Setengah terperanjat dan kemudian punya pendapat yang akan aku ketengahkan
adalah peristiwa pembunuhan masal di Montreal(Canada) baru2 ini yang dilakukan
oleh seorang pria bernama Kimveer Gill.
Yang mengherankan kontrole terhadap senjata api di Canada diperketat setelah
kejadian beberapa tahun yang lalu juga di Canada terhadap siswa2, terutama
siswi2nya di EcolePolytechnique yang dilakukan oleh Marc Lepine.
Kimveer Gill bisa dikatakan ingin hidup dan mati sebagai Rambo sungguhan
sedangkan Marc Lepine punya kecenderungan anti cewek. Sikap ini diperoleh si
Marc dari ayahnya seorang imigran dari Algeria (seorang Muslim)yang
mem-brainwash anaknya agar merendahkan/membenci kaum wanita.
Disinipun(Australia) beberapa tahun yang lalu Martin Bryant membunuh massal
sebanyak 20 orang di Port Arthur Tasmania.
Di Amerika kejadian sebelum Timothy Mcvee meledakkan bom mobilnya yang
membunuh puluhan korbannya, juga pengganas lain si Charles Manson yang membunuh
Sharon Tate yang sedang mengan-
dung tua bersama beberapa orang di villa milik Sharon Tate. Juga pembunuhan
di kampus Columbine yang dilakukan oleh "bocah"2 Dylan Klebold dan Eric Harris
yang menelan puluhan korban juga.
Yang menarik tanpa melangkahi kaidah SARA dan rasialisme, pembunuh2 massal
selain pembunuh massal yang di picu oleh agama dan politik, sepertinya
pembunuh2 massal yang yang aku sebutkan diatas ,pembunuh2 massal ini semuanya
adalah orang2 anglo-saxon kecuali si Marc Lepine.
Terutama apabila aku sempat meneliti keadaan di Amerika terutamanya dimana
orang2 kulit hitam (the Blacks) yang bisa digolongkan sebagai etnis yang
"tersingkirkan" dalam artian mereka jatuh di klas yang kurang maju dalam segi
perekonomiannya. Tapi aku sepertinya mereka orang hitam ini tidak cenderung
menjadi pembunuh massal seperti "saudara serumah" seperti orang2 kulit putih.
Apakah orang putih karena kehidupan mereka yang serba sophisticated sangat
peka kena tekanan sosial dan cepat ambil jalan pintas dan melakukan tindakan
semacam pembunuhan massal.
Juga sangat menarik orang Tionghoa sepertinya juga tidak pernah dalam
menghadapi prahara kehidupan yang sukar bahkan pahitpun mereka tidak ambil
putusan pendek membunuhi sesama manusia.
Apakah karena faktor2 budaya/kultur yang membedakan tingkah satu golongan
etnis tertentu berbeda dengan etnis lain?
Apakah mereka2 sebagai pembunuh massal seperti contoh tersebut diatas bisa
digolongkan sebagai teroris dan kena peraturan yang sekarang digalakkan oleh
negara2 Barat dalam menghadapi para teroris (yang berdasarkan agama/politik)?
Harry Adinegara
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Take part in Total GirlÂ’s Ultimate Slumber Party and help break a world
record
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/