RIAU POS
Senin, 18 September 2006 

Pertemuan IMF di Singapura 

 
Besok, bisa jadi semua mata tertuju ke Singapura. Di negeri pulau itu, pada 
19-20 September, dihelat pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank 
Dunia. Selain dua lembaga pemberi utang multilateral itu, negara-negara maju G7 
mengadakan pertemuan di Singapura. Itu merupakan kali pertama pertemuan 
IMF-Bank Dunia dan G7 diselenggarakan di Asia Tenggara sejak krisis finansial 
menghantam 1997. 

Ada dua agenda utama pertemuan IMF-Bank Dunia. Pertama, reformasi internal IMF. 
Kedua, bagaimana mendongkrak pengaruh Cina, Korsel, Meksiko, dan Turki di 
lembaga yang kini beranggota 185 negara tersebut. Bank Dunia menempatkan 
perjuangan melawan korupsi sebagai agenda utama dalam upaya membantu ekonomi 
negara-negara berkembang dan negara miskin.

Sejumlah kalangan menyebut IMF punya agenda tersembunyi, mengapa mengadakan 
pertemuan di Singapura. Salah satu dia antaranya untuk memperkuat legitimasi 
yang kini mulai luntur. Saat ini keberadaan lembaga yang berusia 61 tahun itu 
memang dipertanyakan.

IMF dituding telah melakukan malapraktik di sejumlah negara yang terbelit 
krisis ekonomi, termasuk Indonesia, yang nyaris mati gara-gara salah suntik 
menerima resek IMF. Terbukti, negara-negara yang diberi resep IMF bukannya 
sembuh, tapi malah parah. Salah satu contoh konkret adalah Indonesia, yang 
patuh dengan resep IMF.

Dalam kasus Indonesia, sejumlah ekonom dari mancanegara menyebut ada tiga 
kesalahan mendasar yang dilakukan IMF. Yaitu, di bidang fiskal, moneter, dan 
perbankan. Kesalahan dari sisi fiskal, IMF meminta APBN dibuat surplus. 
Padahal, yang diperlukan saat krisis mestinya adalah bagaimana mengupayakan 
agar APBN stabil ketika swasta menekan pengeluaran. 

Kesalahan dari sisi kebijakan moneter, IMF sebagai lembaga yang jelas-jelas 
mengatur masalah moneter tidak memonitor jumlah uang beredar. Akibatnya, 
berbagai indikator makro bergerak seperti tanpa kendali. Itu terlihat pada 1998 
bahwa inflasi naik di atas 70 persen dan nilai tukar rupiah anjlok hingga 
rata-rata Rp10 ribu per dolar AS.

Kesalahan terakhir adalah dalam memperbaiki sistem perbankan di tanah air. 
Seharusnya IMF mempunyai analisis yang baik sebelum menyarankan melikuidasi 16 
bank saat krisis ekonomi di depan mata. 

Penutupan bank itu kenyataannya tidak menyelesaikan masalah. Justru banyak bank 
yang bangkrut sehingga pemerintah harus menginjeksi modal baru melalui BLBI 
(bantuan likuiditas Bank Indonesia). Hal itu kemudian menjadi bom waktu dan 
“perseteruan” antara BI dan Depkeu.

Akibatnya, perekonomian Indonesia mundur lebih lima tahun gara-gara tidak mampu 
mengatasi krisis yang telah berlangsung hampir sepuluh tahun. Hal itu terlihat 
dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang jauh di bawah masa sebelum 
krisis. Karena itu, negara-negara dunia ketiga yang hadir dalam pertemuan 
tersebut termasuk Indonesia wajib mengusung isu reformasi IMF secara radikal.

Hal tersebut wajib dilakukan karena reformasi yang digagas sekadar voting right 
dalam mengambil keputusan dan mengurangi porsi negara-negara Eropa, termasuk 
kawasan Skandinavia. Reformasi secara radikal mutlak dilakukan agar IMF tak 
membuat kesalahan-kesalahan lagi pada masa mendatang.

Cukuplah, Indonesia yang menjadi korban kebijakan IMF itu. Jangan ada lagi 
korban lainnya, gara-gara salah resep, pasien makin sekarat. Maka sangat wajar, 
ketika akan digelar pertemuan IMF di Singapura ini akan didampingi aksi demo di 
Batam, sebab rakyat Indonesia sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan IMF 
pada Indonesia.* 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke