Wong Islam itu kok jeli2nya ayat yang ndelik di Kitab Ulangan saja 
bisa tahu ki piye?
"TAFSIR KITAB ULANGAN"
Pengantar kepada Perjanjian Terakhir
[Diambil dari : Kumpulan Tafsir Kitab Bible Islami, 
http://www.geocities.com/arman_syah/ulangan.html]


Bermula dari ucapan Nabi Musa as terhadap Bani Israil :

"YÁOHU UL thy ULHIM will raise up unto thee a Prophet from the midst 
of 
thee, of thy brethren, like unto me; unto him ye shall hearken." 
(Deuteronomy 18 :15)

Pada ayat diatas, Nabi Musa menyebutkan bahwa Allah akan 
membangkitkan 
SEORANG NABI kepada Bani Israil yang berasal dari saudara mereka 
yang mana 
Nabi tersebut akan memiliki karakteristik SAMA seperti halnya Nabi 
Musa.

Dalam beberapa perdiskusian yang pernah saya lakukan dengan kaum 
Ahli Kitab 
(Nasrani), mereka menyandarkan bahwa terhadap Yesus-lah nubuatan 
Nabi Musa 
ini ditujukan. Namun bila kita kaji lebih jauh, rasanya kesimpulan 
tersebut 
terlalu dini untuk dinisbatkan kepada Yesus.

Kalimat "brethren atau dari antara saudaramu" yang tercantum dalam 
kalimat 
Nabi Musa as pada ayat diatas, jelas dari tidak merefer pada 
kalangan 
Yahudi sendiri.

Mari kita analogikan ayat tersebut :

1. Tommy X Saudaranya Tommy (Adik atau kakak Tommy)
  Disini saudara Tommy bukanlah Tommy itu sendiri, melainkan harus 
orang lain

2. Seorang Israel X Saudaranya Israel
  Saudaranya Israel adalah bukan Israel itu sendiri tetapi Bani 
Ismail

Jadi ayat Ulangan 18:15 jo Ulangan 18:18 tersebut jika kita artikan 
secara 
harfiah akan memiliki makna :

"Seorang Nabi akan dibangkitkan lagi oleh Allah bagi kaum Bani 
Israil 
tetapi Nabi tersebut berasal dari saudara mereka, yaitu Bani Ismail, 
dimana 
Nabi dari Bani Ismail ini akan memiliki karakteristik dan keagungan 
sama 
seperti Musa yang berasal dari Bani Israil."

Saudara Bani Israel terkecuali Bani Ismail, tidak ada yang 
mengeluarkan 
doktrin keNabian, termasuklah didalamnya dari benih Ketura. Hanya 
Bani 
Ismail sajalah yang kita dapati Nabi dari antara saudara Bani Israi 
tersebut.

Islam menolak konsep bahwa Musa telah bertemu dengan Allah secara 
berhadapan muka, sebab Allah tidak dapat dilihat. Dan jika kita 
kembalikan 
pula hal ini pada Bible, kita pun akan mendapati keterangan yang 
serupa, 
Allah itu adalah dzat yang Maha halus yang tidak bisa dicapai dengan 
penglihatan.

Dan perihal adanya nas terlihatnya Allah dalam beberapa ayat Bible 
yang 
justru menimbulkan suatu kontradiksi dalam ayat-ayat Bible sendiri.

Lihat Kejadian 17:22 ... apakah maksudnya Allah naik meninggalkan 
Abraham ?
Apakah anda menyetujui bahwa Allah bisa terlihat oleh Abraham 
sebagaimana 
pada Kejadian 17:1 ?

Jika jawabnya "Ya" maka berupa apakah Allah ini yang terlihat oleh 
Abraham 
pada kejadian ini ?

Ingat pada Kejadian 17:1 jelas disebut Allah terlihat kepada Abraham 
dan 
pada Kejadian 17:22 Tuhan naik meninggalkan Abraham yang menurut 
penafsiran 
saya yang awam ini adalah - maaf - seperti seorang pilot pesawat 
terbang 
yang tinggal landas meninggalkan bandara.

