http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=265432&kat_id=23
Rabu, 20 September 2006 19:26:00 Tibo Cs Siap Hadapi Eksekusi Palu-RoL -- Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu, terpidana mati kasus kerusuhan Poso, menyatakan kesiapannya menghadapi eksekusi di hadapan regu tembak yang dijadwalkan Jumat (22/9) dini hari. "Sekalipun ketiganya menolak dieksekusi, tapi secara mental mereka siap dan tidak takut menghadapi eksekusi," kata Pastor Jemy Tumbelaka, rohaniawan yang selama ini mendampingi Tibo Cs seusai menjenguk ketiga terpidana di LP Petobo Jln Dewi Sartika Palu, Rabu (20/9). Pastor Tumbelaka yang juga Paroki Santa Theresia Poso dalam pertemuan dengan ketiga terpidana, memberikan kesempatan kepada Tibo, Dominggus, dan Marinus, untuk menyampaikan uneg-unegnya guna mempersiapkan mental mereka. Tibo misalnya menyatakan: "cukup bagi dirinya dan dua rekannya, Dominggus dan Marinus, menjadi orang-orang yang dikorbankan dan tertindas dalam kasus kerusuhan Poso". Tibo juga mengimbau kepada Sri Paus dan uskup di seluruh dunia untuk selalu memperjuangkan dan melawan segala bentuk penindasan yang ada di muka bumi. Tibo yang selama enam tahun dalam penahanan di LP Petobo aktif beribadah, mengaku terbebani dengan kondisi keluarga yang akan ditinggalkan, sebab selama dalam penjara tidak dapat memberikan nafkah hidup kepada istri dan ketiga putranya. "Saya berterima kasih kepada keluarga saya yang selama ini tabah menghadapi cobaan hidup. Saya juga berterima kasih kepada seluruh orang yang telah berjuang agar terbebas dari eksekusi (sekalipun tidak berhasil)," kata Tibo sebagaimana dituturkan Pastor Tumbelaka. Sementara Marinus, menurut pastor ini, mengaku tidak takut menghadapi eksekusi regu tembak, sebab eksekusi melapangkan jalan bagi dirinya untuk bertemu Tuhan. "Saya yakin, di surga kelak akan bertemu dengan istri dan anak-anak saya," ujar Marinus. Marinus juga merasa terbebani dengan keluarganya yang akan ditinggalkan sebab keempat anaknya masih membutuhkan kasih sayang dan penghidupan. Menurut Marinus, eksekusi yang dialaminya bersama Tibo dan Dominggus merupakan upaya dan skenario untuk menutupi pengungkapan 16 nama sebagai aktor intelektual dan aktor lapangan kasus kerusuhan Poso. "Kami hanya orang-orang yang dikorbankan," katanya menuturkan. Dominggus sendiri, masih menurut Pastor Tumbelaka, menyatakan persoalan kematian hanya masalah waktu saja sebab setiap orang akan melaluinya. "Yang membedakan hanya penyebab kematian setiap orang", kata dia. Dominggus menilai keadilan belum berpihak kepada mereka yang berlatar-belakang masyarakat kecil. "Tapi yang patut dicatat bahwa kebenaran tidak akan pernah mati, sekalipun kami telah dieksekusi," katanya menegaskan. Dominggus sempat mengungkapkan isi hatinya kepada Pastor Tumbelaka agar dipertemukan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pencetus Deklarator Malino untuk perdamaian Poso. "Dominggus hendak mempertanyakan kenapa mereka bertiga harus dihukum mati, sementara yang lainnya dibiarkan berkeliaran," kata Jemmy Tumbelaka menuturkan. antara/is [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
