakumbuh 26225 Sumatera Barat __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