Lalu pada Kejadian 18:1 dinyatakan lagi Abraham kembali melihat 
Tuhan dekat 
pohon Mamre dan kali ini rupanya Tuhan datang bertiga dan disembah 
oleh 
Abraham pada Kejadian 18:2 sambil menyediakan dirinya untuk membasuh 
kaki 3 
orang Tuhan ini yang rupanya kotor setelah menemui Abraham.

Kejadian ini rupanya seringkali terjadi.
Banyak ayat dalam Bible yang menyatakan bahwa Tuhan dapat dilihat 
oleh 
manusia. Mereka yang pernah melihat Tuhan antara lain: Ishak 
(Kejadian 
26:2), Yakub (Kejadian 35:9), Musa, Harun, Nadab, Abihu dan 70 orang 
Israel 
(keluaran 24:9), bangsa Israel (Bilangan 14:14) dan (Yeremia 31:3), 
Yesaya 
(6:1)

Bahkan Yakub telah berhasil mengalahkan Tuhan dalam pergumulannya 
dan 
menang (Kejadian 32:28) dan juga penamaan tempat Pniel pada Kejadian 
32:31 
yang dinyatakan bahwa Yakub melihat Allah berhadapan muka serta Musa 
pada 
Ulangan 34:10.

"And he said, Thy name shall be called no more Jacob, but Israel: 
for as a 
prince hast thou power with Elohim and with men, and hast 
prevailed." 
(Genesis 32:28)
"And Jacob called the name of the place Peniel: for I have seen 
Elohim face 
to face, and my life is preserved."(Genesis 32:30)

Padahal Injil Yohanes/Yahya/Johnpada 1:18 menyebutkan bahwa Allah 
belum 
pernah dilihat oleh seorangpun juga melainkan hanya dinyatakan 
melalui 
Jesus selaku utusan-Nya sebagaimana yang dinyatakan oleh Jesus 
sendiri 
dalam Injil Yohanes 17:8 dan Samuel 7:22

"Maka kata Pilipus kepadanya: 'Ya Tuan, tunjukkanlah Bapa itu kepada 
kami, 
maka padalah (dengan begitu akan cukuplah) itu bagi kami. Kata Jesus 
kepadanya: 'Hai Pilipus, sekian lamanya aku bersama-sama dengan 
kamu, dan 
tiadakah engkau kenal aku ? Siapa yang sudah melihat aku, ia sudah 
melihat 
Bapa. Bagaimanakah katamu : 'Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami ?'" 
(Johanes 
14:8-9)

Jadi akhirnya Yesus sendiri menunjukkan kepada Pilipus, bagaimana 
membuktikan kehadiran Tuhan kepada murid-muridnya; bahwa hal itu 
tidak 
mungkin.

Adalah salah apabila umat Kristen menangkap kesan bahwa Jesus sudah 
menyatakan dirinya sama dengan Allah (alias Bapa). Bagaimana mungkin 
menafsirkan yang demikian sementara Jesus sendiri menolak anggapan 
tersebut 
dalam dua ayat dibawah ini:

John 13:16 - Douay
"Amen, amen I say to you: The servant is not greater than his lord; 
Neither 
is the apostle greater than he that sent him."

John 14:28 - Douay
"Because I go to the Father: for the Father is greater than I."

Jelas dari kalimat diatas, bahwa Allah tidaklah sama dengan Jesus, 
Allah 
jauh lebih berkuasa, lebih mulia daripada Jesus yang hanya sebagai 
hamba 
dari Allah itu sendiri, sebagai utusan Allah kepada Bani Israil.

Kita harus mempercayai eksistensi Tuhan hanya dengan memperhatikan 
makhlukNya, matahari, bulan, seluruh makhluk dan termasuklah Jesus 
sendiri 
yang merupakan ciptaan Tuhan.

Jesus juga menyatakan didalam Johanes 4:24 Elohim is a Spirit (Tuhan 
adalah 
Roh ...), Ye have neither heard his voice at any time, nor seen his 
shape. 
(Kamu belum pernah mendengar suaraNya atau melihat rupaNya.)" - 
Johanes 5:37

Bagaimana anda dapat melihat suatu roh ?
Yang dapat mereka lihat adalah Yesus, bukan Tuhan.

Paulus didalam 1 Timotius 6:16 mengatakan hom no man hath seen, nor 
can see 
(...yang tiada pernah dilihat atau dapat dilihat orang...)' Hal ini 
juga 
terjadi pada Keluaran 33:20 And he said, Thou canst not see my face: 
for 
there shall no man see me, and live.

Dalam AlQur'an sendiri dinyatakan :

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat 
melihat 
segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha 
Mengetahui."(QS. 
al-An'aam 6:103)

Bagaimana menurut pendapat anda ini ?
Saya rasa anda tidak akan lari dari kebenaran, bukan ?
Lalu sekarang kita kembalikan pembahasan kita pada diri Nabi Musa 
yang 
dikatakan telah berhadapan dengan Tuhan secara muka bukan dalam arti 
yang 
sesungguhnya sebagaimana saya umpamanya berhadapan dengan anda 
disuatu 
ruangan lobi sebuah hotel.

Melainkan bahwa Allah telah berkenan untuk menyampaikan langsung 
wahyu-Nya 
kepada Nabi Musa as tanpa perantaraan malaikat-Nya, dan ini pun 
dialami 
oleh Nabi Muhammad Saw ketika mendapatkan kewajiban sholat dalam 
perjalanan 
Mi'raj beliau ke Sidratul Muntaha.

Sekarang, untuk menghormati pemahaman Kristen bahwa Nabi yang 
dimaksud dari 
"Brethern of Israel" itu adalah Jesus, mari sama-sama kita lihat dan 
pelajari secara objektif.

Dalam hal apa persamaan Jesus terhadap Musa ?
Jika ditilik dari garis keturunan, adalah benar Jesus serupa dengan 
Musa, 
yaitu sama-sama orang Yahudi. Dan ditilik dari status mereka-pun 
adalah 
sama, yaitu Musa adalah seorang Nabi dan Jesus-pun diakui sebagai 
Nabi.

Penyandaran kedua hal persamaan diatas, rasanya tidak memiliki 
pengaruh 
apapun dalam hal pemenuhan nubuat dari Musa, sebab kriteria ini 
dapat 
dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa seperti Sulaiman, Yesaya, 
Ezekiel, 
Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes pembaptis dan lain sebagainya, 
karena 
secara garis keturunan, mereka pun orang Yahudi yang sekaligus juga 
berstatuskan Nabi, lalu kenapa tidak menetapkan kepada salah seorang 
Nabi 
tersebut dan kenapa mesti kepada Jesus ?

Dari apa yang bisa saya simpulkan, terlebih dahulu disertai dengan 
permintaan maaf kepada anda dan umat Nasrani lainnya, saya katakan 
bahwa 
Jesus tidak sama seperti Musa.

Bahwa Jesus dalam kalangan Nasrani sekarang ini dianggap sebagai 
Tuhan 
sementara Musa bukanlah Tuhan.

Jesus telah dianggap wafat untuk menebus dosa-dosa manusia, tetapi 
Musa 
tidak wafat untuk hal tersebut.

Jesus bangkit setelah 3 hari wafatnya dikayu salib namun Musa tidak 
bangkit 
dari kematian setelah 3 hari dari wafatnya

Oleh karena itu : Jesus tidaklah seperti Musa.

Namun, pada kesempatan ini, dengan hormat, izinkan saya membuat 
daftar 
persamaan serta perbedaan antara Nabi Musa - Nabi 'Isa - Nabi 
Muhammad Saw.

Bahwa :

Musa memiliki seorang Ayah dan Ibu,
Muhammad Saw juga memiliki seorang Ayah dan Ibu
Jesus hanya memiliki Ibu dan tidak memiliki Ayah, sementara Yusuf 
Arimathaea hanyalah ayah tirinya

Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alamiah, yaitu melalui 
percampuran phisik antara seorang pria dan seorang wanita, sementara 
Jesus 
lahir tidak seperti itu.

Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, sementara Jesus 
menurut 
sejarah Bible tidak menikah dan tidak beranak.

Musa dan Muhammad diterima sebagai seorang Nabi dan Rasul oleh 
kaumnya 
dalam kehidupan mereka bahkan hingga jaman sekarang ini sementara 
Jesus 
sendiri ditolak oleh kaumnya (Yahudi) sejak dari awal beliau diutus 
Allah 
sampai pada menjelang abad millenium kita sekarang, bahkan Jesus 
sendiri 
mengatakan bahwa dia harus pergi karena umatnya tidak sanggup 
mendengar 
perintahnya.

Musa dan Muhammad selain sebagai Nabi sekaligus juga berfungsi 
selaku 
Raja/Pemimpin yang menetapkan aturan hukum kepada masyarakatnya, 
tidak 
menjadi masalah apakah mereka mengenakan mahkota dan pakaian 
kebesaran 
kerajaan ataupun tidak, namun yang jelas, keduanya diakui sebagai 
pimpinan 
oleh masing-masing umatnya pada waktu keduanya masih hidup, 
sementara 
Jesus, kerajaannya bukanlah berasal dari dunia melainkan dia 
hanyalah 
sebagai seorang pemimpin spiritual

Musa berhijrah kebumi Median, Muhammad berhijrah kebumi Madinah, 
Jesus 
tidak hijrah kemanapun didalam menyebarkan misinya.

Musa dan Muhammad menetapkan hukum-hukum baru, sementara Jesus 
mengikuti 
hukum Musa

Musa dan Muhammad wafat secara wajar, Jesus wafat disalib
Musa dan Muhammad dikuburkan didalam bumi sementara Jesus dalam 
pandagangan 
Nasrani tidak.

Dengan demikian dari persamaan antara Musa terhadap Jesus atau 
Muhammad 
yang dijelaskan diatas, maka Muhammad-lah yang lebih condong untuk 
sama 
seperti Musa seperti nubuat Ulangan 18:15.

Selanjutnya, kita juga mengetahui bahwa Nabi Ibrahim alias Abraham 
memiliki 
dua orang istri, Sarah dan Hagar dimana keduanya melahirkan Ishaq 
dan 
Ismail.Dan jika Ishak serta Ismail adalah anak dari ayah yang sama, 
maka 
mereka adalah kakak beradik, karenanya anak dari salah seorang 
mereka 
adalah saudara dari anak yang lain.

Keturunan Ishak adalah bangsa Yahudi dan keturunan Ismail adalah 
bangsa 
Arab, jadi jika disebutkan pada Ulangan 18:15 bahwa sang Nabi akan 
muncul 
of thy brethren, maka saudara dari Bani Israil tentu saja adalah 
Bani 
Ismail, yaitu bangsa Arab, garis keturunan yang menurunkan Nabi 
Muhammad Saw.

Allah sendiri menyatakan kepada Bani Israil pada Ulangan 32:21

"Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka 
menimbulkan murka-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan 
membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan kaumnya dan akan 
menerbitkan 
amarahnya dengan satu kaum yang hina."

Isa alias Jesus didalam Matius 21:43 juga mengukuhkan pernyataan 
Allah ini :

"Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil daripadamu 
dan 
akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah 
kerajaan itu."

Jelas sekali ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa Allah akan :

1. Mengambil kerajaan-Nya dari Bani Israel
Disini kita mesti memahami bahwa yang dimaksud dengan kerajaan Allah 
dapat 
berupa rahmat, kemuliaan, petunjuk, nikmat kenabian

2. Kerajaan Allah tersebut akan dipindahkan kepada suatu bangsa lain 
yang 
bukan berasal dari kaum Bani Israel yang telah dipandang hina oleh 
mereka 
sebelumnya yang justru dari kaum tersebut akan menghasilkan buah 
atau karya 
yang diinginkan oleh Allah dan menimbulkan kebencian yang mendalam 
dari 
Bani Israel.

Kalimat yang diutarakan oleh Jesus pada Matius 21:43 tersebut 
diucapkan di 
Bait Allah didalam negri Jerusalem dihadapan seluruh Imam dan tua-
tua 
penganut Taurat dinegri itu (Matius 21:23).

Dan Taurat itu adalah kitab Musa kepada Bani Israil, jadi apabila 
para Imam 
itu adalah penganut Taurat bahkan guru Taurat, terlepas dari apakah 
mereka 
benar-benar seorang yang patuh atau penyeleweng dari hukum Taurat, 
namun 
tetap saja mereka adalah bagian dari Bani Israil, dan jika kalimat 
ini 
diucapkan oleh Jesus terhadap Imam mereka (Bani Israil), maka secara 
otomatis seruan Jesus ini tertuju kepada keseluruhan kaumnya, Bani 
Israil.

Ingatlah kembali akan apa yang diseru oleh Allah didalam Ulangan 
32:21 
diatas :

"Mereka membangkitkan cemburu-Ku dengan yang bukan Allah, mereka 
menimbulkan murka-Ku dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan 
membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan kaumnya dan akan 
menerbitkan 
amarahnya dengan satu kaum yang hina."

Ayat diatas ini sangat berkaitan erat dengan apa yang disabdakan 
oleh Jesus 
sebelumnya, bahwa Allah telah cemburu (murka) terhadap tindakan Bani 
Israil 
yang telah menyekutukan-Nya dengan Tuhan-tuhan lain, untuk itu, 
Allah juga 
akan membangkitkan marah dan kecemburuan Bani Israil terhadap 
kemuliaan 
yang akan dipindahkan Allah diluar kaum Bani Israil, yaitu suatu 
kaum yang 
dianggap mereka hina, yaitu Bani Ismail.

Dan inilah terjadinya disaat Allah mengutus Nabi Muhammad Saw dari 
Bani 
Ismail sebagai awal perpindahan kerajaan Allah dari Bani Israil 
menuju kaum 
selainnya.

Jadi semakin jelas bahwa kebangkitan Muhammad Saw sebagai salah 
seorang 
Nabi dari keturunan Ismail yang telah diberkati Allah sebelumnya, 
adalah 
dikarenakan pembangkangan dari keturunan Ishak terhadap Allah 
sehingga 
menimbulkan murka Allah dan mengalihkannya kepada kaum Ismail yang 
disebutkan pada Ulangan 32:21 sebagai kaum yang hina, sebab bukankah 
Ismail 
dianggap tidak layak untuk bersama dengan Ishak pada kisah 
pengusiran Hagar 
dan Ismail yang dilakukan oleh Sarah pada Kejadian 21:10.

Dan kepada benih Ismail inilah Allah memindahkan kerajaan-Nya dari 
Bani 
Israil dan apa yang disebut bahwa akan menghasilkan buah Allah itu 
menjadi 
kenyataan ketika masa pengutusan Muhammad Saw yang menjadikannya 
suatu 
bangsa yang besar, yang dengan gagah berani menyatakan firman-firman 
Allah 
dan mengembalikan citra tauhid sejati, membersihkan segala bentuk 
keberhalaan dan mendirikan kerajaan Allah diatas dunia ini.

Lalu pengukuhan Isa pada Matius 21:43 akan membuktikan firman Allah 
terhadap kebesaran Ismail dan keturunannya pada Kejadian 17:20 dan 
Kejadian 
21:18 yang membuktikan bahwa Bani Ismail melalui Muhammad Saw akan 
menjadi 
suatu bangsa yang besar dan menghasilkan banyak orang yang beriman 
kepada 
Allah secara penuh dan totalitas sebagai yang dimaksud dengan buah 
kerajaan 
itu (yaitu kerajaan Allah).

Pembangkangan Bani Israil ini juga disinyalir oleh Allah dalam 
AlQur'an 
secara jelas :

"Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan 
telah 
Kami utus kepada mereka beberapa orang Rasul. Tetapi setiap datang 
seorang 
Rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa 
nafsu 
mereka, mereka dustakan sebagian dan mereka bunuh sebagian." (QS. 
Al-Ma'idah 5:70)
Lebih jauh kita melihat pada Ulangan 18:17-22 sebagai sambungan dari 
Ulangan 18:15 :
"Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; 
seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara 
mereka, 
seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan 
ia akan 
mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan 
nabi itu 
demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Tetapi 
seorang 
Nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan 
yang 
tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi 
nama 
allah lain, nabi itu harus mati.

Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami 
mengetahui 
perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- apabila seorang nabi 
berkata 
demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, 
maka 
itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani 
nabi 
itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Ulangan 18:19 diatas memperjelas lagi tentang sosok Nabi yang 
dinubuatkan 
itu.....Nabi itu datang bukan dari kalangan Bani Israil tetapi dari 
antara 
saudara mereka, yaitu bani Ismail ....seperti Musa dimana Allah akan 
menaruh "firman-Nya" dimulut Nabi tersebut dan dia akan mengatakan 
kepada 
mereka segala yang diperintahkan Allah kepadanya.

Jesus adalah Firman Tuhan yang menjelma dalam tubuh Jesus itu 
sendiri .. 
demikian keyakinan orang-orang Kristen. Tetapi orang yang dijanjikan 
itu 
adalah "menyimpan Firman Tuhan itu" dalam mulutnya.... berarti 
Firman itu 
diucapkannya dengan mulutnya... dan penyampaian Firman itu adalah 
dengan 
"mengatakannya".

Betapa mungkin nubuatan itu tertuju kepada Jesus yang merupakan 
penjelmaan 
Firman Tuhan itu? Kepada siapa lagi nubuatan itu tertuju kalau tidak 
kepada 
Muhammad yang senantiasa menyampaikan firman Allah lewat ucapannya 
Bismillahirahmanirahim.... dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan 
Penyayang ?

Selain itu, mari kita lihat apa kata al-Qur'an terhadap pribadi 
Muhammad Saw :

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. 
ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan 
(kepadanya)."(QS. 
An Najm 3-4)

Nabi Musa adalah Nabi yang terbesar dikalangan Bani Israel....Semua 
Nabi-nabi Bani Israil sesudah Musa berhukum kepada Taurat yang 
diturunkan 
kepada beliau... dan Taurat adalah Kitab syariat yang paling 
sempurna untuk 
Bani Israel, bahkan Jesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya 
sama 
sekali tidak hendak untuk merombak hukum Taurat atau juga kitab para 
Nabi 
sebelumnya, sebab tercatat hukum Taurat tidak akan dibatalkan hingga 
langit 
dan bumi hancur sampai seluruhnya terjadi, yaitu datangnya sang Nabi 
terakhir, Muhammad Saw.

Nabi Muhammad Saw adalah Nabi yang terakhir dan terbesar untuk semua 
manusia Bani Adam ini dan risalahnya meliputi semua kaum dan manusia 
dimuka 
bumi ini....termasuk Bani Israel.

Dengan kedatangan Nabi Muhammad Saw selesailah misi Nabi Musa yang 
kedatangannya hanya terbatas untuk Bani Israel saja. Semua pengikut 
Taurat 
dan Injil itu harus menerima kerasulan Muhammad Saw sebagaimana isi 
terakhir dari ayat Matius 5:18 ..."sampai seluruhnya terjadi", yaitu 
sampai 
masa Nabi yang dinubuatkan oleh Musa dalam Tauratnya itu tiba, maka 
Taurat 
tidak lagi wajib untuk di-ikuti dan berganti dengan kitab 
selanjutnya.

Selain itu, sebagaimana isi Ulangan 18:22 :

"Apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu 
tidak 
terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak 
difirmankan 
TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka 
janganlah 
gentar kepadanya."
Nabi Muhammad Saw berbicara menyampaikan firman Allah kepada seluruh 
umat 
manusia tanpa dibatasi oleh golongan maupun bangsa. Semasa hidupnya, 
beliau 
Saw menyerukan Islam kepada Heraklius, penguasa Persia, Roma, 
Najasyi raja 
Ethiopia, Muqauqis (gubernur Mesir) dan sebagainya.

Dikala Nabi Muhammad Saw melakukan hijrah kekota Yatsrib (Madinah - 
sekarang), kala itu kota ini masih dihuni oleh berbagai kelompok 
dari 
berbagai kaum dan agama.

Diantara mereka ada yang sudah menganut ajaran Islam yang dibawa 
oleh 
Muhammad (yaitu kaum Anshar), ada yang masih memiliki budaya pagan 
atau 
penyembah berhala yang umumnya berasal dari suku Aus dan Khazraj, 
ada pula 
kelompok penduduk Yahudi yang terdiri dari Banu Qainuqa, Bani 
Quraiza, 
Banu'n Nadzir serta kelompok Yahudi Khaibar diutara Madinah. Kepada 
mereka 
ini pula Nabi Muhammad Saw telah menyerukan ajaran-ajaran Allah.

Lebih jauh, ayat-ayat al-Qur'an sendiri banyak sekali menyeru kepada 
Bani 
Israil agar mereka mendengarkan wahyu yang diturunkan oleh Allah 
kepada 
Nabi Muhammad Saw dan menegur kelakuan mereka yang buruk, baik 
terhadap 
ajaran Allah, terhadap para Nabi dan pengikutnya maupun kepada para 
masyarakat lainnya.

Apabila ada pihak yang masih berusaha menyandarkan akan petunjuk 
Yohanes 
dalam pasal ke-5 nya:

John from New American Standard Bible (NASB)
45 "Do not think that I will accuse you before the Father; the one 
who 
accuses you is Moses, in whom you have set your hope.

46 "For if you believed Moses, you would believe Me; for he wrote of 
Me.

47 "But if you do not believe his writings, how will you believe My 
words?"


Sekarang : Apa yang sudah pernah ditulis oleh Musa ?
Kita semua sudah tahu bahwa Musa bukan penulis kitabnya sendiri.
Jadi kalimat ini masih perlu kita selidiki lebih jauh, seberapa 
benar 
kalimat yang diungkapkan oleh Johanes ini.

Mungkin sebagai bahan referensi, bisa dibaca pula dalam alamat :

Moses Didn't Write Pentateuch :
http://members.aol.com/JAlw/moses_didnt_write_pentateu.htm

The Jews and the Mosaic Law ; Who Wrote the Pentateuch?
  http://www.jewish-history.com/mosaic/chapter2.htm

The Torah in Modern Scholarship:
http://www.kencollins.com/bible-p2.htm

Dan sekarang, sebagai kunci akhir dari penjelasan ayat Ulangan 18 
sebelumnya diatas, mari kita lihat Ulangan 34:10

Deuteronomy 34:10
"And there arose no more a prophet in Israel like unto Moses, whom 
the Lord 
knew face to face."

Jelas sekali disana dikatakan bahwa TIDAK AKAN ADA LAGI NABI SEPERTI 
MUSA 
YANG BANGKIT DARI ISRAIL.

Untuk itu, mengacu bahwa Jesus merupakan Nabi yang bangkit dari 
antara 
saudara Bani Israil yang dimaksud oleh Musa dalam kitab Ulangan sama 
sekali 
tidak valid sebab Nabi yang seperti Musa hanya akan bangkit dari 
luar Bani 
Israil, yaitu Bani Ismail dan dia adalah Nabi Muhammad Saw al-Amin 
sang 
Paraclete dan The Holy Spirit.

Sampai disini pembahasan Tafsir Kitab Ulangan, bagi anda yang ingin 
membaca 
juga tafsir kitab Kejadian, Jesaya maupun Yohanes, Silahkan 
berkunjung ke 
Web-Site saya.

Note : Seluruh versi Bible yang termaktub dalam pembahasan disini 
dapat di 
Download dari Link yang telah tersedia melalui artikel aslinya dalam 
format 
HTML.

Wassalam.,
Best Regards.,


Mgs. Armansyah, S.Kom
http://armansyah.wongkito.com
Tawangalun.








Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke